Generasi Unggul dengan Program PIKR?


Oleh Tati Ristianti

(Komunitas Ibu Peduli Generasi)


PIK-Remaja adalah suatu wadah kegiatan program PKBR (Penyiapan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja) yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja guna memberikan pelayanan informasi dan konseling kesehatan reproduksi serta penyiapan kehidupan berkeluarga. Sebagai peralihan dari anak-anak ke masa dewasa, yang sangat menentukan bagi kehidupan masa depan mereka selanjutnya.

Program ini menghadirkan Pusat Informasi Konseling Remaja (PIKR) di berbagai wilayah, tak terkecuali di Kabupaten Bandung. PIKR bisa dijadikan media kampanye guna memberikan pelayanan informasi dan konseling kesehatan reproduksi serta penyiapan kehidupan berkeluarga untuk Generasi Berencana (GenRe). Hal itu bisa menumbuhkan semangat dan motivasi untuk ikut membangun bangsanya.

Sementara itu, Kepala DP2KBP3A Kabupaten Bandung, H. Muhamad Hairun menjelaskan, hadirnya PIKR di kalangan remaja bertujuan untuk memberikan informasi PKBR, Pendewasaan Usia Perkawinan, Keterampilan Hidup (Life Skills), pelayanan konseling dan rujukan PKBR. “Di samping itu, juga dikembangkan kegiatan-kegiatan lain yang khas dan sesuai minat dan kebutuhan remaja, untuk mencapai Tegar Remaja dalam rangka tegar Keluarga guna mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera,” tandasnya. https://bandung.pojoksatu.id/read/2021/09/28/

Menyiapkan kehidupan berkeluarga untuk generasi remaja, tidaklah mudah hanya dengan mengandalkan suatu program yang menjadi wadah bagi para remaja. Memang kaum remaja harus diperhatikan secara khusus, namun sayang program ini tidak akan menciptakan generasi unggul. Yang mana hubungan interaksi antara laki-laki dan perempuan tak ada batasannya, maka kasus aborsi, hamil di luar nikah, jiwa yang pesimis di kalangan remaja banyak terjadi. Karena sejatinya PIKR merupakan program liberalisasi seksual yang terselebung bagi remaja. Dan program ini sudah mengarah pada pendidikan seksual yang ujung-ujungnya menjerumuskan para remaja sebagai pelajar pada perilaku sex bebas, yang sangat merisaukan, tidak ada rencana ingin berkeluarga.

Program PIKR juga tidak lain merupakan salah satu bentuk pengarusutamaan gender, untuk menanamkan ide gender di kalangan remaja yang lahir dari liberalisme, yang paling menonjol di kalangan para remaja baik laki-laki maupun perempuan, sebagai pribadi dengan profil ala ide Barat dengan standar peradaban sekuler. Maka sangat mustahil menjadi generasi unggul dengan melakukan festival kabaret dan budaya Barat lainnya. Inilah sistem sekuler yang mana setiap idenya mereka mengambil pada peradaban Barat.

Di dalam Islam, pentingnya pendidikan terhadap anak remaja mendapatkan porsi yang sangat besar. Pendidikan adalah faktor penting terhadap eksistensi sebuah peradaban. Bahkan, bisa dikatakan bahwa pendidikan merupakan hal yang tidak bisa lepas dari kehidupan. Melalui pendidikan yang benar, maka kemajuan suatu bangsa dapat tercapai.

Salah satunya adalah dengan pendidikan moral serta keutamaan sikap dan watak yang wajib dimiliki oleh seorang anak hingga menjadi mukallaf (balig). Hal ini terus berlanjut secara bertahap menuju fase dewasa sehingga ia siap mengarungi lautan kehidupan. Keluhuran akhlak, tingkah laku, dan watak adalah buah keimanan yang tertanam dalam menumbuhkan agama yang benar.

Sementara remaja yang tanpa keimanan kepada Allah Swt. tidak mungkin terealisasi suatu perbaikan, kemapanan hidup dan lurusnya perilaku, yang ada semakin menyimpang dari jalan yang halal. Pribadi yang gemar berbohong, gemar mencuri, gemar mencaci-maki dan mencela, kenakalan dan penyimpangan yang tiada batas.

Mengajarkan masalah halal-haram setelah ia berakal, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Karir dan Ibnu Al-Mundzir, dari hadist Ibnu Abbas ra bahwa Rasulullah saw. bersabda yang artinya, "Ajarkanlah mereka untuk taat kepada Allah dan takut berbuat maksiat kepada-Nya, serta suruhlah anak-anak kamu untuk menaati perintah-perintah dan menjauhi larangan-larangan. Karena, hal itu akan memelihara mereka dan kamu dari api neraka."

Hanya Islam-lah yang memiliki paradigma yang menyeluruh dalam mengatasi tumbuh berkembangnya seorang anak, sehingga pada saat usia anak sudah semakin paham akan hukum-hukum halal dan haram, maka akan semakin terikat sejak dini dengan hukum-hukum syariat, maka ia akan mengenal keislamannya sebagai hukum dan konsep.

Wallahu a'lam bissawab.