Perhatian Fasilitas Kesehatan Lengkap Hanya dalam Islam

 


Oleh Jasli La Jate

(Anggota Komunitas Sahabat Hijrah Banggai, Sulteng) 


Jagat maya beberapa pekan lalu dihebohkan dengan video yang beredar berdurasi beberapa menit. Video itu terlihat menggambarkan seorang ibu yang sedang berjuang untuk melahirkan. Lebih mengharukan lagi, posisinya berada di tengah laut dengan transportasi perahu yang hanya muat beberapa orang saja.


Atas berkat perjuangan inilah, Gubernur Sulawesi Tengah, H. Rusdy Mastura memberikan penghargaan kepada Awanti A.Md. Keb dan Antania Ahmad, S.KM atas dedikasinya menjalankan tugas kemanusiaan dalam keadaan darurat melakukan pelayanan persalinan di atas kapal. 


Kronologi kejadiannya berawal saat ibu Sumarti Sawali (42 tahun) akan melahirkan anak ke 8 sehingga dirujuk dari Puskesmas Kec. Bangkurung menuju ke RS. Banggai di Kec. Banggai Tengah Kab. Banggai Laut. (Kabarbenggawi.com, 30/7/2021) 


Fasilitas Kesehatan Tanggung Jawab Negara


Perjuangan tenaga medis dan ibu yang melahirkan ini perlu diacungi jempol. Penghargaan kepada mereka rasanya tak cukup. Butuh yang lebih dari itu. Bagaimana tidak, dalam kondisi yang menyakitkan, pengorbanan nyawa menjadi taruhan, hidup atau mati. Ditambah ombak yang kapan saja siap menghadang. Plus alat medis yang serba terbatas. Sangat luar biasa perjuangannya. 



Sungguh, jika terjadi hal yang tidak diinginkan pada mereka, dunia mungkin tak akan memberitakan. Dunia mungkin tak akan melihat mereka. Tak akan ada yang peduli apalagi sampai viral di media sosial. Syukurnya mereka semua berhasil. Bidan bekerja dengan baik. Ibu dan bayi selamat.


Kejadian ini bukan hanya berbicara tentang tugas kemanusiaan, melainkan mempertanyakannya dimana peran negara dalam menyediakan layanan fasilitas kesehatan yang lengkap lagi gratis. Ini merupakan tugas penting negara.


Daerah yang dikelilingi laut, sudah seharusnya sejak lama kesehatan masyarakat diperhatikan. Menyediakan fasilitas kesehatan yang lengkap lagi berkualitas. Sehingga ketika ada yang membutuhkan pertolongan. Tindakan darurat cepat dieksekusi, tidak lagi kalang kabut.


Menyediakan fasilitas kesehatan yang memadai di setiap wilayah. Apalagi daerah tersebut berada di wilayah yang jauh dari ibukota. Transportasi darurat yang super cepat juga harus selalu siap siaga. Sehingga ketika ada pasien darurat, transportasi siap sedia. 


Bukti ideologi kapitalisme sekularisme yang dianut negeri ini tidak serius pada kesehatan. Padahal kesehatan adalah salah satu hal vital atau urgen yang dibutuhkan masyarakat. Apalagi mereka yang berada di pelosok wilayah pesisir. Fasilitas kesehatan begitu berharga. 


Makan dari sini, butuh sistem yang memperhatikan kesehatan masyarakat. Sistem yang akan melindungi dan memberikan kesehatan masyarakat secara maksimal. Hal ini tidak akan dijumpai di sistem sekarang. Karena sistem saat ini berasaskan manfaat. Semua dipandangan dengan kaca mata untung rugi. Termasuk kesehatan masyarakat. 


Islam dengan segala aturannya bisa mewujudkan kesehatan masyarakat secara maksimal lagi gratis berkualitas. Sebab aturan Islam bersumber dari pencipta manusia. Sistem aturan berlandaskan Al-Qur'an dan as-Sunnah sehingga seluruh pandangan kehidupan menggunakan kaca mata rida-Nya. Termasuk fasilitas kesehatan. 


Islam sangat memperhatikan nyawa manusia. Satu nyawa begitu berharga dibandingkan dunia dan seisinya. Tak heran penjagaan terhadap nyawa begitu diperhatikan. Seorang khalifah sebagai pengatur negara, akan menyediakan fasilitas kesehatan yang berkualitas dengan biaya gratis. 


Rumah-rumah sakit akan dibangun dengan fasilitas lengkap. Bagi yang berada di daerah pesisir, transportasi emergency mobile siap sedia setiap waktu. Tenaga medisnya pun terdidik dan terlatih. Semua ini dilakukan atas dorongan mendapatkan ridah-Nya. 


Inilah negara bila berasaskan rida-Nya. Semua akan diperhatikan dengan sebaik mungkin. Bukan hanya sudah terjadi peristiwa atau ada pasien, baru disediakan fasilitas. Semua disediakan jauh hari sebelum ada pasien. Sebab, kebutuhan pokok masyarakat menjadi tanggung jawab negara. Termasuk pendidikan, kesehatan, dan keamanan. Sehingga semua menjadi perhatian negara. Tidakkah kita ingin merasakan Kesehatan dalam Islam? 

Wallahualambissawab