Tentara Asing Datang untuk Menguatkan Penjajahan?


Oleh Ir. H. Izzah Istiqamah

(Praktisi Pendidikan) 


"WahaiOrang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman setia(mu) [auliyaa], mereka satu sama lain saling melindungi." (QS. al-Maidah: 51). 

Palembang - Ratusan tentaraAmerika Serikat (AS) telah tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang untuk mengikuti kegiatan latihan bersama TNI AD. Ratusan tentara AS  tiba di RI dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat.(detiknews.com). 

Latihan bersama ini diklaim bahwasanya untuk meningkatkan kerja sama dan kemampuan prajurit TNI AD dengan AD Amerika Serikat dalam pelaksanaan tugas operasi.

Latihan ini menjadi latihan terbesar di dalam sejarah kerja sama antara TNI AD dan tentara AS. Latihan ini akan diikuti oleh 2.246 orang TNI AD dan 2.282 personel tentara AD AS dengan materi latihan Staff Exercise, Field Training Exercise, Live Fire Exercise, Medical Exercise, dan Aviation.

Latihan bersama asing biasanya menjadi pintu intervensi asing untuk menangani masalah. Seharusnya pemerintah terus mewaspadai tekanan dan intervensi asing dalam berbagai macam aspek. Apalagi di era pandemik, banyak sekali kepentingan AS yang ingin didesakkan di berbagai negeri atas nama program penanganan pandemik. 

Awas, negara-negara Barat telah terbukti mengeluarkan kebijakan pandemik yang egois, serta tidak peduli dengan kebutuhan bangsa lain dan sudah terbukti mengorbankan banyak nyawa rakyatnya yang setelah gagalnya segera mengatasi dampak kesehatan akibat pandemik. 

Amerika Serikat ini adalah negara super power yang kekuatan militernya terbesar di dunia. 

Kita harus waspada atas kebijakan kerjasama latihan militer tentara Indonesia dan tentara Amerika ini, karena selama ini keberadaan Amerika di Indonesia sangat merugikan rakyat Indonesia baik dalam mengolah hasil tambang minyak bumi, emas ataupun kerjasama yang lainnya. 

Tentara Islam yang terorganisasi di dalam suatu lembaga negara Islam berhukum fardhu sebagaimana kefardhuan jihad. Khilafah harus memiliki tentara Islam yang selalu siap siaga melaksanakan jihad dan tugas menjaga eksistensi kaum muslim dari kehancuran.

Tentara Islam dibentuk dari warga negara Khilafah Islamiyah. Lembaga negara yang bertanggung jawab dalam masalah ini adalah Amirul Jihad. 

Orang kafir boleh ikut dalam peperangan kaum muslim, atau kebolehan mereka diterima sebagai pasukan khilafah harus tetap mempertimbangan kemaslahatan kaum muslim serta tidak membahayakan keberadaan Islam dan kaum muslim. Tentara khilafah bertumpu sepenuhnya kepada kaum muslim, bukan pada keikutsertaan orang kafir, khususnya untuk merealisasikan hukum jihad fi sabilillah serta menyebarkan risalah Islam ke seluruh penjuru alam.

Siapa saja yang mau bergabung dalam pasukan khilafah niscaya mendapatkan kemuliaan dan kedudukan tinggi di sisi Allah Swt.

Tugas tinggi dan mulia, tentara khilafah adalah sebagai berikut: 

(1) Berangkat jihad fi sabilillah, baik dalam konteks mempertahankan wilayah khilafah dari serangan musuh, maupun menyerang negeri-negeri kufur (futuhat) untuk melenyapkan penghalang dakwah; 

(2) Berdakwah menyebarkan Islam dengan dakwah fikriyyah di tengah penduduk negeri-negeri yang telah dibebaskan; 

(3) Berupaya mempertahankan eksistensi Khilafah dari ahlul bughât.

Ketiga tugas di atas adalah tugas yang utama dalam Islam. Dalam hal jihad, Nabi Muhammad saw. menetapkan jihad adalah amal yang paling utama setelah iman.

Seseorang yang terbunuh saat jihad berhak mendapatkan keutamaan sebagai mati syahid. Telah disebutkan dalam hadis riwayat dari Anas bin Malik bahwa Nabi saw. bersabda:

"Tak seorang pun yang masuk ke dalam surga yang berhasrat kembali ke dunia, dan ia tidak menginginkan apa pun di dunia ini, selain mati syahid. Ia begitu berharap bisa kembali ke dunia, kemudian terbunuh sebanyak 10 kali, ketika memahami keutamaan (syahid).” (HR. al-Bukhari dan Muslim).