Childfree, Menyimpang dari Fitrah Manusia

 


Oleh: Nita Karlina (Aktivis Muslimah Kendari)


Pernikahan merupakan suatu ibadah sekaligus impian bagi para single yang sedang mencari separuh imannya. Bukan hanya untuk mencari pasangan hidup, sejatinya tujuan dalam suatu pernikahan yaitu untuk melestarikan keturunan. Namun bagaimana jika dalam pernikahan, mereka sepakat untuk tidak memiliki anak? Seperti yang dilansir Liputan6.com, 20/08/2021. Sosok YouTuber Gita Savitri mendadak jadi trending dan menjadi perbincangan di dunia maya. Wanita yang menetap di Jerman ini ramai disorot usai pengakuannya soal childfree mencuat dan menimbulkan pro kontra di kalangan warganet. 


Gita Savitri dan suaminya, Paul Andre Partohap, menilai punya anak atau tidak merupakan sebuah pilihan hidup. Ia juga membeberkan alasannya sehingga memutuskan untuk memilih childfree.Terlepas dari keputusannya, pemilik nama lengkap Gita Savitri Devi ini dikenal sebagai YouTuber sekaligus influencer. Dirinya kerap mengunggah video YouTube soal kesehariannya jadi mahasiswi di negeri orang. Istilah childfree ini digunakan bagi orang yang sudah menikah namun memilih sikap untuk enggan memiliki keturunan. Baik itu anak kandung, anak tiri maupun anak adopsi. Ada banyak alasan yang melatarbelakangi komunitas yang mengaku diri sebagai Childfree Community, di antaranya adalah kekhawatiran genetik, faktor finansial, mental yang tidak siap menjadi seorang ibu, bahkan alasan lingkungan.


Childfree : Menyimpang Dari Fitrah Manusia


Sikap atau komitmen untuk memilih childfree, sesungguhnya telah menyimpang dari fitrah sebagai manusia. Dalam diri manusia ada naluri yang di namakan naluri nau atau naluri kasih sayang untuk melestarikan keturunan. Sebagaimana firman Allah dalam Qs. Al- imran : 14. "Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).


Sudah menjadi fitrah manusia, kita senang terhadap lawan jenis, sehingga penyalurannya adalah dengan cara menikah. Kemudian tak dapat kita pungkiri bahwa anak - anak menjadi pelengkap kehidupan dalam berumah tangga. Dan hal itu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi pasangan suami-istri. Gagasan Childfree sangat membahayakan kelestarian hidup manusia. Jika gagasan ini terus berkembang  dan terus di terapkan dalam kehidupan mereka, maka yakinlah manusia akan mengalami kepunahan. Bagaimana bila yang memilih childfree ada ratusan, ribuan bahkan jutaan keluarga, maka kita akan melihat umat manusia akan mulai punah. Itu membuktikan bahwa gaya hidup childfree menyimpang dari fitrah manusia. Childfree akan membawa kehancuran bagi peradaban manusia. Childfree sesungguhnya adalah gagasan yang sudah lama di gaungkan oleh kaum liberalisme. Yang di mana mereka menganggap bahwa perempuan berhak atas dirinya. Mempunyai kedudukan yang sama seperti laki laki. Karena menurut mereka mengandung, melahirkan adalah suatu bentuk penjajahan terhadap perempuan. Pelaku childfree sesungguhnya dia tidak normal atau rusak fitrahnya, sehingga dia banyak mempunyai alasan, yang sebenarnya alasan yang berikan pun tidak dapat di terima oleh dirinya sendiri.


Childfree dalam pandangan islam 


Childfree adalah suatu komitmen yang haram dalam pandangan Islam. Jika seseorang menunda untuk mempunyai anak karena masih kuliah itu masih bisa di terima. Namun jika seseorang menunda memiliki anak karena takut tidak dapat menafkahinya, maka itu hukumnya haram. Terlebih jika sampai tidak ingin memiliki keturunan. Islam sangat memotivasi agar mempunyai banyak anak. Wanita yang mengandung, melahirkan dan menyusui serta membesarkan anaknya akan diganjar dengan pahala yang besar. Bahkan wafatnya seorang wanita karena melahirkan maka hal itu disamakan dengan syahidnya laki-laki di medan perang. Tak hanya itu, seorang anak yang telah dilahirkan akan menjadi investasi bagi orang tuanya. Ketika orang tua sudah wafat, maka doa anak yang sholeh akan mengalir kepada orang tuanya. Oleh karena itu kita tidak boleh takut memiliki anak. Anak bukanlah beban, melainkan karunia yang besar yang di berikan oleh Allah swt kepada kita. Wallahu'alam bishowab.