Mari Istiqamah dalam Dakwah

 


Oleh: Fatin

Ibu Rumah Tangga dan Pegiat Dakwah


Dakwah adalah aktvitas yang sangat mulia. Begitu mulianya, tidak ada yang lebih mulia daripada aktivitas dakwah. Para nabi dan rasul adalah manusia-manusia pilihan Allah Swt.. Mereka mengemban tugas dakwah yang sangat mulia. 


Namun demikian,  sudah menjadi sunatullah bahwa jalan dakwah bukanlah jalan yang mulus, melainkan jalan terjal, penuh onak dan duri, bahkan sampai mengundang bahaya, hingga tidak sedikit yang berguguran di jalan dakwah. Berbeda dengan para nabi dan para rasul yang dengan tetap istiqamah dan teguh mendakwahi umatnya. Mereka berdakwah siang dan malam dengan pengikut yang sangat sedikit. Banyak yang tidak peduli dan lari. Tantangan dakwah sangat berat, kadang harus berhadapan dengan penguasa bengis, seperti Raja Namrud, dimana Nabi Ibrahim ketika itu dibakar dengan api yang sangat besar (QS. Al-Anbiya (21): 66-69). Tantangan dakwah juga dialami oleh Nabi Luth as., Nabi Musa as., dan para nabi atau rasul yang lain.  


Tantangan dakwah juga dialami Baginda Rasulullah saw. dan sahabat beliau. Rasulullah saw. dalam dakwahnya pernah dipukul sampai pingsan, dilempar dengan batu oleh Abu Lahab (HR Ibnu Hibban);  dilempari dengan kotoran unta saat sujud oleh Uqbah bin Muith (HR. al-Bukhari); hendak diinjak lehernya oleh Abu Jahal saat beliau sedang salat; diejek dan di-bully saat beliau berdakwah ke Thaif (HR Ibnu Hisyam); dicaci-maki bahkan diludahi (HR. ath-Thabari); dituding gila, tukang sihir, pemecah belah, dan lain-lain.


Tantangan dakwah yang dialami sahabat beliau juga sangat berat. Seperti,  penyiksaan yang dialami suami istri Yasir dan Sumayah, serta putranya, Ammar. Ada juga sahabat yang diikat, seperti yang dialami oleh Said bin Zaid Amr bin Naufal dan ibunya (HR. al-Bukhari).


Sa'ad bin Abi Waqash yang mendapat tekanan dari ibunya (HR. Ibnu Hibban).


Bilal bin Rabbah yang dijemur di bawah terik matahari (HR. al-Hakim).


Abu Bakar dilarang tampil dan menyerukan dakwah secara terbuka (HR. al-Bukhari).


Selain tantangan di atas, Rasulullah saw. dan para sahabat juga pernah diboikot selama 3 tahun dan tinggal di suatu lembah. Akibat pemboikotan tersebut, banyak yang kelaparan, terutama anak-anak (HR. Ibnu Sa'ad dan Adz-Dzahabi).


Walaupun dakwah banyak tantangan, rintangan dan gangguan, namun tidak menyurutkan tekad Rasulullah saw. dan para sahabat. Rasulullah saw. dan para sahabat memiliki arah perjuangan dakwah yang jelas dan tegas, menentang segala bentuk kekufuran, kesyirikan, kezaliman penguasa terhadap umat. Juga menentang sistem status quo yang rusak dan merusak. Dimana ia bertentangan dengan risalah yang mereka emban yaitu risalah tauhid. Risalah yang mengajari manusia agar menyembah dan mengabdi hanya kepada Allah Swt. Tentu dengan menjalankan dan menerapkan seluruh syariat-Nya dalam seluruh aspek kehidupan mereka.


Dalam hal ini Allah Swt. berfirman:


"Dialah Allah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan kebenaran agar Dia menangkan atas semua agama. Cukuplah Allah sebagai saksi." (TQS. Al-Fath (48): 28)


Karena itulah, sebagaimana Rasulullah saw. dan para sahabat, hendaklah para pengemban dakwah tetap fokus pada arah perjuangan dakwah yang hakiki. Juga harus tertuju pada penegakan sistem kehidupan Islam atau penerapan syariat Islam secara kaffah dalam seluruh aspek kehidupan.

Wallahu a'lam bi ash-shawwab.