Kesejahteraan Merata ke Seluruh Pelosok Negeri Bukan Mimpi


Oleh Yanyan Supiyanti, A.Md

Pegiat Literasi, Member AMK


Sejahtera bisa didapat jika kebutuhan dasar rakyatnya terpenuhi dengan maksimal oleh negara. Baik pangan, sandang, papan, pendidikan, kesehatan, maupun keamanan. Untuk memenuhi kebutuhan dasar tersebut diperlukan infrastruktur yang merata dari kota hingga ke pelosok desa, tidak terkecuali.

Saat ini yang kita temui kemiskinan merajalela, penganguran meningkat, serta pembangunan infrastruktur yang tidak merata antara desa dan kota. Maka, yang terjadi adalah kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin. Rakyat yang hidup di desa tergiur mengundi nasib ke kota, untuk mendapatkan penghidupan yang lebih baik. Akhirnya, urbanisasi tidak dapat terbendung.  

Minimnya pembangunan infrastruktur desa bukannya negara tidak mampu dan tidak adanya alokasi anggaran. Namun, yang terjadi adanya ketidakmerataan anggaran yang tersedia. Pembangunan infrastruktur di kota-kota besar sedang gencarnya dikerjakan. Namun, sejatinya kemegahan kota besar tersebut hanya bisa dinikmati oleh segelintir orang yang memiliki modal. Tidak bermanfaat secara langsung bagi rakyat, terutama rakyat miskin dan di desa. 

Infrastruktur yang sedang dikebut saat ini seperti tol, LRT, MRT, IKN, hanyalah untuk kepentingan segelintir orang. Sedangkan infrastruktur dasar untuk rakyat seperti rumah murah, gedung sekolah, dan puskesmas di tengah kota tidak begitu tersentuh, apalagi di pelosok desa. 

Berbeda dalam negara khilafah, pemenuhan kebutuhan dasar rakyatnya akan terpenuhi dengan maksimal beserta infrastruktur yang merata antara desa dan kota. 

Perlindungan terbaik hanya ada dalam khilafah, yang akan melindungi dan memelihara jiwa, akal, agama, keturunan, harta, dan kehormatan rakyatnya. Problematika seluruh aspek kehidupan pun akan teratasi oleh khilafah, termasuk pembangunan infrastruktur.

Lapangan kerja di negara khilafah tersedia sangat luas untuk para pencari nafkah. Sehingga tidak ada lagi yang namanya pengangguran dan kemiskinan. 

Pembangunan infrastruktur akan menjadi prioritas utama negara khilafah untuk seluruh rakyat tanpa terkecuali.

Apalagi kebutuhan dasar rakyatnya akan terpenuhi dengan baik hingga kata sejahtera bukan lagi mimpi. 

Seperti pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang paling terkenal kesuksesannya dalam melakukan pemerataan kesejahteraan. Ketika diangkat menjadi khalifah, Umar serta merta menyerahkan harta kekayaan pribadi dan keluarga yang dia peroleh secara tidak wajar (misal, hadiah penguasa) kepada baitulmal. Pada akhir masa pemerintahannya, tidak ada satu orang pun yang mau menerima zakat, hingga harta di baitulmal penuh. Masyaallah. Rindukah kita akan masa itu? 

Wallahu a'lam bissawab.