Miss Queen, Kampanye Kemaksiatan Masa Kini

 


Nisaa Qomariyah, S. Pd. 

Praktisi Pendidikan


Realitas membuktikan perilaku tersebut merupakan titik martabat yang paling rendah, sebab hewan yang tidak berakal saja tak mau melakukannya. 


Kampanye L9BT kembali mencuat di Indonesia. Mengundang keresahan masyarakat luas. Belum cukup televisi dan media sosial mengandung beragam konten L9BT. Kini, publik kembali harus mengelus dada, sebab munculnya ajang Miss Queen Indonesia 2021 bagi transgender. 

  

Millen Daru atau lebih dikenal dengan Millen Cyrus memenangi ajang perdana Miss Queen Indonesia 2021. Ia menyisihkan 18 peserta kontestan yang terpilih dari seluruh Indonesia. Perlu publik ketahui, ajang Miss Queen ini merupakan ajang kecantikan bagi transgender yang diadakan di Bali. Dengan terpilih Millen Cyrus di ajang Miss Queen Indonesia 2021, ia memiliki kesempatan untuk mengikuti ajang selanjutnya, yaitu Miss Queen Internasional 2021 di Thailand. 


Pro dan kontra pun bermunculan, bahkan cibiran negatif dari masyarakat pun dilayangkan untuk keponakan dari Ashanty tersebut. Dikutip dari wolipop.detik.com, 2/10/2021, komentar deras mengalir dari warganet, misalnya "Kenapa ya harus ada acara2 ginian," tulis netizen di akun gosip di Instagram @lamiscorner. "Bingung ini prestasi apa aib," komentar lainnya.


Ajang ini juga mendapat sorotan dari pihak MUI (Majelis Ulama Indonesia). Pihak MUI membeberkan bahwa ajang tersebut tidak boleh diadakan di RI, karena menjadi aib dan haram. Prof. Utang Ranu Wijaya selaku Ketua Bidang Pengkajian dan Penelitian MUI, menyebut bahwa negara RI memiliki asas Pancasila yang dijunjung tinggi nilai-nilai agama yang sesuai dengan sila pertama yang  berbunyi "Ketuhanan Yang Maha Esa". (detik.news, 4/10/2021).

  

Diketahui publik, ajang Miss Queen Indonesia merupakan kompetisi yang dikhususkan kepada para transgender untuk mengembangkan potensi dirinya. Potensi itu dilihat dari kecerdasan, wawasan, dan kepedulian. ​Mirisnya, ajang ini justru 'kecolongan' digelar di Indonesia, yang notabene negeri berpenduduk muslim terbesar.


Tampak jelas, kaum L9BT seolah tidak ada lelahnya mengampanyekan identitas diri terkait gaya hidupnya. Memberikan informasi ke masyarakat bahwa apa yang mereka lakukan itu hal biasa, dan harus diakui oleh negara. Herannya, tindakan mereka ini malah banyak mendapatkan dukungan dari warganet. 


Upaya kaum L9BT pun tampaknya tidak sia-sia. Ajang Miss Queen Indonesia 2021 yang terselenggara dengan sukses, adalah bukti bahwa gerakan kaum L9BT tersebut makin didukung dan mendapatkan angin segar dari negara. Tidak lagi berskala nasional, tetapi merambah ke dunia internasional.


Agenda besar kaum L9BT di kancah nasional pada khususnya, dan kancah internasional pada umumnya, patut menjadi pusat perhatian bersama. Menolak lupa, pada bulan Juni 2013 juga pernah terselenggara dialog komunitas di Bali tingkat Nasional. Acara ini diselenggarakan oleh United Nations Development Programme (UNDP) bersama United States Agency for International Development (USAID) sebagai mitra kerja. Dalam acara tersebut dilaporkan dalam Laporan L9BT Nasional Indonesia, bahwa prakarsa pembelajaran bersama tersebut mencakup delapan negara yaitu Cina, Filipina, Indonesia, Kamboja, Mongolia, Nepal, Thailand, dan Vietnam.


Dengan adanya agenda-agenda L9BT tersebut seharusnya menjadi PR besar bagi negara, agar bagaimana hal seperti itu tidak terjadi. Sebab inilah buah dari penerapa sistem sekularisme-kapitalisme, yang telah nyata mewujudkan kebebasan dalam berpikir. Ide kebebasan yang terus-menerus dikampanyekan oleh Barat agar diakui dan mau menerima komunitas L9BT di tengah umat.


Kondisi rusak ini jelas berdampak pada hancurnya tatanan masyarakat, khususnya umat Islam, sebab akan mengakibatkan jauhnya agama dari kehidupan. Realitas membuktikan perilaku tersebut merupakan titik martabat yang paling rendah, sebab hewan yang tidak berakal saja tak mau melakukannya. 


Sudah waktunya kembali ke hukum buatan Allah Swt. yaitu Islam. Islam adalah satu-satunya akidah yang melahirkan aturan yang lengkap dan sempurna di seluruh aspek kehidupan. Menjadikan Al-Quran dan As-Sunah sebagai sumber hukum atas segala problematika yang terjadi di tengah-tengah masyarakat atau kehidupan, termasuk dalam menghukumi perilaku kaum L9BT yang menjijikkan. 


Allah Swt. telah menegaskan bahwa haram bagi siapa saja yang berperilaku sebagaimana perilaku kaum L9BT. Dalam Islam, hukuman dan sanksi sesuai syarak akan berlaku bagi pelakunya. Rasulullah saw. bersabda, "Dilaknat orang yang melakukan perbuatan kaum Nabi Luth (homoseksual)." (HR. At-Tirmidzi dan Ahmad dari Ibnu Abbas).


Al-Qur'an juga menyebutkan perilaku homoseksual kaum Nabi Luth as. dalam surah Al-A'raf: 81,


اِنَّكُمْ لَتَأْتُوْنَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِّنْ دُوْنِ النِّسَاۤءِۗ بَلْ اَنْتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُوْنَ


” … Sungguh, kamu telah melampiaskan syahwatmu kepada sesama lelaki, bukan kepada perempuan. Kamu benar-benar kaum yang melampaui batas.” Wallahua'lam bishshawwab.