Penyerangan Tokoh Agama: Bukti Negara Abai

 


Oleh Maira Zahra

Komunitas Millenials Perindu Surga

Tulungagung


Tugas negara sebagai salah satu pelindungi dan memberikan pengamanan kepada seluruh rakyat terutama kepada tokoh agama.



Kasus penembakan terhadap ulama atau ustadz selalu bergulir tak menemui titik temu pengakhiran. Terus saja menyita duka lara mendalam atas tindakan tersebut yang justru pelakunya selalu disebut sebagai orang yang gangguan jiwa. Sangat aneh, ketika orang Islam yang menjadi korban maka pelakunya pasti orang yang gangguan jiwa, namun saat korbannya adalah seorang non muslim maka disebutlah seorang tersangkanya dari golongan umat Islam. Sungguh aneh, seperti tak ada transparansi atas hukum yang berlaku.


Corak sistem buatan manusia hanya akan memberikan dampak keburukan dan terus menyulut berkecamuknya masalah yang seolah tidak ada jalan keluar. Seperti halnya persoalan sebagian ulama atau ustadz yang menjadi korban yang tidak mendapatkan penanganan secara intensif dan serius. 


Adapun beberapa peristiwa tragis yang dialami oleh beberapa ulama maupun ustadz, di antaranya seperti kejadian penusukan yang dialami oleh mendiang Syeikh Ali Jaber juga pernah menjadi korban penyerangan saat mengisi ceramah di Bandarlampung, Lampung pada September 2020. Syeikh Ali yang saat itu sedang mengajak berdialog seorang anak kecil tiba-tiba saja ditusuk pria tak dikenal di bahu kanannya. Alhasil, bahu Syeikh Ali pun berlumuran darah. Ia langsung dibawa ke rumah sakit setempat.


Peristiwa serupa juga dialami oleh seorang ustadz yang bernama Ustadz Marwan, menjadi korban penembakan di depan rumahnya yang terletak di kecamatan Pinang, kota Tangerang pada 18 September 2021 sekitar pukul setengah 7 malam. Belum diketahui, siapa yang menjadi tersangka penembakan itu.


Sederet peristiwa duka selalu menyelimuti dengan hilangnya satu nyawa dari seorang yang berilmu. Pekatnya awan hitam dalam kancah sistem kapitalisme demokrasi senantiasa menjadi ciri khas atas kepedihan kehidupan yang menaunginya. Tak ayal jika kita melihat banyak yang membenci Islam dan sistem Islam. 


Tanpa disadari negara sudah gagal dalam membangun penghormatan terhadap tokoh agama dan tempat ibadah atau masjid. Nampaknya keberpihakan negara kepada Islam sangat minim terjadi dalam sistem kapitalisme saat ini. 


Sudah tidak bisa menampik manakala negara secara nyata  sudah lemah dan lepas tangan dalam melindungi tokoh agama dan tempat ibadah dari aksi kriminal. Sebab itulah tugas negara yaitu sebagai salah satu pelindungi dan memberikan pengamanan kepada seluruh rakyat terutama kepada tokoh agama.


Dari semua kejadian yang terjadi hingga kini, kita hanya membutuhkan kehadiran sebuah sistem yang mampu memberikan keamanan dan perlindungan. Menempatkan keamanan kepada para tokoh agama sebagai prioritas pertama, serta menempatkan hukum dan simbol-simbol Islam sebagaimana seharusnya ia bertahta di kancah politik. 


Wallahualam bissawab.