Kasus Covid Melonjak, Bukti Gagalnya Negara


Oleh Nurhayati

(Komunitas Menulis Setajam Pena)


Pemerintah benar-banar dibuat kalang kabut dengan adanya wabah covid ini. Dalam mengatasi pandemi, posisi Indonesia tidak bisa dikatakan bagus, ketinggalan jauh dari negara-negara lain. Berbagai kebijakan ditempuh untuk mempersempit ruang gerak Covid-19. Yaitu kebijakan PPKM ber-level pun diperpanjang penerapannya, dengan harapan bisa meredam lonjakan Covid-19.


Tetapi yang dilakukan belum menunjukkan hasil yang baik. Kerja keras dokter dan jajaran kesehatan memang dikuras habis-habisan dalam hal ini. Belum selesai kasus di pulau Jawa-Bali, ternyata provinsi-provinsi lain di kawasan negeri katulistiwa menuntut perhatian dari pemerintah pusat.

Saat memimpin rapat terbatas evaluasi perkembangan dan tindak lanjut PPKM 4 melalui daring pada Sabtu, 7 Agustus 2021 Jokowi selaku kepala negara menyampaikan bahwa ada 5 provinsi di luar Pulau Jawa-Bali mengalami kenaikan dalam kasus Covid-19. Provinsi yang mengalami kenaikan yang cukup tinggi adalah Kalimantan Timur (Kaltim), Sumatera Utara (Sumut), Papua, Sumatera Barat (Sumbar) serta yang terakhir Kepulauan Riau.

Presiden melihat angka-angka kenaikan yang tinggi pada kasus covid di 5 provinsi ini pada 5 Agustus 2021. Yang teringgi terjadi di Kalimantan Timur, terdapat kasus aktif 22.529 kasus. Urutan kedua di provinsi Sumatera Utara terdapat 21.876 kasus. Di Papua 14.989 kasus, selanjutnya Sumatera Barat 14.496 kasus, dan yang terakhir adalah Kepulauan Riau 13.958 kasus covid.

Kepala negara juga mengatakan pada 6 Agustus 2021, 3 provinsi mengalami kenaikan kasus baru. Kasus tersebut terdapat di Sumut, naik menjadi 22.892 kasus, Kepulauan Riau 14.993 kasus dan di Sumbar menjadi 14.712 kasus. Dan lonjakan kasus terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada tanggal 1 Agustus masih tercatat 886 kasus, sempat mengalami penurunan pada 2 Agustus menjadi 410, Kemudian 3 Agustus 2021 naik 8 kasus, dan pada 6 Agustus mengalami lonjakan yang sangat besar menjadi 3.598 kasus. (sindonews.com, 7/8/2021).

Ketidaksiapan Pemerintahan

Indonesia memang negara kepulauan. Ini adalah salah satu kelebihan yang dimiliki oleh negeri cantik ini. Akan tetapi saat terjadi sebuah bencana alam atau musibah lain, seperti saat terjadi wabah Covid-19 ini, ada beberapa hal yang mempengaruhi lonjakan di luar Jawa. 

Kurangnya tenaga kesehatan, terlebih dalam hal ini dokter yang bertugas di luar Jawa ataupun propinsi terpencil tidak sebanding dengan dokter yang berada di daerah perkotaan atau pulau Jawa. Tidak semua dokter atau calon dokter mau ditempatkan di luar pulau Jawa. Dokter yang menangani kasus corona mengalami ketimpangan.

Demikian juga dengan perawat. Tenaga medis yang terdiri dari dokter dan perawat yang bertugas di Luar Jawa hanya 1.1% atau 1.787 orang. Jumlah yang besar tinggal di Jawa sebesar 98.9% Untuk dokter spesialis tentunya juga sama. Mereka lebih banyak melayani pasien di pulau Jawa.

Infrastuktur dasar pun kurang mendukung. Pembangunan infrastruktur dasar seperti listrik, air bersih dan sanitasi yang layak, akan membantu meningkatan kesehatan masyarakat. Kondisi semacam ini masih agak sulit tercipta di Luar Jawa. Belum lagi ketersediaan infrastruktur fisik kesehatan yang tidak merata. Dengan ketidakmerataan infrastruktur mengakibatkan tidak maksimalnya tenaga kesehatan dalam melayani rakyat dan menghambat masyarakat dalam memafaatkan sarana kesehatan. Indonesia dengan kondisi geografisnya yang berbeda-beda mempunyai tantangan tersendiri.

Dalam kasus covid, masalah tabung oksigen menjadi alat vital. Saat terjadi ledakan kasus covid di pulau Jawa saja, kita sering disuguhi berita tetang kekosongan tabung oksigen pada sebuah rumah sakit. Bagaimana bila hal seperti ini terjadi di luar Jawa? Tentunya akan lebih memprihatinkan. Belum lagi dengan kebutuhan kantong darah untuk kasus yang lebih parah.

Keadaan ini diperparah dengan pemahaman masyarakat yang rendah tentang Covid-19. Banyak dari masyarakat kurang menyadari akan bahaya dari virus ini. Mereka beranggapan penyakit ini sama dengan jenis penyakit yang lain, atau bahkan sebagian masyarakat masih menganggap Covid-19 adalah rekayasa.

Pemerintah Harus Berbenah

Dengan adanya peningkatan jumlah kasus wabah covid, tentunya pemerintah harus berani mengambil langkah yang lebih tepat. Negara melakukan lockdown terhadap propinsi yang mengalami lonjakan. Dan yang terpenting negara melakukan lockdown terhadap warga asing yang masuk ke wilayah Indonesia. Di saat melakukan lockdown pemerintah melakukan pemenuhan kebutuhan masyarakat selama masa itu berlangsung.

Dengan menambah fasilitas kesehatan. Memberikan pelayanan kesehatan yang baik terhadap masyarakat. Baik di pulau Jawa maupun kepulauan yang lain, sebab wilayah Indonesia tidak hanya pulau Jawa saja. Pos anggaran kesehatan lebih dimaksimalkan, dengan mengesampingkan terlebih dahulu infrastruktur selain dalam bidang kesehatan.

Sebab kesehatan masyarakat lebih utama dibandingkan pembangunan fisik yang lain. Selain itu pemerintah juga harus memberikan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya mengetahui wabah. Contoh yang terbaik diberikan oleh para pejabat di dalam menghadapi wabah. Bangun kepercayaan rakyat bahwa negara sanggup memberikan pelayanan yang terbaik pada rakyatnya.

Wallahu a'lam bishshawab.