Peran Muslimah dalam Mewujudkan Perubahan di Tengah Pandemi

 


Oleh: Thohiroh Ranum


Sungguh miris dua tahun ini, keadaan yang berbeda dengan tahun sebelumnya, adanya pandemi yang kita rasakan. Pandemi ini, banyak menyebabkan kematian yang menyesakkan dada. Kondisi yang menakutkan dan menyulitkan, ditambah lagi kebijakan PPKM, yang saat ini malah terus diperpanjang. 


Menumpuk dan semakin menggunung masalah yang harus dipikirkan. Rasanya hari demi hari yang saya lewati semakin menjepit dan terhimpit. Luasnya dunia tidak lagi membuat napas begitu lega. Karena satu masalah belum usai, masalah lain pun datang bertubi-tubi. Selain itu juga kami rakyat harus mencari solusi sendiri.

Ibarat anak ayam yang sudah kehilangan induknya. Entah ke mana harus melangkah mencari solusi dari problema yang ada.


Hidup dalam negara kapitalisme, yang ujung-ujungnya rakyat kecil hanya jadi tumbal, sungguh rakyat yang senantiasa jadi korban. Para penanggung nafkah kelimpungan. Tak terkecuali kaum hawa pun ikut termarjinalkan.


Bisa dibayangkan kondisi rakyat kecil saat ini. Harusnya pemerintah  mengeluarkan kebijakan yang berpihak pada rakyat. Karena itu bentuk tanggung jawab mereka sebagai pemimpin. Namun faktanya malah abai dengan semuanya. 


Para pejabat malah enak dan masih bisa duduk manis menonton sinetron di televisi, hingga bisa komentar masalah sinetronnya.

Namun untuk urusan rakyatnya, enggan untuk mencari solusi yang tepat, tutup telinga dan mata, apalagi mau berkorban. Sedikit saja untuk bisa menurunkan gajinya sebagai pejabat yang triliunan itu, maka hal itu sudah bisa menolong masyarakat Indonesia dari himpitan ekonomi.


Berbicara peran, maka tidak luput dari tindakan ril, baik dalam kehidupan secara khusus maupun umum. Berbicara peran tidak hanya bersanding pada pembicaraan, tetapi pada pembuktian.


Ada poin penting bagi kita seorang muslimah agar berperan dalam mewujudkan perubahan di tengah pandemi, diantaranya: 

1. Lebih menguatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt., seperti yang tertuang dalam firman-Nya, "Sungguh, laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan perempuan mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar".


2. Melaksanakan kewajiban secara total. Dalam firman Nya "Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu".(QS. Al Baqarah ayat 208)

Contoh, dari mulai kita tidur sampai tidur kembali dipikirkan bagaimana agar senantiasa taat dan terikat aturan Allah.


3. Menutup aurat dan memakai jilbab

Dalam firman-Nya, "Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang. (Q.s Al Ahzab : 59).


Lalu ayat tentang menutup aurat. Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.(QS. An Nur ayat 31)


4. Akhlak yang baik, 

Contoh sabar dalam Firman-Nya "Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar”.(QS. Al Baqarah ayat 155).


5.Memiliki pengetahuan dan ilmu serta menggunakan akalnya.

Dalam firman-Nya "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.


6. Berbagi pengetahuan sebanyak-banyaknya dengan melakukan dakwah. Seperti dalam firman-Nya " Wahai anakku! Laksanakanlah salat dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang diwajibkan oleh Allah. (QS. Luqman ayat 17)

Ayat yang lain, Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. (QS. Al Imran ayat 110)


Seluruh poin tersebut amatlah penting bagi muslimah. Namun untuk mewujudkan sebuah perubahan maka haruslah dengan berdakwah. Karena dakwah adalah pencegahan dalam kemaksiatan. Artinya, dakwah tersebut haruslah dakwah yang memahamkan umat tentang pentingnya perubahan umat. Oleh karena itu artinya, dakwah tersebut haruslah dakwah politik. 


Dakwah politik adalah kegiatan dakwah yang menyeru pada umat agar umat peduli terhadap sesamanya dan mengingatkan penguasa agar mau menerapkan syari'at Islam secara kafah. Tentu ini adalah tanggung jawab yang luar biasa besar untuk kita seorang muslimah untuk mewujudkan perubahan hakiki. 


Oleh karena itu, kita tak bisa hanya berdiam diri saja, duduk-duduk santai atau terjebak dengan kewajiban domestik, akan tetapi melalaikan bahkan melupakan kewajiban publik. Maka muslimah harus bangkit, mari dakwah politik untuk mewujudkan perubahan hakiki pada umat agar diterapkan syariat Islam dalam naungan Khilafah Islam.