Ilusi Jamin Pangan Halal di Sistem Sekuler

 


Oleh Krisdianti Nurayu Wulandari

Pegiat Literasi


Di dalam sistem Islam, negara akan menjamin ketersediaan makanan yang halal lagi thayyib. Sebab ini merupakan salah satu perkara penting yang harus dijaga dalam tubuh seorang muslim. 


Allah telah menyeru kita untuk memakan makanan yang halal lagi thayyib. Seruan ini tertuang dalam surat Al-Baqarah ayat 168 yang berbunyi:

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَرْضِ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

"Wahai manusia! Makanlah kalian dari (makanan) yang halal dan thayyib yang terdapat di bumi, dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya, setan itu musuh yang nyata bagi kalian"


Sebagai hamba-Nya yang taat, tentunya tidak ada pilihan bagi kita selain menjalankan seruan-Nya tersebut. Sebab tujuan kita hidup di dunia adalah untuk beribadah kepada-Nya. Bukan untuk yang lain. 


Akan tetapi, di tengah penerapan sistem sekuler saat ini, negara tidak dapat menjamin penerapan syariat Islam secara total. Salah satunya dalam hal pangan. Sebagai contoh adalah kasus berikut ini, bahwasanya terdapat oknum pedagang yang menjual daging anjing di Pasar Senen Blok III, Jakarta Pusat.


Manajer Umum dan Humas Perumda Pasar Jaya Gatra Vaganza memberikan klarifikasi bahwa benar adanya jika terdapat pedagang dari Perumda Pasar Jaya yang melakukan penjualan daging anjing tersebut di Pasar Senen Blok III. (Republika.co.id)  


Penjualan daging anjing yang dilakukan di salah satu pasar di DKI Jakarta yang membuat resah di tengah masyarakat mendapat tanggapan dari pakar hukum Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), yaitu Suparji Ahmad.


Suparji mengatakan bahwa dalam jual beli hewan yang bertujuan untuk dikonsumsi haruslah memenuhi tiga unsur, yaitu unsur keselamatan, kehalalan, serta kesehatan. Adapun terkait dengan jual beli daging anjing, ia menilai bahwa kegiatan tersebut akan berpotensi merugikan kesehatan konsumen. Salah satunya yaitu dapat memunculkan adanya penularan penyakit rabies. (RRI.Co.Id, 10/9/2021)


Hal ini sejatinya menunjukkan bahwasanya negara gagal dalam menjamin pangan halal bagi rakyatnya. Negara gagal melindungi rakyat dari produk-produk haram terutama dalam hal makanan yang darinya dapat saja merugikan kesehatan bagi rakyat. 


Di dalam sistem Islam, negara akan menjamin ketersediaan makanan yang halal lagi thayyib. Sebab ini merupakan salah satu perkara penting yang harus dijaga dalam tubuh seorang muslim. Apabila makanan serta minuman yang dikonsumsi adalah makanan yang halal dan thayyib, hal itu akan berpengaruh pada diri kaum muslim itu sendiri. Namun, lebih dari itu, ketataan terhadap perintah Allah menjadi dasar dalam setiap tindakan yang mereka perbuat.


Akidah Islam yang menjadi dasar bagi negara Khilafah, menjadikan semua urusan harus diatur sesuai dengan syariat Islam. Dari penerapan tersebut pastinya akan menjadikan sebuah negara yang baldatun thayyibun wa rabbun ghafur. Hal itu hanya bisa terjadi apabila syariat Islam diterapkan secara keseluruhan dalam naungan Khilafah. 

Wallaahualam bissawab.