Pesan Penting untuk Pemimpin Keluarga


Oleh Lilis lina Nastuti

Pegiat Literasi Islam


"Wahai orang-orang yang beriman jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka, dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS. at-Tahrim : 6).

Ucapan tahniah kepada para imam keluarga/para suami yang sukses mendidik anak, mengawasi anak sejak dini hingga baligh.

Ia berperan aktif membimbing penuh kasih sayang dan ikhlas karena Allah, baik dalam suka ataupun duka, selalu membersamai putra putri tercintanya.

Sehingga berhasil dengan apa yang telah diazamkan di awal, untuk mendapatkan anak-anak yang saleh salehah.

Contoh kehidupan nyata sebuah keluarga yang dibangun atas dasar cinta dan berharap rida Allah semata. 

Ini kisah inspiratif orang tua yang diamanahi lima orang anak, semua anaknya berhasil dididik oleh orang tuanya dengan hapalan 30 juz. MasyaAllah barakallahu lakum. 

Hal tersebut di atas menjadi pekerjaan rumah buat kita bagaimana bisa kelima anak tersebut menjadi hafidz dan hafidzah? 

Ternyata diawali dulu oleh kesalehan kedua orang tuanya yang berjuang menjadikan  diri  sebagai teladan terbaik untuk para putra putrinya. 

Di setiap harinya dalam keluarga ini, selalu ada tadarus murajaah dan menambah hapalan. 

Saling tes satu sama lain itu saja yang dilakukan di setiap waktu dan kesempatan di sela-sela kesibukan hariannya. 

Tidak ada kata lelah dalam berjuang, tidak ada waktu terbuang sekadar untuk pegang gadget apalagi tiktokan, semua kompak hidup untuk berjuang menghapal, mentadaburi, mengulang ulang/murajaah, menguatkan dan mempraktikkan adab-adab Al-Qur'an dalam keseharian. 

Pasti kita kagum pada perjuangan mereka ketika berhasil menjadi para penghapal Al-Qur'an. 

Berdecak kagum pula saat berhasil mengantarkan anak-anaknya sampai berhasil menjadi putra-putri yang saleh salehah, membuat kita iri, bukan? Pertanyaannya, bisakah hal tersebut kita tiru? 

Tentu bisa selalu ada niat kuat dan ikhlas berharap rida Allah. Niatkan dalam diri bahwa membaca Al-Qur'an, mentadaburi, dan menghapalkannya itu adalah suatu kewajiban agar hidup bisa terikat dengan Al-Qur'an. 

Kondisikan dalam 24 jam waktu yang Allah berikan, pilihlah oleh kita di waktu yang mana? Yang pas dan khusyuk untuk membaca, menghapal dan murajaah Al-Qur'an. 

Kuatkan dalam hati, aku bisa! Masa yang lain bisa! Akupun pasti bisa! 

Evaluasi perpekan sejauhmana  perkembangannya. Adakah perubahan pada diri, setelah menjalani pembiasaan membaca Al-Qur'an, murajaah dan menghapal Al-Qur'an, adakah perubahan terhadap diri? 

Tentu ada, karena yakin setiap kita baca satu ayat dari Al-Qur'an terdapat berlipat pahala dan kebaikan. 

Setiap kita baca Al-Qur'an, yakin makin menenangkan, menguatkan iman, membersihkan hati dari perkara buruk juga sebagai obat penyakit hati, intinya jika Al-Qur'an setiap hari dijadikan rumus hidup yakin hidup ini tenang tentram. 

Namun masalah yang sering terjadi tidak semua orang senang dan suka membaca Al-Qur'an karena kesibukan. 

Kesibukan dunia yang sangat melenakan. membuat orang lupa membaca Al-Qur'an, bahkan meninggalkan bacaan Al-Qur'an sehingga tumbuh subur penyakit hati yang dirasakan. 

Hati-hati makin menjauhi Al-Qur'an, maka makin subur penyakit hati. 

Memang, tidak bisa dipungkiri dunia ini melenakan manusia, banyak manusia yang berpaling dari Al-Qur'an. 

