Penerapan Sistem Islam, Mewujudkan Kesehatan Rakyat

 


Oleh. Ir. H. Izzah Istiqamah

(Praktisi Pendidikan) 



Islam memerintahkan bagaimana seharusnya seorang pemimpin mengurus rakyatnya, dan di hari kiamat kelak dia akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah swt. Jadi seharusnya sudah menjadi kewajiban pemimpin melayani secara gratis kebutuhan pokok rakyatnya termasuk urusan kesehatan. 


Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan agar harga tes polymerase chain reaction (PCR) diturunkan. Jokowi meminta agar biaya tes PCR di kisaran Rp 450 ribu hingga Rp 550 ribu.Minggu 15/8/2021

(detiknews.com) 


Harga PCR atau swab harus semurah-murahnya!!! Negara harus hadir memastikan ini. Siapkan dana terbaik.Mengapa negara lain bisa lebih murah dari kita saat ini? 


Setelah banyaknya kritik dari masyarakat atas mahalnya biaya tes PCR dan antigen mandiri, pemerintah akan menurunkan harganya. 


Namun negara juga mengevaluasi/ audit Lembaga2 penyelenggara tes agar tetap memberi pemasukan bagi negara. 


Hal ini membuktikan bahwasanya  negara selalu bertransaksi dan melakukan perhitungan secara ekonomi dengan rakyatnya. Bukan melayani/riayah/. Inilah  watak negara kapitalistik


Dalam islam bila testing termasuk bagian dari upaya memisahkan antara orang sakit dan sehat dan merupakan satu rangkaian dari penanganan pandemi, maka semestinya bebas biaya.  Bahkan ini harus dilakukan kepada seluruh masyarakat. 


Tugas pemerintah adalah mengendalikan dan mengatasi pandemi Covid-19. Keselamatan nyawa manusia lebih penting daripada ekonomi. Apalagi jika hanya sekadar memenuhi kepentingan ekonomi segelintir orang, yakni para kapitalis (pengusaha/pemilik modal).


Maka dari itu solusinya tidak lain dengan syariah Islam. Syariah Islam akan memudahkan negara mengatasi wabah pandemi. Tentunya juga tanpa mengganggu syiar Islam dan ibadah kaum Muslim. Nyawa manusia pun bisa terselamatkan. Ekonomi juga pasti tetap bisa berjalan.


Isolasi/karantina merupakan tuntunan syariah Islam saat wabah terjadi di suatu wilayah dan pernah dilakukan oleh Rasul saw. 


Tindakan isolasi/karantina atas wilayah yang terkena wabah tentu dimaksudkan agar wabah tidak meluas ke wilayah lain. Karena itu suplay berbagai kebutuhan termasuk keperluan makanan dan kesehatan untuk daerah itu tetap harus dijamin. 


Daerah-daerah produktif itu bisa menopang daerah yang terjangkit baik dalam pemenuhan kebutuhan hidup  maupun penanggulangan wabah. Dengan begitu perekonomian secara keseluruhan tidak akan terdampak.

Kita harus menerapkan aturan sebagaimana petunjuk Rasul saw. itu harus dilakukan dua hal: Pertama, menjaga jarak antar orang. Kedua, harus diketahui bahwasanya siapa yang sakit dan siapa yang sehat untuk dipisahkan.


Jaga jarak dilakukan dengan physical distancing seperti yang diterapkan oleh Amru bin ‘Ash dan alhamdulillah berhasil.


Adapun untuk mengetahui siapa yang sakit dan yang sehat, maka petugas harus dilakukan 3T (test, treatment, tracing). Kecepatan dalam melakukan 3T itu menjadi kunci. Harus dilakukan tes kepada rakyat yang akurat secara cepat, masif dan luas.  Tracing kontak orang yang positif. Mereka yang positif dirawat secara gratis ditanggung negara dengan pelayanan terbaik. 

Mereka yang sehat tetap bisa menjalankan berbagai aktivitas kesehariannya. Mereka tetap dapat beribadah dan meramaikan ruang masjid. Mereka juga tetap menjalankan aktivitas ekonomi dengan nyaman dan tetap produktif. Dengan begitu daerah yang terjangkit wabah tetap produktif sekalipun menurun dari sebelumnya.


Cara yang sesuai dengan petunjuk syariah akan menjadikan nyawa dan kesehatan rakyat tetap bisa dijaga. Agama dan harta (ekonomi) juga tetap terpelihara. Kebijakan inilah inilah sebagai solusi terbaik yang semestinya diambil dan dijalankan sekarang ini. Syariah Islam bertujuan untuk memelihara agama, nyawa dan harta manusia.


Nyawa seseorang benar-benar dimuliakan dan dijunjung tinggi dalam islam. Perlindungan dan pemeliharaan syariah Islam atas nyawa manusia diwujudkan melalui berbagai hukum yang harus diterapkan. Salah satunya adalah melalui pengharaman segala hal yang membahayakan  dan mengancam bagi jiwa manusia.