LGBT ditoleransi Bagaimanakah Nasib Generasi?


Oleh Erna Tristyawati

Pendidik


Baru-baru ini kita disuguhi berita diadakannya ajang Miss Queen Indonesia 2021 di Bali. Millen Cyrus terpilih sebagai Miss Queen Indonesia 2021. Ia berhak mengikuti Miss Queen Internasional 2021 di Thailand. (terkini.id. 02/10/21) 

Hal ini semakin menunjukkan bahwa keberadaan LGBT atau yang sering kita sebut sebagai kaum pelangi semakin diakui dan bahkan mendapatkan dukungan dari negara. Mereka seperti mendapat angin segar setelah sekian lama keberadaan mereka mendapatkan penolakan dan bahkan tidak memiliki ruang gerak, karena di Indonesia, MUI telah mengharamkan LGBT yang tidak sesuai dengan norma agama, norma masyarakat dan norma susila.

Istilah LGBT menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah lesbian, yaitu pasangan perempuan dengan perempuan. Gay, yaitu pasangan laki-laki dangan laki-laki. Biseksual, yaitu orang yang mempunyai sifat kedua jenis kelamin (laki-laki dan perempuan). Transgender merupakan istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan orang yang melakukan, merasa, berpikir atau terlihat berbeda dari jenis kelamin yang ditetapkan saat mereka lahir.

Berdasarkan istilah di atas, LGBT merupakan perilaku yang menyimpang dan bahkan dalam Islam sangat diharamkan. Perilaku tersebut dapat mendatangkan azab Allah Swt. seperti yang pernah terjadi pada kaum Sodom pada masa Nabi Luth as. Namun ironinya, saat ini sering kita jumpai pelaku LGBT di kehidupan masyarakat yang semakin hari kian menunjukkan eksistensinya. Mereka merasa bahwa itu semua bukan bentuk penyimpangan tapi sebuah Hak Asasi Manusia yang harus diterima dan dihargai. Padahal hewan saja tidak pernah melakukan hubungan sesama jenis, namun mengapa manusia yang sudah Allah berikan akal bisa berbuat melebihi binatang?

Bagaimana nasib generasi negeri ini jika terus dipaparkan hal-hal seperti ini? Pemahaman bahwa LGBT bukan bentuk penyimpangan akan terbentuk. Anggapan bahwa hal itu bukan perbuatan yang menimbulkan dosa juga akan terbentuk. Tak jarang juga dijumpai kampanye LGBT secara halus dimasukkan dalam dunia perfilman. Generasi sekarang yang cenderung hanya membebek, akan memaklumi hal-hal seperti itu.

Sudah banyak kita jumpai korban yang ditimbulkan dari adanya LGBT. Namun sepertinya masih belum ada tanda-tanda negara menganggap hal ini adalah sebuah masalah. Negara justru terkesan berlepas tangan. Nasib generasi bangsa luput dari perlindungan negara. Ini semua karena kita hidup di sistem kapitalisme, dimana semua sektor kehidupan dinilai berdasarkan materi. LGBT tidak akan semakin berkembang pesat tanpa adanya bantuan dari pemilik modal. Mereka memang memiliki tujuan dari kampanye yang sedang mereka gencarkan.

Bagaimanakah Islam memandang hal ini?

Ketika Allah telah menurunkan seperangkat aturan, tentunya bukan tanpa alasan. Itu semua demi kebaikan hamba-Nya. Pergaulan dan hubungan antar manusia dalam rangka untuk melestarikan keturunannya, hanya bisa didapat dari hubungan lawan jenis, bukan hubungan sesama jenis. Dari hubungan sesama jenis, dampak negatif akan banyak ditimbulkan, salah satunya yaitu pemicu munculnya penyakit kelamin, seperti AIDS dan sipilis, karena mereka melakukan hubungan tersebut melalui jalan yang diharamkan yaitu melalui dubur. Pelaku LGBT juga rentan terhadap stress, dan kebutuhan pelaku LGBT terhadap materi juga sangat tinggi. Sering bergonta-ganti pasangan dan mereka memiliki sifat posesif. Bahkan mereka bisa nekat melakukan pembunuhan jika orang yang mereka cintai menjalin hubungan dengan orang lain. Ini hanyalah beberapa dampak negatif yang terlihat, masih banyak dampak negatif lainnya yang ditimbulkan. 

Dalam Islam Allah hanya menciptakan manusia dalam dua jenis saja, yaitu laki-laki dan perempuan, Allah Swt. berfirman:

“Dan Dia (Allah) menciptakan dua pasang dari dua jenis laki-laki dan perempuan (TQS. An-Najm, 53: 45)

Dan Allah juga berfirman:

“Wahai manusia Kami menciptakan kamu yang terdiri dari laki-laki dan perempuan.” (TQS. Al Hujurat, 49: 13)

Dari kedua ayat di atas menunjukkan bahwa Allah hanya menciptakan dua jenis manusia yaitu laki-laki dan perempuan. Tetapi pada kenyataannya seringkali kita jumpai di kehidupan saat ini banyak sekali orang yang memiliki status yang tidak jelas, bukan laki-laki dan bukan perempuan.

Sebagai umat muslim hendaknya kita menyikapi hal tersebut dengan bijak dan tegas sesuai syariat Islam. Tentunya kita tidak bisa mentolerir perbuatan mereka. Saat kita membiarkan hal tersebut terjadi, sama saja dengan kita membiarkan azab Allah menimpa kita semua. Kita tidak boleh membenci pelakunya, tetapi kita harus membenci perbuatannya.

Islam memberikan solusi guna mencegah perilaku LGBT yaitu dengan meningkatkan keimanan melalui belajar Islam secara menyeluruh, menjaga pergaulan, mencegah adanya pornografi, mengikuti kajian atau seminar tentang LGBT, adanya peran keluarga, masyarakat dan Negara yang akan menjaga keimanan kita. Tak kalah penting, diterapkannya aturan Islam akan melindungi dan menjaga dari adanya kaum LGBT yang akan membawa dampak buruk bagi lingkungan. Karena hanya dengan aturan Islam yang mampu memberikan efek jera bagi pelaku penyimpangam dan membuat orang takut untuk mendekati perilaku LGBT.

Wallahu a’lam bi ash-shawwab.