Trik Asyik Jaga Diri ala Nabi


Oleh Umi Rizkyi

(Anggota Komunitas Setajam Pena)


Sobat sekalian, pasti merasakan dampak dari pandemi yang telah kurang lebih 2 tahun terakhir ini menjadi pandemi di dunia. Terlebih lagi di negeri kita tercinta ini. Penyebaran penularan virus corona belum juga melandai. Wabah yang mampu mengubah wujud dunia. Bukan hanya membahas terkait kesehatan. Namun lebih dari itu, ekonomi, politik dan juga gaya hidup masyarakat berubah total.

Adanya pandemi virus corona ini mengharuskan seluruh manusia di dunia untuk memperhatikan kesehatan. Hal ini terbukti dengan adanya konten-konten edukasi mengenai kesehatan. Mulai dari menjaga imunitas tubuh, keseimbangan gizi dan juga menjaga prokes.

Islam adalah agama yang sempurna dan paripurna. Ia pun memperhatikan kesehatan dan keselamatan manusia. Baik itu muslim maupun nonmuslim.

Oleh karena itu, ada empat trik untuk menjaga diri ala nabi. Trik kesehatan yang diajarkan oleh nabi. Pertama menyadari dengan penuh keimanan bahwa kesehatan adalah salah satu nikmat Allah Swt. Dalam hal ini Rasulullah saw. telah bersabda yang artinya, "Dua nikmat yang banyak dilalaikan manusia adalah kesehatan dan waktu luang". (HR. At-Tirmidzi).

Ketika sakit barulah terasa bahwa nikmat sehat sungguh sangat berharga. Walau hidup dalam keadaan bergelimang harta, penuh dengan kemewahan (kendaraan, rumah, gedung dan lain-lain). Namun, semua itu tak ada artinya ketika dirinya sakit.

Dengan menyadari bahwa sesungguhnya nikmat sehat adalah pemberian dari Allah Swt., maka akan menjadikan dirinya terdorong untuk senantiasa menjaga kesehatan. Tidak menyia-nyiakan nikmat sehat. Apalagi melakukan aktivitas yang membahayakan dirinya sendiri.

Kedua, memastikan bahwa makanan dan minuman yang masuk dalam tubuh adalah makanan yang halal dan baik saja. Seperti yang diperintahkan oleh Allah Swt. dalam QS. Al-Baqarah ayat 168 yang artinya, "Wahai manusia! Makanlah dari makanan yang halal dan baik yang terdapat di muka bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan."

Dalam ayat tersebut telah jelas bahwa diperintahkan setiap manusia untuk hanya memakan makanan yang halal dan baik. Hal ini juga menunjukkan kasih sayang Allah Swt. kepada hamba-Nya. Sebab banyak penyakit dan hal-hal lainnya (organ tubuh) rusak akibat makanan yang salah.

Para peneliti telah menemukan lebih dari 250 jenis penyakit yang bersumber dari makanan. Sebagian besar adalah infeksi. Pada umumnya disebabkan oleh virus, bakteri dan parasit. Berdasarkan data yang dilansir dari CDC.gov.

Ketiga, berolahraga. Jika kita mengetahui Rasulullah saw. dan para sahabat memiliki jasmani yang sehat, bugar dan kuat. Jika kita menengok sejarah, bahwa Rasulullah saw. melakukan perang pertama pada usia 50 tahun. Di mana ketika itu, pada usia demikian sudah banyak yang mulai rapuh, jompo dan sakit-sakitan. Misalnya diabetes, asam urat maupun pikun dini. Sungguh, olahraga adalah salah satu usaha untuk menjaga kesehatan. Hal ini juga merupakan investasi pada diri sendiri. Bisa saja tidak dirasakan dampaknya secara langsung. Namun 10, 20, 30 tahun ke depan ketika usia sudah senja.

Keempat, senantiasa memohon kesehatan kepad Allah Swt. Harus ada keyakinan bahwa kesehatan itu datangnya dari Allah dan hanya Dialah yang berhak mencabutnya. Oleh karena itu, sudah selayaknya sebagai seorang muslim menyadari bahwa manusia itu lemah dan tanpa adanya putus asa akan harapan kepada Allah Swt. agar Allah selalu memberikan kesehatan.

Ada sebuah kisah, seseorang telah mendatangi Rasulullah saw. seraya berkata, "Wahai Rasulullah, doa apa yang paling utama?" Beliau menjawab, "Mintalah ampunan dan kesehatan kepada Robbmu di dunia dan akhirat". (HR. Ibnu Majah).

Dalam hadis di atas telah jelas bahwa doa yang paling utama adalah memohon ampun kepada Allah Swt. dan meminta kesehatan baik di dunia maupun di akhirat. Bukan meminta istri yang saleh, suami yang kaya, harta berlimpah, keturunan yang ganteng/cantik dan sebagainya. Hanya memohon ampun dan meminta kesehatan baik di dunia dan akhirat.

Begitu pula nikmat waktu luang. Kita akan merasakan nikmat waktu luang ketika kita dalam keadaan sibuk tak ada hentinya. Aktivitas yang sudah padat merayap dan berbagai kesibukan yang lainnya.