Hijrah akan Menjadikan Indonesia Maju

 


Oleh Ummu Najmi

Kontributor Media Lenteranyahati


Sudah 76 tahun Indonesia merdeka, namun pada kenyataannya negara ini baru merdeka dari penjajahan fisik. Pada aspek lainnya seperti ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan, kita belum bisa dikatakan merdeka.


Dalam aspek ideologi kita masih menerapkan ideologi yang dibawa oleh penjajah ke negeri ini, yaitu ideologi kapitalisme liberal. Perjalanan masa lalu bangsa ini telah memberi kita banyak sekali pelajaran, berbagai upaya perubahan akhirnya berujung pada kegagalan. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan yang dilakukan adalah perubahan semu.


Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan untuk bisa lepas dari jebakan negara pendapatan kelas menengah (middle income trap), pertumbuhan ekonomi Indonesia harus bisa mencapai 6 persen pada 2022 mendatang. Bila itu bisa dicapai, ia yakin Indonesia bisa naik kelas menjadi negara maju pada 2045. Berdasarkan perhitungan Bappenas, pertumbuhan ekonomi Indonesia pasca 1998 tidak pernah Kembali ke scenario trajectory  (tren) pertumbuhan ekonomi (tanpa krisis). Pasalnya, pertumbuhan ekonomi selama ini selalu macet di posisi 5 persen. ”Pemulihan ekonomi pasca covid-19, kami berharap kalau kita based pada 2022 dengan tingkat pertumbuhan 6 persen, maka trajectory (tren pertumbuhan ekonomi)  yang  panjang tadi  tanpa krisis  bisa kembali lagi pada 2029,“ ujarnya dalam webinar CSIS dan transformasi Ekonomi menuju Indonesia 2045.(CNN Indonesia, Rabu, 04/08/2021)


Keinginan negara Indonesia untuk maju merupakan suatu tujuan yang positif namun perlu dipikirkan kriteria Indonesia maju. Sekedar pertumbuhan ekonomi atau negara paripurna yang mampu menyejahterakan rakyatnya sekaligus membentuk dan menjaga kepribadian bangsa yang cemerlang. Tentunya kita berharap Indonesia maju adalah Indonesia paripurna.


Indonesia yang bertransformasi dari kemiskinan  menuju kesejahteraan, dari   meniru menjadi pelopor, dari terjajah menjadi merdeka hakiki, dari kegelapan menuju cahaya. Perubahan menyeluruh itu adalah perubahan sistemik.


Perubahan untuk mencapai harapan itu adalah dengan jalan hijrah. Hijrah bersama dari sistem demokrasi sekuler menuju sistem Islam.


Inilah momentum yang tepat, semangat hijrah yang dimiliki umat sepatutnya diarahkan bukan hanya sekadar menperbaiki individu tetapi juga negara.


Untuk mewujudkan cita-cita Indonesia menjadi maju mungkin bukan suatu perkara yang mudah tentu ada hambatan dan tantangan yang harus dihadapi dari berbagai arah.


Lantas apa dan bagaimana menghadapinya tentu karena yang harus diubah adalah sistem maka jawabannya adalah adanya kekuatan akidah Islam. Akidah yang dimiliki oleh setiap individu dapat mewujudkan perubahan jika akidah Islam yang diyakini adalah akidah menyeluruh. Tak hanya tentang Allah sebagai al Khaliq (pencipta) namun juga Allah al-Mudabbir (Pengatur). 


Dengan keimanan yang kuat tentang Al-Mudabbir kita  semakin memahami bahwa Allah menurunkan berbagai peraturan dalam seluruh aspek kehidupan, tak terkecuali aturan bernegara.


Dengan pemahaman ini maka  tidak perlu khawatir karena Allah akan memberikan kekuatan. Maka dibutuhkan kerjasama seluruh komponen rakyat untuk mewujudkan Indonesia negara maju dan negeri baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Allah Swt. berfirman,


“Sungguh, bagi kaum Saba’ ada tanda (kebesaran Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri, (kepada mereka dikatakan), makanlah olehmu rezeki yang (dianugrahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik (nyaman) sedang (Tuhanmu) adalah Tuhan yang Maha Pengampun.” (QS Saba: 15)


Ayat itu menunjukkan bahwa Allah menjanjikan pada orang-orang Saba, ampunan Allah atas dosa-dosa mereka dan anugerah-Nya bagi kebaikan tempat tinggal mereka, kedua hal itu adalah harmonisasi anatara keberkahan negeri dan kesalehan penduduknya.


Oleh karena itu sudah seharusnya kita bersama-sama mewujudkan cita-cita Indonesia maju dengan cara menerapkan Islam secara kaffah dalam setiap aspek kehidupan sehingga Indonesia yang  baldatun thayibatun warabbun ghafur dapat diwujudkan.

Wallahu a'lam bishawab.