Momentum Hijrah Menuju Kemerdekaan Hakiki

 


Oleh : Desi Anggraeni Putri 

(Aktivis Subang Kota)


Masih berada pada bulan awal hijriah yaitu di bulan Muharram, momentum ketika Rasulullah beserta para sahabat melakukan hijrah dari kota Mekah menuju kota Madinah. Di ikuti dengan lahirnya bulan Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-76 tahun. Dengan menyungsung tema "Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh".


Ada pesan optimisme di balik tema tersebut.

"Indonesia Tangguh menghadapi berbagai krisis yang selama ini menempa," kata Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono lewat pesan singkat, Kamis (17/6/2021).


Seperti diketahui, berbagai krisis telah menimpa Indonesia mulai dari krisis 1998 hingga pandemi COVID-19. Namun Indonesia harus tetap tumbuh dan bangkit.


"Dengan ketangguhan dan berbagai upaya yang dilakukan di masa pandemi maka Indonesia akan tumbuh," ujar Heru. (Newsdetik.com, Kamis 17/06/2021)


Benarkah sudah merdeka?


Sebelumnya mari kita cek apa arti dari kata merdeka. Ternyata, menurut Wikipedia Merdeka adalah kata dalam bahasa Melayu dan Indonesia yang bermakna bebas atau tidak bergantung/independen.


Nyatanya tidaklah demikian. Walaupun dalam sejarah sampai saat ini Indonesia terbebas dari Belanda dan Jepang, bahkan terbebas dari penjajahan secara fisik. Nyatanya Indonesia masih terjajah. Bedanya, justru secara pemikiran.


Buktinya, perpolitikan di Indonesia sendiri masih di jajah sumberdaya alamnya melalui pemikiran. Kini yang sangat merajalela dilakukan oleh Korea Selatan, Amerika dan Cina.


Bukan hanya sumberdaya alam saja, tapi juga mulai dari dunia politik, ekonomi, hiburan bahkan sampai dunia pendidikan. Jadi secara fakta, Indonesia belumlah merdeka.


Slogan Tangguh dan Tumbuh


Dari slogan Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh nyatanya semua itu tak memiliki makna karena tanpa ada perubahan sebuah sistem.


Terbukti, bahwa sistem sekuler kapitalis sudah sangat jelas gagal mewujudkan kemerdekaan hakiki. Karena aturan yang diambil adalah aturan buatan manusia, yang memiliki keterbatasan dan lemah.


Maka sangat disayangkan, SDA dan SDM yang ada di Indonesia justru tidak dimanfaatkan dengan baik. Hanya mengambil keuntungan sekejap tanpa berpikir panjang demi rakyat. Semua hanya demi kepentingan para penguasa.


Hijrah Sistem Kufur Menuju Sistem Islam


Bobroknya sistem saat ini, rakyat pun sudah mulai jengah karena sikap pemerintah yang telah dzalim kepada rakyatnya.


Rakyat menjerit dengan kelaparan, rakyat menangis karena kesakitan, bahkan rakyat marah karena aturan yang lebih tajam kebawah dan tumpul ke atas.


Dengan momentum hijrah di bulan Agustus ini menjadikan sebuah cambuk. Bahwa Indonesia yang bermayoritas muslim mesti sadar dan paham, untuk bisa hijrah dari sistem kufur, aturan yang dibuat oleh manusia, menuju sistem Islam, yang seluruh aspek kehidupan ada aturannya dalam Islam yang langsung dari sang khalik.


Maka tak ada yang namanya kemerdekaan hakiki pada sistem sekuler, hanya merdeka untuk para penguasa bukan untuk para rakyatnya.


Hanya satu cara untuk mewujudkan kemerdekaan hakiki, yaitu membutuhkan penerapan Islam secara utuh dan sistematik untuk merdeka, tangguh dan tumbuh.