Virus Terus Melaju, Ekonomi Terus Melambung


Oleh Zulhilda Nurwulan

(Relawan Opini Kendari)


Pertumbuhan ekonomi selalu menjadi alasan pemerintah tetap membiarkan para pelaku usaha beroperasi sekalipun dalam masa pandemi seperti saat ini. Hal ini selaras dengan rapat yang digelar Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Konawe Selatan bersama Wakil Bupati, Rasyid didampingi jajaran pemerintah Kabupaten Konawe Selatan. Dalam rapat ini dibahas tentang cara pemilihan ekonomi yakni melalui pengembangan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Kabupaten Konawe Selatan. Hal ini guna mendorong pertumbuhan ekonomi ditengah pandemi Covid-19 sekaligus guna optimalisasi program kerja yang telah dibentuk.

Sepintas, program ini seolah membawa angin segar bagi masyarakat kecil terutama bagi mereka yang ter-PHK atau kehilangan pekerjaan sebagai dampak dari pandemi Covid-19. Sehingga, adanya pengembangan sektor UMKM tentunya memberikan peluang bagi masyarakat kecil dan menengah untuk mengembangkan usaha mereka demi bertahan hidup di tengah kondisi Covid-19 seperti sekarang ini. 

Sejatinya, penguasa memang bertanggung jawab memenuhi kebutuhan rakyat, termasuk menyediakan lapangan pekerjaan. Akan tetapi, perhatian pemerintah terhadap ekonomi sepertinya membuat mereka lupa dengan keselamatan masyarakat yang menyebabkan banyaknya celah yang terbuka untuk penyebaran virus sehingga mengakibatkan tingkat kematian akibat Covid-19 terus bertambah.

Keuntungan Ekonomi di Atas Segalanya

Bukan kali pertama jika ekonomi selalu menjadi prioritas dalam sistem kapitalis-sekuler. Seolah, kehidupan manusia hanya berdasarkan atas asas ekonomi tanpa ada campur tangan aspek yang lain. Tak tanggung-tanggung, pemerintah bahkan membuat aturan khusus yang mengatur terkait UMKM dan usaha ekonomi yang lain agar ekonomi tidak tetap melenggang sekalipun di tengah wabah. Aturan ini terkandung dalam RUU Cilaka. Memang benar, krisis ekonomi semasa covid mengakibatkan banyaknya masyarakat yang kehilangan pekerjaan bahkan memenuhi kebutuhan pangan saja sulit. Namun di masa pandemi, seharusnya keselamatan nyawa menjadi prioritas di atas ekonomi. Inilah pola urus rezim kapitalis yang lebih memprioritaskan ekonomi ketimbang nyawa rakyat. Tabiat sistem kapitalis yang berporos pada keuntungan materi tidak akan pernah menyimpan simpati kemanusiaan terhadap rakyat walaupun sedikit.

Awal Juli lalu, pemerintah menyelenggarakan Munas Kadin (Musyawarah Nasional Kamar Dagang dan Industri) yang berpusat di Kendari, Sulawesi Tenggara. Dalam pagelaran tersebut turut dipamerkan  produk UMKM milik pelaku usaha. Pagelaran tersebut mengakibatkan kerumunan massa yang tertarik pada produk UMKM. Walhasil, setelah kegiatan tersebut berakhir tercatat 10 dari peserta Munas Kadin dinyatakan positif Covid-19. Sayangnya, hal ini tidak dijadikan pelajaran oleh pemerintah daerah sebagai bahan muhasabah terhadap bahaya covid. 

Kemudian, kebijakan PPKM darurat yang diterapkan pemerintah sejatinya makin menambah kemungkinan kenaikan jumlah kasus Covid-19. Sejatinya, PPKM ini hanyalah bualan pemerintah yang menghindar dari tanggung jawab untuk membiayai kehidupan masyarakat selama masa pandemi. Sehingga, pemerintah tetap memberi akses bagi para pelaku usaha untuk tetap beroperasi selama setengah hari. Hal ini tidak lain sebagai salah satu upaya pemerintah untuk tetap menerima keuntungan ekonomi dari pelaku UMKM yang masih beroperasi di masa pandemi. Padahal, virus covid tidak mengenal waktu jika ingin menjangkiti seseorang. 

Islam, Solusi Tuntas Atasi Wabah

Islam sebagai agama sekaligus ideologi sejak awal hadir dengan berbagai solusi dalam memberantas problematika kehidupan. Islam tidak sebatas mengatur msalah agama melainkan hingga pada kemaslahatan umat. Sejak pemerintahan Islam runtuh di tangan kafir penjajah, umat senantiasa berada dalam kesengsaraan. Hak ini karena perilaku penguasa zalim yang menerapkan sistem selain buatan Allah Swt. 

Pandemi Covid-19 sejatinya perlu dipandang sebagai ujian ketakwaan seorang hamba terhadap Rabbnya. Bukan semata masalah kesehatan yang hanya perlu penanganan medis melainkan perlu menghadirkan kedekatan ruh antara manusia dan Pencipta, Allah Swt. 

Wabah Covid-19 adalah salah satu peringatan bagi kepemimpinan zalim manusia yang abai terhadap aturan Allah Swt. Sehingga, begitu mudah bagi Allah mencabut atau bahkan memperparah kondisi Covid-19 di bumi ini. Sikap cuek pemerintah terhadap bahaya Covid-19 ini mengakibatkan mereka selalu salah langkah dalam mengambil solusi. Kebijakan pemerintah dalam menangani Covid-19 mulai dari PSBB hingga PPKM darurat terbukti tidak mampu menghentikan lonjakan kasus Covid-19. 

Solusi lockdown atau karantina wilayah yang terbukti mengakhiri pandemi covid di beberapa negara tidak membuat Indonesia memilih kebijakan tersebut untuk diterapkan. Padahal, jauh sebelum negara ini berdiri Islam telah membuktikan pernah berhasil mengakhiri wabah dengn cara lockdown atau karantina wilayah. 

Sikap angkuh pemerintah telah membutakan mereka dari solusi nyata yang diajarkan Islam. Kesombongan mereka terhadap hukum Islam menyebabkan Allah selalu mendatangkan bencana sebagai bentuk peringatan. Sayangnya, kerakusan terhadap dunia telah membuat pemerintah dan antek-anteknya diperintah oleh uang hingga akhirnya lupa terhadap ketundukannya kepada Rabbnya. 

Dengan demikian, pandemi Covid-19 akan sulit berakhir dengan penanganan yang berorientasi kapitalis, sehingga perlu solusi yang memanusiakan dan menyejahterakan ynag tidak lain hanya akan lahir dari sistem Islam. Allahu a'lam bishshawab.