Sistem Sekuler Gagal Menyediakan Makanan Halal Bagi Rakyatnya


Oleh Ir. H. Izzah Istiqamah

(Praktisi Pendidikan) 


Makanan adalah faktor penting bagi tubuh untuk memenuhi kecukupan gizi yang baik. Pemerintah seharusnya sangat memperhatikan tentang pelayanan makanan, karena makanan yang halal dan baik akan menjadikan tubuh mendukung berbagai aktivitas yang baik. Masyarakat harus gigit jari karena sistem sekuler telah gagal melayani kebutuhan makanan yang baik dan halal bagi masyarakat. 

Pakar Hukum Universitas Al-Azhar Indonesia, Suparji Ahmad menanggapi tentang masalah penjualan daging anjing yang membahayakan bagi kaum muslimin di salah satu pasar di DKI Jakarta yang sudah meresahkan masyarakat. Menurut Suparji Ahmad, jual beli daging hewan untuk dikonsumsi harus memenuhi unsur keselamatan, kehalalan dan kesehatan. (rri.com, 10/9/2021). 

Daging anjing Kembali beredar di pasaran yang membahayakan kaum muslimin. Pemerintah hanya menjadi pemadam kebakaran, baru bertindak saat kasus sudah merebak dan merugikan masyarakat muslim. 

UU Jaminan halal dan Lembaga perlindungan konsumen tidak bisa menjadi panglima penjamin pangan halal di masyarakat saat ini. Negara gagal melindungi rakyat dari produk haram yang juga merugikan kesehatan masyarakat.

Syariah telah mengharamkan umat Islam untuk memakan daging anjing. Islam juga telah memerintahkan umatnya untuk selalu menjauhi segala sesuatu yang najis, termasuk najis yang berupa daging anjing. Dan haram pula penguasa membiarkan penjualan daging anjing tersebut di tengah masyarakat muslim. 

Oleh karena itu, hal penting yang harus dilakukan oleh pemerintahan sistem Islam adalah mengawasi dengan ketat aktivitas jual beli di pasar. Para pelaku yang curang dan yang melakukan penipuan akan diberikan sanksi yang tegas. Hal ini dilakukan supaya para pelaku kejahatan tidak mengulangi lagi perbuatanya yang melanggar syariat Islam serta menjadi pendidikan efek jera bagi masyarakat lainnya. 

Allah Swt. mengharamkan beberapa jenis makanan dan minuman termasuk daging anjing dan hewan yang bertaring lainnya. Allah Swt. memerintahkan manusia untuk memakan makanan yang halal dan bermanfaat bagi tubuhnya. Manusia diperbolehkan memilih makanan apa saja asal memenuhi syarat makanan yang halal dan baik dari apa saja yang terdapat di bumi, dan dilarang atasnya mengikuti langkah-langkah setan, karena sesungguhnya setan itu adalah musuh kalian yang nyata.

Pemimpin adalah pengurus rakyat dan di hari kiamat kelak dia akan dimintai pertanggung jawaban atas rakyat yang dia urus. Salah satu tanggung jawab pemimpin negara adalah menyediakan pelayanan bahan makanan yang halal dan toyib. Di sinilah pentingnya bagi negara untuk melakukan pengawasan dengan ketat operasional pasar setiap hari, sehingga diminimalisir perbuatan para pelaku pasar yang tidak sesuai dengan syariah. Distribusi makanan di dalam pasar akan dikawal ketat oleh petugas pasar dari pemerintahan khilafah yang telah ditunjuk.

Untuk menyelesaikan berbagai masalah yang ada, negara harus bertindak sigap. Negara wajib menerapkan syariah Islam secara menyeluruh termasuk undang-undang tentang aturan makanan yang halal untuk kaum muslimin.

Namun demikian hanyalah khilafah, sistem negara yang sanggup menerapkan syariah secara kafah sebagaimana yang dicontohkan dan ditinggalkan oleh Nabi saw., lalu dilanjutkan oleh Khulafaur Rasyidin dan generasi selanjutnya. Oleh karena itu sistem Khilafah Rasyidah yang mengikuti manhaj kenabian wajib diperjuangkan dan menjadi tanggung jawab seluruh umat Islam. 

Wallâhu a’lam bi ash-shawâb.