Solusi Tuntas Afghanistan itu Penerapan Syariah dan Khilafah

  



Oleh. Ir. H. Izzah Istiqamah

(Praktisi Pendidikan) 


Seharusnya kaum muslimin memimpin dunia dengan jumlah penduduk terbesarnya di dunia, namun mengapa terjadi malah sebaliknya. Kaum muslimin menjadi ajang penjajahan oleh negara-negara kafir barat dan timur, dijajah Aseng dan Asing. 


Jakarta, CNN Indonesia -- Gerilyawan Taliban dilaporkan telah menduduki Istana Kepresidenan di Afghanistan dan juga telah menduduki Ibu Kota Kabul.

Kelompok milisi itu juga menuntut adanya pengalihan kekuasaan secara penuh dari pemerintah Afghanistan ke tangannya. Minggu 15/08/20021


Berbagai potensi krisis terjadi di Afghanistan tidak lama setelah AS memutuskan untuk pergi keluar dari wilayah tersebut. 


Pasukan AS bercokol di Afghanistan sudah lama, sejak tahun 2001 dengan alasan mengawal proses demokratisasi dan menghalangi penguasaan oleh Taliban. Saat ini Taliban berusaha kembali ingin mengambil peluang mengganti pemerintahan ke arah Islam, namun public Afghanistan dan dunia sejak awal menunjukkan sikap kontra. 


Fakta Afghanistan menjadi bukti kuatnya intervensi AS dan asing di dunia Islam, AS mampu mengubah pola pikir dan sikap public muslim terhadap ajaran agamanya. 


Taliban seharusnya mencontoh metode Rasulullah untuk menegakkan Islam   dengan berfokus menyiapkan pemikiran islam umat dan tidak berkompromi sedikitpun dengan tawaran Barat. 


Amerika mencoba beberapa exit strategy untuk keluar dari Afghanistan. 


Pertama, Amerika mencoba melalui pemerintahan boneka, namun strategi ini gagal karena tidak mendapatkan dukungan dari rakyat Afghanistan. Rezim boneka ini dituding banyak melakukan korupsi, sehingga pemerintahan boneka ini tidak bisa mengendalikan Afghanistan.


Kedua, negosiasi dengan Taliban atas nama perdamaian. Namun lagi-lagi strategi ini juga gagal, karena banyak pihak yang meragukan bahwa pihak yang diajak bernegosiasi oleh Amerika benar-benar mewakili Taliban. Hal ini terbukti dengan peristiwa pecahnya berbagai perang di wilayah Afghanistan sekarang ini. Dan saat ini Taliban semakin banyak menguasai berbagai wilayah Afghanistan, menjelang penarikan pasukan Amerika.


Ketiga, Amerika mencoba dengan memanfaatkan negara-negara regional di sekitar Afghanistan yang selama ini digunakan untuk mengokohkan kepentingan Amerika seperti Pakistan dan Turki. Ataupun dengan menggunakan Rusia, seperti yang dilakukan oleh Amerika di Suriah.


Keempat, Amerika sengaja membiarkan Afghanistan tetap dalam kekacauan, tetapi tetap mempertahankan kepentingan-kepentingan vital Amerika seperti skenario di Irak.


Sejarah membuktikan bahwasanya di Irak, Amerika membiarkan negara ini kacau karena tidak ada satu kelompokpun yang berkuasa. Tetapi Amerika memastikan bahwa sumur-sumur minyak Irak masih berada dalam kendalinya.


Kemungkinan skenario terakhir ini akan ditempuh Amerika di Afghanistan. Dan saat ini sudah terlihat, dengan Amerika memprovokasi pemerintahan bonekanya atas nama pertahanan sipil untuk melawan apa yang Amerika sebut sebagai ancaman terorisme, dan itu mengarah pada Taliban. Akibatnya terjadi suplai-suplai senjata kepada masyarakat sipil.


Sangat jelas faktanya, kemungkinan besar akan menimbulkan kekacauan yang luas di Afghanistan. Dan dengan cara itulah Amerika dengan kelicikannya bisa menyelamatkan mukanya yang seolah-olah Amerika mengatakan, “Yang salah itu bukan kami, tapi yang berkelahi, yang bertikai, yang bertempur, yaitu mereka sendiri.”


Itulah kemungkinan upaya yang dilakukan oleh Amerika untuk menjaga citranya  di Afghanistan, setelah mereka itu meninggalkan Afghanistan. 


‌Mari kita belajar dari kasus di Afghanistan. Wahai kaum muslimin, Afghanistan hanya salah satu contoh wilayah penjajahan Amerika. Bahkan tidak sedikit negri-negri kaum muslimin yang dijajah secara halus, dengan dikeruk kekayaan sumber daya alamnya atas nama kerjasama. Umat harus faham syariah. Marilah kita mewujudkan persatuan Islam diseluruh dunia untuk melawan penjajahan Asing dan Aseng. Mari kita berjuang bersama sama dengan memahamkan umat, bahwasanya penting penerapan syariah dalam bingkai khilafah. Sesuai janji Allah dan kabar gembira dari Rasulullah, hanya khilafahlah satu-satunya institusi yang sanggup menyatukan tentara muslim seluruh dunia untuk mengusir para penjajah. Allahu akbar!