Pandemi Merenggut Kebahagiaan Anak

 


Oleh Rismawati S. Pd. 

(Pendidik Generasi, Member AMK)

Masa kanak-kanak dikenal sebagai golden age atau masa emas, karena masa itu adalah masa bermain dan belajar. Golden age atau masa emas anak adalah tahapan pertumbuhan dan perkembangan fisik yang paling penting pada masa awal kehidupan anak. Selain itu, masa tersebut juga terjadi perkembangan kepribadian anak dan pembentukan pola perilaku, sikap, dan ekspresi emosi. Jika berbagai kebutuhan anak diabaikan pada masa golden age, anak dikhawatirkan mengalami tumbuh kembang yang kurang optimal.

Oleh karena itu, dimasa-masa tersebut anak sangat membutuhkan kasih sayang orang tua. Bukan hanya kasih sayang tetapi juga membutuhkan support dari kedua orang tuanya, untuk tetap belajar dan bermain. Namun bagaimana jadinya jika masa tersebut dilewati tanpa orang tua di sampingnya.

Di masa pandemi ini memang anak-anak banyak yang diuji. Salah satunya, mereka kehilangan orang tuanya akibat dari serangan pandemi. Walhasil anak-anak tersebut menjadi sebatang kara dan kehilangan kesempatan untuk belajar dan bermain. Bahkan banyak di antara mereka tak bisa mendapatkan ASI disebabkan karena ibunya yang terjangkit Virus Pandemi di awal mereka lahir. (Kompas.com, 27/06/2021)

Selain itu, pada masa pandemi banyak terjadi kekerasan kepada anak. Mirisnya kekerasan tersebut sebagian besar dilakukan oleh keluarga dari anak-anak itu sendiri. Berdasarkan catatan dari Ketua Komnas Perlindungan Anak yang bernama Arist Merdeka Sirait, beliau mengatakan bahwa ada 2.726 kekerasan anak yang terjadi pada tahun 2020 hingga di tahun 2021. Dari banyaknya kekerasan tersebut, kira-kira 52 persen ternyata di dominasi oleh kekerasan seksual pada anak.

Sungguh sedih rasanya melihat kondisi anak-anak hari ini. Mereka kehilangan banyak kesempatan untuk belajar dan bermain bersama dengan orang tuanya. Bagaimana tidak pandemi yang tak kunjung usai membuat banyak orang tua yang baru melahirkan harus terpisah oleh anaknya, apa lagi jika sang ibu di vonis terkena virus maka mereka harus di karantina dan semakin jauh dengan buah hatinya. Jangankan memberinya ASI sekedar menyentuhnya pun tidak bisa mereka lakukan, semua demi kesehatan anak-anaknya.

Suasana pandemi bukan hanya membuat anak-anak terpisah dari orang tuanya. Alhasil, bukanya mendapatkan kasih sayang agar pertumbuhannya menjadi lebih baik justru malah mendapatkan trauma psikis dalam menjalani hari-hari di masa kecilnya.

Lalu Bagaimanakah Agar Pandemi Ini Berakhir?

Pemerintah dalam sistem kapitalis telah melakukan banyak hal untuk menangani pandemi yang sedang menghantui masyarakat hari ini. Mulai dari membuat aturan jaga jarak, diterapkannya PPKM besar-besaran, dan adakannya vaksinasi serentak demi menanggulangi pandemi agar tidak menjangkiti masyarakat. Namun, alih-alih pandemi berakhir, justru malah di akhir tahun 2021 kita telah diberi kado pahit berupa virus varian baru yang tiga kali lebih cepat penularannya dibandingkan virus Corona.

Memang sangat bertolak belakang dengan cara Islam menangani pandemi. Dalam sistem Islam, ketika pandemi datang menyerang di satu daerah, maka aturannya adalah masyarakat yang tinggal di daerah itu tidak boleh keluar. Kemudian orang yang di luar dari daerah yang terjangkit virus tersebut, mereka tidak boleh memasukinya.

Selain itu, mereka yang terjangkit virus akan mendapatkan penanganan yang terbaik dari petugas kesehatan. Dalam penanganan Islam masyarakat juga akan di larang berkumpul-kumpul agar virus tidak mudah tersebar. Bahkan mereka yang terjangkit ada pula yang harus mengasingkan diri ke gua-gua menunggu penyakit itu akan hilang tanpa menular ke manusia yang lain.

Oleh karena itu, sudah saatnya kaum Muslim membuka pikiran dan hatinya untuk menyuarakan di tegakkannya hukum Islam demi kesejahteraan hidup anak-anak yang sedang berada dalam golden age. Sebab, di masa-masa golden age anak, mereka sangat membutuhkan pendekatan dari orang tuanya demi berlangsungnya pertumbuhan dan perkembangan yang baik pada anak. Namun, semua itu hanya akan terealisasi ketika ditegakkan daulah Islam yang di dalamnya di atur oleh aturan dari sang maha pengatur yaitu Allah Azzawajallah.


 Wallahu a'lam bisshawab