Kepribadian yang Hakiki

 


Oleh

IndriLoveKhodijah

(Ibu Rumah tangga)


Dear sobat muslimah ....

Menurut kalian kepribadian yang baik itu tolak ukurnya apa, sih? Apa sesuai yang kita pelajari dulu di bangku sekolah kalau orang yang berkepribadian baik itu yang pintar, suka menolong, bergotong-royong, tidak sombong, rajin menabung dan lain sebagainya. Kalau menurut Wikipedia sendiri kepribadian itu keseluruhan cara seorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain atau bisa juga ciri-ciri yang menonjol pada individu. Misal, seorang pemalu maka dikatakan berkepribadian pemalu.


Sering tidak kita mendengar jika orang yang sempurna itu kategorinya berkepribadian menarik, cantik dan pintar seperti yang digembar-gemborkan media melalui berbagai ajang kontes kecantikan. Bukan hanya cantik, tapi seorang wanita juga harus pandai dan punya sopan santun.


Secara konteks, kita pasti membenarkan apa yang mereka jargonkan. Eits ... Jika melihat dari faktanya itu sekadar jargon semata. Beberapa kontestan ternyata menuai banyak kontroversi. Mulai dari yang terlibat kasus narkoba sampai ada yang transgender. (Liputan6.com, 14/12/2018)


Nah sobat, ternyata kepribadian manusia itu terbentuk dari pola pikir dan pola sikapnya. Jika ada yang mengatakan bentuk tubuh, wajah ataupun kesempurnaan fisik merupakan faktor yang membentuk dan memengaruhi kepribadian seseorang maka salah besar.


Pola pikir adalah cara yang digunakan untuk memikirkan sesuatu yang kemudian menghasilkan sebuah keputusan sesuai yang diyakini. Jadi, jika seseorang memikirkan tentang sesuatu untuk mendapatkan sebuah keputusan yang sesuai dengan aturan Islam maka pola pikirnya adalah pola pikir islami, jika tidak demikian maka pola pikirnya selain Islam.


Demikian juga dengan pola sikap merupakan cara untuk memenuhi tuntutan naluri dan kebutuhan jasmani berdasarkan apa yang diyakini. Jika ia memenuhi tuntutan tersebut berdasarkan aturan Islam, maka pola sikapnya adalah pola sikap islami, begitupun sebaliknya.


Jadi seseorang dikatakan berkepribadian yang khas dan unik jika pola pikir dan pola sikapnya berdasarkan pada keyakinan yang sama. Jika pola pikir serta pola sikapnya Islam maka disebut berkepribadian islami, jika tidak maka berkepribadian selain Islam.


Seseorang yang mempunyai kepribadian Islam, antara pola pikir dan pola sikapnya harus sejalan. Ia mesti mampu berpikir dan bertindak sesuai aturan Islam. Sebagai contoh, ketika seorang wanita muslimah mengetahui hukum berjilbab adalah wajib ketika keluar rumah (pola pikir islami) maka ia akan berusaha untuk memenuhi tuntutan hukum tersebut dengan mengenakan jilbab sesuai syariat (pola sikap islami).


Jika seseorang mempunyai pengetahuan yang luas tentang hukum-hukum Islam serta mampu menjelaskan secara rinci tentangnya tetapi tidak berusaha untuk mengaplikasikan dalam kehidupannya, maka belum bisa dikatakan ia berkepribadian Islam. Begitupun ketika seseorang bersemangat untuk melaksanakan hukum-hukum atau kewajibannya sebagai seorang muslim, tapi pola pikirnya tidak sesuai Islam, maka dipastikan ia tidak berkepribadian Islam. Misal seseorang yang semangat berpuasa tapi di hari yang diharamkan berpuasa, ia akan melakukan suatu kebodohan.


Di sinilah pentingnya kita sebagai muslim untuk berthalabul 'ilmi. Sehingga Pola pikir dan pola sikap Islami bisa menjadikan kita seorang yang berkepribadian hakiki. Rasulullah bersabda, "Menuntut ilmu wajib bagi muslim laki-laki dan perempuan. (HR Ibnu Majah)


Wallahu a'lam bi ash-shawwab