Kaum Muslimin Akan Merdeka Jika Menerapkan Syariat Islam


Oleh Lisa Azzahra

(Aktivis Mahasiswa) 


Kaum muslimin di Indonesia itu kaya raya dengan hasil tambang, hasil hutan dan hasil lautnya. Namun sayangnya kekayaan yang melimpah itu tidak bisa dinikmati oleh rakyatnya. Berbagai aturan kebijakan dari Aseng maupun Asing telah mengekang pemimpin negri ini, sehingga kemerdekaan itu hanya semu.

Pada HUT RI Ke-76  dengan bertema 'Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh'. Terdapat pesan optimisme di balik tema tersebut.

"Indonesia Tangguh menghadapi berbagai krisis yang selama ini menempa," kata Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono lewat pesan singkat, Kamis (17/6/2021). (Detiknews.com). 

"Ayo ambil sikap sempurna, berdiri tegak pada Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Hari Ulang Tahun ke-76 Republik Indonesia, saat lagu Indonesia Raya berkumandang. Indonesia tangguh, Indonesia tumbuh”

Seruan dalam memperingati detik proklamasi kemerdekaan dan slogan HUT RI ke-76 Indonesia Tangguh dan Tumbuh tidak mempunyai makna tanpa ada perubahan sistem.

Disebabkan, sistem sekuler kapitalistik sekarang ini terbukti gagal dalam mewujudkan kemerdekaan hakiki dan hanya terdapat kerapuhan maupun pertumbuhan semu ketika bangsa melawan tantangan pandemi. Sebuah ironi di tengah besarnya SDM dan SDAE.

Bangsa ini butuh menerapkan sistem Islam secara utuh dan sistemik untuk merdeka, tangguh dan tumbuh.

Merdeka Sesungguhnya

Merdeka bagi negara tak hanya kemerdekaan yang diungkapkan secara de facto dan de yure. Tetapi lebih dari itu, sehingga kemerdekaan bisa dirasakan oleh seluruh rakyat dan rakyat berada dalam kondisi yang bisa dikatakan merdeka sesungguhnya. 

Dalam Islam, merdeka bermakna bukan hanya sekadar terlepas dari sebuah penjajahan. Bagi individu, merdeka bermakna bebasnya diri dari penyembahan dan perbudakan kepada manusia dan beralih kepada penyembahan kepada Tuhannya manusia. Imam Ali ra. berkata, “Seorang budak beramal karena takut hukuman, pedagang beramal karena menginginkan keuntungan, dan orang merdeka beramal karena mengharapkan keridaan dari Allah Swt.”

Bagi sebuah negara, makna merdeka adalah negara berdaulat dalam mengatur negaranya sendiri dengan sebuah aturan yang telah ditetapkan oleh Allah Swt.

Kemerdekaan dengan berdasarkan Islam yang didapat suatu negara, akan lahir sebuah negara yang berdaulat sesungguhnya dan bebas dari intervensi asing. Negara itu sudah memiliki dasar jelas yang bisa melahirkan peraturan yang mampu menyelesaikan seluruh permasalahan dari yang kecil sampai besar, maka tidak perlu melihat atau membandingakan dengan kebijakan di negara lain. Negara yang  berlandaskan Islam, dapat berdiri tegak mengelola kehidupan rakyatnya berdasarkan sebuah aturan yang nanti akan membawa pada kebaikan dan kesejahteraan.

Dalam sejarah telah terbukti bahwa negara berlandaskan sistem Islam mampu menjadi negara adidaya dan berdaulat. Dimulai dari awal masa kepemimpinan Islam di zaman Rasulullah, wilayah Islam yang mulanya hanya di Madinah dapat meluas sampai menguasai Jazirah Arab. Kemudian dilanjutkan oleh khalifah-khalifah sesudahnya, semakin lama wilayah Islam semakin melebar luas bahkan bisa menjadi saingan besar kekaisaran Bizantium di masa itu. Tidak hanya wilayah saja yang meluas, di masa kekhilafahan Abasiyah Islam mampu mencapai golden age dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi serta kesejahteraan yang dirasakan oleh rakyatnya. Tim Wallace-Murphy menyampaikan dalam bukunya yang berjudul what Islam did for us: undertanding Islam’s constribution to western civilization, “Utang barat terhadap Islam adalah hal yang tak ternilai harganya dan tidak akan pernah dapat terbayarkan sampai kapan pun”.

Ini yang dimaksud kemerdekaan sesungguhnya bagi sebuah bangsa. Kemerdekaan yang akan memberikan kebangkitan bagi rakyatnya. kemerdekaan yang hanya bisa diraih saat menjadikan Islam sebagai landasan dalam mengatur kehidupan.