Ribuan Mahasiswa Putus Kuliah Akibat Kebijakan Negara Sekuler



Oleh. Ir. H. Izzah Istiqamah

(Praktisi Pendidikan) 


Remaja adalah generasi penerus masa depan yang mulia. Namun bagaimana mampu mewujudkannya jika sekolah saja harus dipersulit dengan biaya dan berbagai masalah yang menumpuk akibat kebijakan yang salah para penguasa negara. 


JawaPos.com – Pandemi Covid-19 memberikan efek luar biasa, tidak hanya membawa dampak di sektor kesehatan, tetapi juga di bidang ekonomi. Termasuk diantaranya adalah banyaknya mahasiswa yang harus putus kuliah. Infonya lebih dari setengah juta mahasiswa putus kuliah di masa pandemi Covid-19 ini.

Informasi ini disampaikan oleh Kepala Lembaga Beasiswa Baznas Sri Nurhidayah dalam peluncuran Zakat untuk Pendidikan di Jakarta secara virtual Senin (16/8).


Setengah juta mahasiwa putus kuliah karena faktor ekonomi dan sosial. 

Kebijakan penanganan pandemi tidak mencakup pembebasan  biaya sekolah/ kuliah. Ancaman kehilangan potensi intelektual generasi di depan mata. 


Penyebab kebobrokan ini karena sekulerisme dan kapitalisme sebagai dasar bagi sistem di negeri ini termasuk sistem pendidikan. Sekulerisme membuat sistem yang ditentukan menurut hawa nafsu manusia. Sistem akhirnya sarat kepentingan termasuk kepentingan bisnis. Selain itu sekulerisme juga yang membuat pendidikan di negeri ini jauh dari membentuk anak didik ketakwaan, akhlak mulia dan kepribadian islami anak.


Bagaimana sistem islam bekerja menghadapi situasi faktual dan menjamin terpenuhinya kebutuhan tiap individu rakyat ? 


Di dalam sistem Islam tujuan pendidikan adalah membentuk anak didik yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, memiliki karakter, menguasai sains teknologi dan berbagai keterampilan yang diperlukan dalam kehidupan. Namun terwujudnya generasi ideal ini hanya bisa terealisasi melalui sistem pendidikan Islam. Sistem pendidikan Islam bertujuan untuk mewujudkan generasi yang berakhlakul karimah. Tujuan itu akan direalisasikan secara terperinci dengan berbagai konsekuensi dengan biaya yang besar yang ditanggung oleh negara.


Sistem pendidikan Islam menjadikan akidah Islamiyah sebagai dasarnya. Karena itu keimanan dan ketakwaan juga akhlak mulia akan menjadi fokus yang ditanamkan pada anak didik. Halal haram akan ditanamkan menjadi standar. Dengan begitu anak didik dan masyarakat akan selalu mengaitkan peristiwa dalam kehidupan mereka dengan keimanan dan ketakwaannya.


DlPendidikan Islam akan melahirkan pribadi muslim yang taat kepada Allah, mengerjakan perintahNya dan meninggalkan laranganNya. Ajaran Islam yang mulia bukan sekedar hafalan tetapi dipelajari untuk diterapkan, dijadikan standar dan solusi dalam mengatasi seluruh persoalan kehidupan.


Ketika hal itu disandingkan dengan materi sains, teknologi dan keterampilan, maka hasilnya adalah manusia-manusia unggul yang berkepribadian Islam sekaligus pintar dan terampil. Kepintaran dan keterampilan yang dimiliki generasi mulia itu akan berkontribusi positif bagi perbaikan kondisi dan tarap kehidupan masyarakat.


Hal penting yang harus disiapkan untuk menyiapkan sarana dan prasarana adalah pendanaan yang memadai. 

Kualitas guru yang terlatih secara maksimal. Dan pastinya sangat besar dana yang dibutuhkan untuk penanganan sistem pendidikan islami maupun untuk memberikan gaji yang pantas untuk kesejahteraan para guru.


Rasulullah bersabda : 

"Barangsiapa yang hendak menginginkan dunia, maka hendaklah ia menguasai ilmu. Barangsiapa menginginkan akhirat, hendaklah ia menguasai ilmu. Dan barang siapa yang menginginkan keduanya (dunia dan akhirat), hendaklah ia menguasai ilmu." (HR. Ahmad)


Untuk mewujudkan semua itu, Islam menetapkan bahwa negara wajib menyiapkan dana yang cukup besar untuk menyediakan fasilitas pendidikan yang baik dan berkualitas secara gratis untuk seluruh rakyatnya. Daulah Islamiyah wajib menyiapkan berbagai sarana dan prasarana pendidikan. Membangun gedung-gedung sekolah dan kampus secara maksimal, menyiapkan buku-buku pelajaran, laboratorium untuk keperluan pendidikan dan riset, serta memberikan tunjangan penghidupan yang layak baik bagi para pengajar maupun kepada para pelajar. Hal penting yang harus memberikan dukungan adalah sistem Islam lainnya khususnya Sistem Ekonomi Islam maka hal itu akan sangat mudah direalisasikan.