Oleh Marvha Mirandha

(Aktivis Mahasiswi)


Pandemi memang belum berlalu. Belakangan Indonesia pun kembali mengalami lonjakan drastis terkait dengan penyebaran virus corona. Maka tak ayal kebijakan pemerintah pun kembali dirubah.

Ketika pandemi menerpa Indonesia pertama kali, banyak yang menyarankan untuk mengambil kebijakan lockdown, namun ini tidak bisa dilakukan begitu saja, mengingat pemerintah masih mempertimbangkan dampak ekonomi bagi rakyat. Maka kemudian dibuatlah kebijakan PSBB dan kini pun berganti menjadi PPKM skala mikro. Aturan ini memang sedikiti melonggarkan kegaiatan masyarakat dengan memulai pola hidup new normal. Kebijakan ini pun dianggap paling sesuai karena masyarakat masih bisa menjalankan aktivitas ekonomi.(Merdeka.com, 01/07/21).

Selain itu PPKM dilaksanakan di ruas wilayah Jawa-Bali. Ahmad Yohan Anggota Komisi XI DPR Fraksi PAN menyatakan, "Jika merujuk pada regulasi pembatasan mobilitas yang beredar terkait PPKM darurat, maka PPKM Darurat hanya berlaku secara domestik di wilayah Jawa dan Bali saja. Artinya, mobilitas warga asing ke Indonesia masih dibuka/diberikan kelonggaran," (Viva.co.id, 04/07/21).

Tak dapat dipungkiri pemerintah memang telah mengupayakan sebaik mungkin untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi akibat pandemi. Namun kebijakan ini belum berfokus pada kebijakan penyelamatan nyawa, mengingat masih begitu mempertimbangkan penyelamatan ekonomi. Di zaman kapitalisme sekarang ini memang sangat susah untuk menjauhkan keuntungan materi dari kehidupan. Maka jelas kapitalis tidak akan mengorbankan penyelamatan ekonomi demi penyelamatan lainnya.

Lalu kemudian muncul pertanyaan, bagaimana seharusnya masalah ini ditangani? Maka Islam telah memberikan jawaban akan pertanyaan ini, dalam Islam nyawa warga sangat berarti bahkan meski harus mengorbankan penyelamatan ekonomi. Sistem Islam akan memastikan keamanan rakyat tanpa perhitungan terkait untung rugi maka lockdown bukanlah hal yang tidak mungkin dalam Islam.

Di sisi lain sistem Islam memiliki sistem perekonomian yang independen dan tangguh yang mampu meriayyah dan mengurusi rakyatnya tanpa perlu mengorbankan ataupun membahayakan nyawa rakyat. Maka dengan sistem Islam inilah pandemi akan diatasi, yakni sesuai metode yang telah dicontohkan terlebih dahulu seperti yang terjadi pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Sehingga pemfokusan penyelamatan nyawa rakyat akan lebih terjamin dalam Islam tanpa khawatir dengan keuntungan materi. Wallahu a'lam bishshawab.

 
Top