Pembangunan IKN dalam Prioritas Riayah dan Potensi Bahaya

 


Oleh Yuni Nisawati


Semakin banyak angka kemiskinan bertambah diakibatkan oleh pandemi. Namun, lebih miris lagi ketika di masa pandemi seperti ini pemerintah lebih mengutamakan proyek pembangunan ibu kota yang baru.


Proses pembangunan ibu kota negara baru di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur akan tetap berjalan, meskipun saat ini Indonesia masih harus menghadapi Covid-19, tegas Presiden Joko Widodo (Jokowi). Proses pembangunan ibu kota negara baru sampai dalam tahap pembangunan infrastruktur. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah akses logistik. Emil Salim, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, mempertanyakan sikap pemerintah yang merencanakan anggaran besar untuk pemindahan ibu kota negara. Menurutnya, saat ini kondisi kuangan negara sedang mengalami tekanan. (m.tribunnews.com/27/09/2021)


Suharso Monoarfa, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional sekaligus Kepala Bappenas, membeberkan perkembangan proyek pembangunan ibu kota baru atau ibu kota negara (IKN) di Kalimantan Timur. Suharso mengungkapkan, saat ini persiapan pemindahan ibu kota terus dilakukan meski terhambat pandemi Covid-19. Dia memastikan target pemindahan ibu kota tetap akan terlaksana pada 2045. Bahkan proyek tersebut telah sampai pada tahap land development dan persiapan penataan kota, seperti penanaman bibit pohon hingga mempersiapkan aksesibilitas jalan menuju titik IKN. (bisnis.tempo.co/02/09/2021)


Sungguh miris bila melihat perkembangan ekonomi saat ini di Indonesia. Semakin banyak angka kemiskinan bertambah diakibatkan oleh pandemi. Namun, lebih miris lagi ketika di masa pandemi seperti ini pemerintah lebih mengutamakan proyek pembangunan ibu kota yang baru. Seharusnya dana tersebut bisa dialokasikan kepada rakyat yang membutuhkan terlebih dahulu. Karena banyak rakyat diluar sana yang bahkan susah untuk makan, dan kondisi rakyat yang semakin tercekik. Banyak anggaran-anggaran yang tidak seharus dikeluarkan, harus dikeluarkan untuk hal yang tidak terlalu mendesak.


Bagaimana kita bisa melihat bahwa pemerintah tidak melihat kondisi rakyat, bahkan tidak mempertimbangkan kondisi rakyat saat ini. Mereka hanya mementingkan apa yang menurut mereka mendatangkan keuntungan. Inilah watak dari Sistem Kapitalis yang berasaskan manfaat. Sistem Kapitalisme tidak akan pernah bisa lepas dari asas tersebut. Ini artinya mereka tidak mementingkan rakyat apabila hal tersebut tidak bermanfaat bagi mereka. Dari sini seharusnya kita memahami bahwa Sistem Kapitalis adalah sistem yang rusak. Sistem yang tidak akan pernah memikirkan rakyat karena hanya berasaskan manfaat.


Namun, karena pemikiran masyarakat yang tidak mengenal Islam dan lebih mengenal Sistem Kapitalis, banyak masyarakat yang tetap mendukung Sistem Kapitalis. Padahal jika masyarakat lebih mengenal Sistem Islam, masyarakat akan sadar bahwa Sistem Kapitalis adalah sistem yang rusak. Dan Sistem Islamlah sistem yang sempurna. Sistem yang sudah terbukti kurang lebih 1400 tahun mampu menyelesaikan segala permasalahan umat. Termasuk masalah ekonomi dan kesejahteraaan umat. Namun, karena kurangnya pemahaman, banyak masyarakat yang tidak mengerti tentang Sistem Islam yang sebenarnya. Karena itulah pentingnya kita memahami Sistem Islam. Tidak hanya memahami, namun juga menyebarkan dan menerapkannya. 


“Siapapun pemimpin yang menipu rakyatnya, maka tempatnya di neraka” (HR Ahmad).