Peminat Vaksinasi Semakin Tinggi


Oleh Nisa Rahmi Fadhilah

(Member AMK)


Semenjak lonjakan kasus Covid-19 semakin tinggi, masyarakat berbondong-bondong untuk memproleh vaksin agar menekan angka kesakitan dan kematian akibat Covid-19. Seperti di daerah Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung yang mendaftarkan diri untuk pelaksanaan vaksinasi mencapai antara 310-600 orang per hari. Padahal sebelumya, target pelaksanaan vaksinasi antara 200-400 orang per hari itu sempat susah karena terpengaruh berita hoax terkait vaksinasi sehingga banyak masyarakat yang merasa takut untuk divaksin. Dikutip dari Galajabar.com (16/07/21).

Namun sayangnya, ketika sudah banyak masyarakat yang sadar akan vaksin tetapi yang terjadi di lapangan, masih banyak pula masyarakat yang menjadi waiting list untuk vaksinasi. Bupati Bandung mengatakan saat ini baru mencapai sekitar 300 ribu, masih tersisa sekitar 2,1 juta sasaran. Dikutip dari Galajabar.com (16/07/21).

Bagian dari penyelesaian masalah pandemi  adalah mengoptimalkan layanan kesehatan dengan menemukan obat bagi penyakit. Vaksin adalah bagian dari upaya yang harus dilakukan dalam pengobatan sehingga penyediaan alat dan barang, pendistribusiaannya, dan fasilitas yang ada harus dipenuhi dengan optimal.

Dalam Islam, fungsi dari pemerintah yaitu  sebagai pelayan rakyat (raa’in) menuntutnya untuk menjamin pemenuhan kebutuhan  dasar kesehatan masyarakat termasuk kebutuhan pengobatan bagi yang sakit. Pembiayaan untuk semua itu diambil dari kas Baitul mal, baik dari pos harta milik negara maupun harta milik umum. Sehingga masyarakat mendapatkan haknya dengan  baik tanpa perlu menunggu lama. Ini semua  akan terjadi jika Islam diterapkan di tengah-tengah kehidupan masyarakat secara kafah. 

Wallahu a'lam bi shawwab.