Rakyat Mencuri di Tengah Sulitnya Ekonomi, Bagaimana Solusinya?

 


Oleh Nazwa Hasna Humaira

Pelajar dan Aktivis Dakwah


Kejahatan pencurian di tengah masyarakat masih saja menjadi berita yang mengkhawatirkan akan kurangnya keamanan dan kenyamanan, seperti aksi pencurian yang terjadi di Komplek Cibiru Indah V, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Pelaku beranggotakan 6 orang dalam menjalankan aksinya. Kejadian ini terekam dan menjadi viral melalui akun @bandungers_, di dalam video tersebut nampak 2 orang pelaku yang diamankan dan dihakimi oleh warga setempat. Hingga, mereka babak belur dan mengeluarkan darah pada bagian bibirnya.


Kejadian ini terjadi pada pukul setengah 3 shubuh. Mereka melaksanakan aksinya dengan membobol salah satu rumah warga dan mencoba mengambil motor CBR yang berada di rumah tersebut. Namun, kali ini aksinya gagal. Karena, mereka kepergok dan ditangkap oleh warga saat hendak mencuri motor tersebut. 


Ia pun mengaku bahwa motor yang ia gunakan untuk pergi ke tempat target tersebut adalah motor hasil curiannya di daerah Padalarang. Maka, Kini kedua pelaku telah diamankan di Polsek Cileunyi untuk mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya (Dikutip dari Jurnalsoreang, 26/08/2021)


Ekonomi Indonesia memang sedang tidak stabil, apalagi saat ini sedang terjadi pandemi Covid-19 yang melanda. Sehingga, banyak sekali masyarakat yang  terdampak secara ekonomi dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun, pemerintah tidak dapat membantu rakyatnya yang kesulitan itu. Membuat mereka menjadi melakukan kejahatan untuk memiliki sepeser rupiah dalam hidupnya.


Maka, kasus kejahatan pencurian di masa pandemi ini semakin meningkat, melihat banyaknya masyarakat yang terdampak. Hal ini terjadi dikarenakan adanya beberapa faktor:


1) Tidak adanya lapangan kerja yang diberikan oleh pemerintah kepada rakyatnya. Sedangkan kebutuhan yang harus mereka tanggung sangatlah banyak dan seiring berjalannya waktu harga kebutuhan tersebut meningkat.


2) Kurangnya pengawasan pemerintah dan polisi dalam memberikan rasa aman kepada rakyatnya. Sebab seharusnya pemerintah bertindak tegas dalam memberikan perintah kepada para polisi. Dengan memberikan tugas untuk berpatroli di seluruh tempat yang rawan akan pencuri. Sehingga, upaya ini akan membuat masyarakatnya merasa aman dari kejahatan-kejahatan yang terjadi di lingkungannya.


3) Lemahnya masyarakat dalam hal agama di kehidupannya. Sehingga, mereka tak takut dengan apa yang telah mereka lakukan, walaupun telah bertentangan dengan perintah dariNya. 


Faktor-faktor tersebut muncul disebabkan pemahaman masyarakat yang dipengaruhi ide sekuler kapitalisme. Suatu pemahaman yang mengedepankan manfaat dan materi tapi mengabaikan aturan agama. Mirisnya paham ini pun diadopsi oleh negara dan dijadikan landasan untuk mengatur masyarakat. Negeri dalam sistem sekuler kapitalisme hanya membuat masyarakatnya berada dalam jurang kemiskinan.


Sedangkan dalam sistem Islam, pemerintah akan menjamin kebutuhan-kebutuhan pokok rakyatnya. Sehingga, masyarakat tak akan kesusahan dan kemiskinan. pemimpin dalam sistem Islam akan membukakan lapangan kerja seluas-luasnya bagi warga masyarakat yang mampu bekerja. Upaya yang dilakukan pun bertujuan untuk meminimalisir kejahatan yang akan terjadi, seperti halnya pencurian.


Dan, jika masih ada masyarakat yang melakukan pencurian, pemerintah tak akan segan-segan memberikan hukuman kepada pelaku tersebut sesuai dengan syari'at Islam. Salah satu hukumannya, yaitu dengan di potong tangan. Sebab, dalam Islam aksi pencurian ini hukumnya haram. Sebagaimana Allah Swt. berfirman:


"Dan bagi pncuri laki-laki dan pencuri perempuan potonglah tangan keduanya (sebagai) balasan atas perbuatan yang mereka lakukan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana." (QS. al-Maidah [5]: 38) 


Ayat tersebut memiliki makna yang tegas, dengan maksud agar para pelaku pencurian akan jera dan tak akan mengulangi perbuatan haram tersebut yang berbahaya bagi dirinya ataupun diri orang lain. Sehingga, masyarakat akan berhati-hati dalam melakukan suatu perbuatan, dan selalu menimbang-nimbang haram/tidaknya perbuatan yang akan dilakukan. Dan, selalu meniatkan segala hal yang diperbuat karena Allah Swt.


Sebab, sistem Islam selalu membuat masyarakatnya agar tunduk, patuh, dan taat kepada perintahNya, selalu menjalankan Islam secara kaffah dalam kehidupan. Selalu memperkuat ilmu agama tanpa menyingkirkan ilmu dunia, sehingga menjadikan kehidupan dunia dan akhiratnya seimbang. 


Inilah yang akan terjadi bila sistem Islam dijadikan landasan berpijak untuk mengurus umat Umat tak akan kesulitan, menderita, bahkan hingga melakukan kejahatan yang Allah Swt. haramkan. Sebab, dalam dirinya terdapat kesadaran ruh antara dirinya dan juga Allah Swt. Sehingga, umat akan lebih terjaga dari hal-hal yang menyimpang dari agama.


Wallahualam bissawab.