Nah, untuk mengantisipasi kondisi buruk ini, sebaiknya mari kembalilah kepada Al-Qur'an.

"Jadikan Al-Qur'an sebagai rumus hidup dan kehidupan." 

Tidak ada kata terlambat bagi semua orang yang ingin kembali kepada Al-Qur'an. Hidup adalah ujian yang tidak pernah berhenti dari ujian satu ke ujian berikutnya. 

Bagi orang orang berimanlah yang bisa merasakan kelelahan demi kelelahan dunia adalah kesenangan bagi yang beriman. 

Makanya, agar kita kuat dari beratnya beban hidup di sistem buruk ini, karena sistem yang diterapkan bukan sistem Islam.

Maka bekali diri dengan ilmu-ilmu yang terdapat dalam Al-Qur'an. Al-Qur'an sebagai nash yang unggul, ayat-ayat yang menjadi motivasi hidup, semua masalah ada solusinya dalam Al-Qur'an. 

Apalagi hidup di era globalisasi ini banyak berita yang buruk tidak bermutu, tidak perlu dipikirkan abaikan saja berita hoax yang tidak bermutu. Lebih baik fokus menjalani hidup sesuai dengan Al-Qur'an. 

Jika hari ini banyak para orang tua yang bingung dengan mendidik anak, lihat dan buka plus baca Al-Qur'an terkait pendidikan anak ada dalam surat ke-31 yakni surat Lukman ayat 12 sampai ayat 18.

Kembalilah kepada Al-Qur'an, jadilah bagian dari orang tua yang  peduli terhadap akhlak anaknya. Berikan contoh akhlak terbaik untuk anak-anaknya. Karena 100 ℅ penguatan akhlak anak ada pada orang tua. 

Bekali anak dengan bekal terbaik yakni adab-adab Islam, adab dulu sebelum ilmu, ilmu dulu sebelum amal. Niatkan ikhlas sebelum beramal. 

Titik penting dari tulisan ini adalah betapa penting peran dan tanggung jawab ayah atau para orang tua saat ini. Karena harus mampu menghantarkan anak-anaknya bahagia dunia hingga akhirat. 

Jangan sampai anak kita menjadi penghuni neraka. Jika Allah bertanya, kenapa anakmu masuk neraka? Apa jawaban kita kelak? 

Mumpung masih ada kesempatan mari bersama saling mengingatkan untuk kembali hidup sesuai aturan Al-Qur'an. 

Mari kembali hidup sesuai ajaran Islam yang bersumber dari Al-Qur'an dan hadis. 

Karena ajaran Islam sangat komplit, apa pun masalahnya, maka Islamlah solusinya. 

Sayang, saat ini Islam tidak diterapkan akhirnya hidup dalam kegelapan. Merajalelanya kemusyrikan, kezaliman penguasa tanpa rasa takut kepada Allah. 

Ekonomi sulit tidak ada pembelaan terhadap rakyat kecil, seolah tidak ada tanggung jawab, tak peduli rakyat merintih menahan lapar, ekonomi kapitalis yang sangat menyengsarakan rakyat tidak bisa diakhiri bahkan makin mencengkeram tidak tahu kapan berakhir? 

Selama Al-Qur'an dijauhkan dari kehidupan, selama itu pula sistem buruk ini tidak bisa diakhiri. Padahal Allah telah memberikan aturan hidup tanpa harus susah mencari lagi. 

Aturan Hidup itulah Al-Qur'an 

Sungguh ayat-ayat Al-Qur'an sangat menginspirasi para orang tua yang ingin terhindar dari api neraka. Tiada ada kata terlambat untuk kembali hidup sesuai Al-Qur'an. 

Apa yang dinyatakan dalam surat at-Tahrim ayat enam itu adalah tugas pemimpin keluarga terutama ayah sebagai pendidik, pendamping, pengawas, pemberi nafkah terbaik untuk istri dan anak-anaknya. 

Menjaga anak di sini beri didikan terbaik, arahkan kepada kebaikan-kebaikan beramar makruf nahyi mungkar. 

Ringkasnya menjadikan anak-anak kita sebagai insan bertakwa. 

Wallaahualam bissawab.