Penerapan Aturan Islam Solusi Pandemi Covid-19


Oleh Lisa Azzahra

(Aktivis Mahasiswa) 


Hari demi hari terus berjalan. Entah sampai kapan penderitaan negeri ini akan berakhir. Berita kematian karena pandemi terdengar setiap hari. 

Jakarta - per Juni lalu dilaporkan ada 675 orang yang terjangkit Covid-19 dan melakukan isolasi mandiri dinyatakan meninggal dunia. Tenaga kesehatan pun berduka ada 206 yang gugur saat merawat pasien terinfeksi virus Corona. (detiknews.com). 

‌Dilihat dari banyaknya pasien isoman yang meninggal kita dapat menemukan bahwa pemerintah gagal dalam berperang melawan covid seperti kurangnya fasilitas rumah sakit, kesedian oksigen sehingga banyak rakyat yang memilih isoman tanpa tahu ilmu dan alat yang digunakan untuk isoman. Virus Covid-19 menambah banyaknya urusan negara. Dan negara itu harus menyelesaikan permasalah global ini sendiri. Indonesia juga termasuk, dan bisa kita lihat bahwa sedang tidak baik.

‌Seorang muslim diharapkan ikut dalam bagian untuk membasmi masalah global sekarang ini.

‌Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha: "Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang masalah tha’un, lalu beliau mengabarkan aku bahwa tha’un (penyakit sampar, pes, lepra) adalah sejenis siksa yang Allah kirim kepada siapa yang Dia kehendaki." 

‌Benar jika sekarang ini ada suatu pemecahan masalah untuk arahan berpikir, mengganti era sekarang, dan tentu ideologi yang bagus bahkan lebih dari kapitalisme dan komunisme.

‌Dengan buruknya ikatan semu bersifat lokal tampak tidak cocok untuk kesejahteraan masyarakat.

‌Pandemi ini sembuat semakin jelas bahwa dunia ini bila dicontohkan sesuatu tempat, dan hatus ada suatu sistem yang dibangun menjadi satu, sehingga tidak bisa bergerak sendiri.

‌Contoh, dalam peradaban Islam, Zaman Sayyidina Umar ra. Syam pernah terjadi pandemi hebat. Sang Khalifah Sayyidina Umar ra.  mengambil kebijakan lockdown dengan berbagai konsekuensinya, karena Syam adalah bagian dari Khilafah Islamiyah. Pandemi dan bebagai dampaknya berhasil ditangani.

‌Apakah masa yang akan datang terjadi krisis ekonomi, krisis sosial, krisis pangan? Wallahu a‘lam. Yang sangat terlihat zahir saat ini yaitu krisis solusi, dampak dari krisis ideologi. Berpotensi berujung pada krisis peradaban.

‌Maka ke depan saat ini kita harus antisipasi krisis pangan dengan memanfaatkan ruang agar pemenuhan kebutuhan pangan, ada yang lebih tak kalah penting bagi seorang kaum muslim harus mempersiapkan diri jika terjadi perubahan besar dunia akibat krisis peradaban.

‌Maka ketika terjadi wabah, wacana dan wawasan ilmu kita tidak hanya berpatokan pada aspek bahasan seputar hudhurul jumu’ah, soal zakat untuk pemenuhan asnaf, soal shaf salat, tetapi lebih luas kita mencoba melihat gagasan Islam secara menyeluruh. Contoh sistem ekonomi Islam, pelayanan kesehatan dalam pespektif Islam, Sistem pemerintahan Islam termasuk penyelesaian masalah Islam dalam menangani pandemi.

‌Di kondisi saat ini, negara harus melakukan kewajiban syar’inya karena penguasa merupakan pelayan bagi rakyatnya. Ketika tersebar wabah menular, negara juga harus menjamin pelayanan kesehatan berupa pengobatan dan obat secara gratis untuk semua rakyat, membangun rumah sakit dan laboratorium pengobatan dan lainnya yang merupakan kebutuhan rakyat seperti halnya sandang, pangan, pendidikan dan keamanan.

Akhirnya, dengan keadaan yang seperti ini, kita benar-benar butuh suatu negara Islam dan seorang khalifah yang adil, yang berusaha mengangkat masyarakat dari jurang krisis dan kemiskinannya, menegakkan keadilan bagi mereka yang tertindas, mengurusi urusan mereka dengan cara yang menjamin keamanan dan martabat rakyat dengan penerapan hukum Allah di tengah-tengah mereka, dan menjauhkan negeri dari penindasan kaum penjajah.