Politik Demokrasi Mahal Harganya, Sistem Islam Harapan Umat


Oleh Imas Sunengsih

Aktivis Muslimah Ideologis


Pesta demokrasi mulai diperbincangkan, perhelatan yang menelan biaya yang tak sedikit, miliaran hingga triliunan rupiah. Bahkan baliho mulai bertebaran seantero kota menebar pesona untuk meraih suara. Inilah potret pesta ala demokrasi yang masih diagungkan sebagian besar masyarakat di negeri ini.

Saat ini calon pemimpin mulai tebar pesona, mencari sokongan dana dari para pengusaha. Mereka tak peduli halal atau haram segala cara dilakukan demi mencapai kekuasaan. Inilah realitas yang tak terbantahkan, kekuasaan yang dikuasai oleh penguasa dan pengusaha, yang pada akhirnya amanah dari rakyat tak tertunaikan. Mereka sibuk dengan kekuasaan dan kembalinya modal saat pesta demokrasi.

Menelisik aturan demokrasi memang sebenarnya bukan dari Islam. Sistem ini merupakan warisan dari kafir penjajah, yang secara sengaja dipasarkan ke negeri-negeri kaum muslim. Tujuannya adalah dalam rangka untuk melanggengkan eksistensi kafir penjajah untuk menguasai kekayaan negeri kaum muslim.

Fakta hari ini, ada sebagian kaum muslim yang menjadi penjaga, pengusung sekaligus pejuang demokrasi, mereka sengaja dijadikan agen kafir penjajah untuk membantu dalam melanggengkan sistem yang rusak agar tetap tertanam di negeri kaum muslim.

Dalam Islam, memilih pemimpin tidak perlu biaya yang mahal, karena kepempimpinan dalam Islam bersifat sentralisasi. Khalifah akan dipilih oleh umat melalui Ahl al-Halli wa al-Aqdi, sebagaimana yang pernah terjadi di Saqifah, memilih Abu bakar sebagai khalifah dan membaiatnya dengan baiat in'iqad dan pada hari berikutnya kaum muslim membaiat Abu Bakar di masjid dengan baiat taat. Dari kisah ini terlihat, dalam sistem Islam tidak ada biaya yang dikeluarkan miliaran atau triliunan rupiah, seperti yang terjadi saat ini.

Sistem Islam yang mulia ini, kini telah tiada, yang telah diruntuhkan oleh kafir penjajah sejak puluhan tahun silam. Akan tetapi sistem Islam dengan khilafah sebagai sistem pemerintahannya, akan kembali tegak di muka bumi ini, sebagaimana janji Allah Swt.: 

"Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang salwh di antara kalian, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan akan menukar (keadaan) mereka sesudah mereka berada dalam ketakutan mennjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku tanpa mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Siapa saja yang tetap kafir sesudah janji itu, maka mereka itulah orang yang fasik." (QS. an-Nur[24]: 55).

Begitupun dengan kabar gembira dari Rasulullah saw., pernah bersabda: "Selanjutnya akan muncul kembali masa kekhilafahan yang mengikuti manhaj kenabian." Setelah itu Beliau diam. (HR. Ahmad).

Akan tetapi, kafir penjajah tidak akan pernah tinggal diam, mereka akan terus menghalangi tegaknya kembali Daulah Khilafah ini. Berbagai upaya kafir penjajah terus lakukan, demi menghancurkan Islam dan umat Islam, Mereka menggunakan kebijakan melalui kaki tangannya.

Dengan demikian, umat Islam jangan tinggal diam menyaksikan penjajahan ini, terus bersatu dan berjuang bersama dengan kelompok dakwah ideologis yang konsen dalam memperjuangkan sistem Islam dalam naungan khilafah demi melanjutkan kehidupan Islam.

Wallahu a'lam bishshawab.