Toilet Fantastis di Era Pandemi


Oleh D. Kusuma

Pemerhati Umat


Berita:

WOW .... Proyek Pembangunan Toilet Sekolah Telan Dana Rp104 Juta


Sumber :https://www.tvonenews.com/berita/nasional/4874-wowproyek-pembangunan-toilet-sekolah-telan-dana-rp104-juta


Proyek pembangunan toilet di sejumlah sekolah dasar di Kabupaten Pandeglang, Banten menelan biaya hingga ratusan juta rupiah. Jumlah tersebut terbilang fantastis, pasalnya bangunan toilet yang sudah rampung terlihat sederhana. Pembangunannya menelan biaya Rp104 juta yang berasal dari Dana Alokasi Khusus Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2021.(TvOnenews.com, 28/8/2021)


Komentar:


Ironis. Uang sebesar Rp104 juta dihabiskan hanya untuk membangun toilet ukuran  4X7 meter. Di dalamnya terdapat 4 ruangan yang dilengkapi dengan kloset jongkok, bak plastik, serta dua wastafel. Hal ini terjadi di SDN Salapraya 2, Kecamatan Jiput, Pandeglang.


Wow fantastis, masuk logikakah? Di mana hitung-hitungannya? Hal ini bukan hanya terjadi di SDN tersebut. Tak mungkin terjadi jika pelaksana dan semua yang terkait mempunyai rasa amanah.


Di era pandemi uang sebanyak itu mungkin lebih tepat untuk kepentingan para siswa yang harus belajar via online dengan memberikan subsidi pulsa untuk para siswa dan guru. Juga untuk subsidi orangtua yang dipusingkan dengan tidak memiliki handphone yang sesuai untuk memenuhi kewajiban online anak-anaknya. Mereka butuh uang untuk kebutuhan belajar online putra-putrinya. Belum lagi efek dari belajar online ini mata anak-anak terradiasi dengan layar handphone, sehingga menjadi kecanduan dengannya. Juga dengan lamanya pegang handphone menjadikan anak malas dan juga jemu karena tidak bisa berinteraksi dengan kawan-kawan sekolahnya. Juga sering melintas di layar handphone hal yang tidak sesuai dengan usia anak-anak sekolah. 


Sungguh miris fenomena ini. Sudah selayaknya umat kembali kepada aturan Allah yang begitu sempurna mengatur di segala lini kehidupan. Semua tertangani dengan baik jika umat bersama penguasa negeri kembali kepada sistem Islam secara kafah jelas berasal dari Zat Yang Mahakuasa.


Dalam sistem Islam tentu segala pengeluaran dan pemasukan wajib dicatat serta disaksikan oleh dua orang saksi laki-laki. Dilaporkan besaran biaya yang dikeluarkan sesuai kenyataan. Tanpa harus ada satu pun yang lupa tercatat ataupun tidak dilaporkan.

Allah akan meminta pertanggungjawaban atas semua yang kita lakukan. Segala sesuatu akan dipertanggungjawabkan kepada Allah. Rusaknya mental manusia tanpa menggunakan aturan Allah. Hanya aturan dari Zat Yang Maha Agung yang mampu menyelesaikan masalah secara sempurna.


Saatnya kembali kepada aturan Allah dengan bangga berislam kaffah.