Hijrah Bareng Kunci Sukses Kemajuan


Oleh Nadhifah Zahra. SE


Mantan Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro mengatakan, mimpi Indonesia menjadi negara maju harus kandas apabila pada 2045 belum mampu lepas dari jebakan negara pendapatan menengah. Oleh karena itu, 100 tahun kemerdekaan RI harus menjadi tenggat waktu agar naik kelas menjadi negara maju. (CNN Indonesia)

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan untuk lepas dari jebakan pendapatan menengah itu, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia harus mencapai 6 persen, sementara itu Berdasarkan perhitungan Bappenas, pertumbuhan ekonomi Indonesia pasca 1998 tidak pernah kembali ke skenario trajectory (tren) pertumbuhan ekonomi tanpa krisis. Dimana pertumbuhan ekonomi selama ini selalu macet di posisi 5 persen.

Mampukan negeri gemah ripah loh jinawi ini mewujudkan impiannya menjadi negara maju? Jika tetap berharap pada pengaturan sistem kapitalis yang justru makin menenggelamkan negeri ini dalam kubangan jerat utang ribawi, bahkan pertumbuhan ekonomi yang mereka bangga-banggakan hanya dinikmati oleh segelintir orang, bahkan oleh korporasi asing. 

Jika tetap berharap pada sistem kapitalis ini, maka bisa dipastikan impian menjadi negara maju akan menjadi impian tanpa kenyataan.

Muharram yang selalu identik dengan momentum hijrah menuju ke arah yang lebih baik, tahun ini bertepatan dengan bulan Agustus tepat 100 tahun kemerdekaan negeri ini. Perlu kiranya kita menjadikan momentum Muharram kali ini untuk melakukan introspeksi bangsa ini, bukan sekadar introspeksi diri. Apakah sudah mampu melakukan hijrah menuju bangsa yang lebih baik atau bahkan semakin mundur dan terpuruk?

Mendudukkan Kembali Makna Hijrah

Hijrah secara bahasa bermakna perpindahan dari suatu keadaan menuju pada keadaan yang lain. Maka hijrah itu identik dengan perubahan tentunya perubahan pada suatu yang lebih baik.

Semangat hijrah ini, tentunya dimulai dari sebuah kesadaran perlunya adanya perubahan dari keadaan saat ini menuju pada keadaan baru yang hendak diwujudkan. Kesadaran ini sendiri muncul karena ada muhasabah atau introspeksi. Maka penting melakukan introspeksi atas keadaan yang kita alami saat ini.

Maka yang kita saksikan saat ini kezaliman demi kezaliman terjadi, terlebih di saat pandemi ini mereka menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan korporasi. Urusan nyawa rakyat dianggap lebih rendah daripada urusan pertumbuhan ekonomi. Belum lagi masalah pengelolaan SDA yang justru diobral kepada asing semakin melengkapi bukti bahwa negeri ini adalah kacung bagi negara adidaya, yang tidak memiliki posisi tawar, bahkan menjadi objek jajahan.

Maka sudah selayaknya peringatan momentum hijrah saat ini menjadi modal bagi kaum muslimin untuk menemukan jati dirinya menjadi umat terbaik, karena peristiwa hijrah Rasulullah saw. sesungguhnya adalah perubahan masyarakat dari sistem jahiliah menuju masyarakat Islam dengan diterapkannya sistem Islam. Maka tidak boleh kita mencukupkan memaknai hijrah ini hanya sekadar hijrah secara individu, tetapi harus melakukan hijrah bareng umat Islam membentuk masyarakat Islam.

Namun disayangkan semangat hijrah seperti ini nyaris hilang, meski diperingati secara berulang-ulang, tetapi hanya dipandang sebagai peristiwa sejarah masa lalu serta tidak dihubungkan dengan masa depan umat Islam. Bahkan hijrah hanya sekadar dimaknai secara individual sejalan dengan pengarusan sekularisme dan deidiologisasi Islam, melalui ide moderasi Islam yang digencarkan saat ini.

Hijrah bareng bukan sekadar hijrah individual

Umat Islam adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia sehingga umat Islam akan tampil dengan karakter aslinya yaitu sebagai pemimpin kebaikan dan memegang teguh keimanan ketika berpegang teguh pada Islam dengan menegakkan sistem Islam.

Selama berabad-abad lamanya sistem Islam telah mampu mengemban dan menyampaikan keindahan ajaran Islam, hingga kerahmatan Islam telah sampai ke seluruh penjuru dunia termasuk ke negeri ini.

Maka tugas kita untuk meluruskan kembali makan hijrah, bukan sekadar hijrah individual tetapi harus melakukan hijrah bareng untuk kebangkitan umat Islam dalam mewujudkan sistem Islam di muka bumi ini, dengan mengambil ideologi Islam secara kafah. Umat Islam harus bersungguh-sungguh dalam memahami dan mendakwahkan ideologi Islam di tengah-tengah umat. Karena ideologi Islamlah satu-satunya yang akan mampu membawa kebangkitan dan juga kemajuan umat Islam.

Wallahu a'lam bishshawab.