Penulis: Ike Marliana

(Pemerhati Sosial dan Generasi)


Satu keluarga Muslim di selatan provinsi Ontario, Kanada tewas diserang. Serangan itu diduga sudah direncanakan. Satu keluarga ini terdiri dari 4 orang. Keempatnya ditabrak dengan truk pick-up yang dikendarai seorang pria.



Dilansir AFP, Selasa (8/6/2021), pria penabrak yang berusia 20 tahun dengan mengenakan rompi "seperti pelindung tubuh" melarikan diri dari tempat kejadian dan ditangkap di sebuah mal 7 km (empat mil) dari persimpangan di London, Ontario di mana peristiwa itu terjadi.



Serangan itu memicu kemarahan di seluruh Kanada, dengan politisi dari semua pihak mengutuk kejahatan itu. Mereka mendorong seruan untuk mengambil tindakan guna untuk menghentikan kejahatan rasial dan Islamofobia. Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menyebut pembunuhan itu sebagai "serangan teroris" dan bersumpah untuk menekan kelompok sayap kanan dan kebencian online.(detik.com,12/06/2021)



Salah satu media ideologis di Kanada menyatakan, dugaan serangan itu memang mengerikan, tapi tidak mengejutkan. Kaum muslim memang telah menjadi target kebencian dari waktu ke waktu. Beberapa bulan sebelumnya, sudah ada serangkaian serangan terhadap muslimah di Edmonton, yang kepalanya dipukul dengan tas belanja, didorong ke tanah, dan diberi ancaman pembunuhan.


Bahkan, ketakutan kaum muslimah di sana begitu nyata, sehingga masjid-masjid setempat menawarkan kursus bela diri supaya mereka bisa menangkal agresor.Politisi yang Memberi Perhatian, Justru yang Pertama Mengambinghitamkan Komunitas Muslim.


Dikatakan, muslim di Kanada sudah lama menyadari adanya retorika kebencian, tatapan curiga, dan ancaman kekerasan yang terus-menerus mereka hadapi. Namun, ketika situasi ini meledak menjadi tindakan kekerasan yang mematikan, barulah muncul perhatian dalam skala nasional.


Para pejabat media, politisi lokal dan nasional, serta elite pun mulai turun ke komunitas kaum muslim. Mereka berusaha meyakinkan komunitas muslim bahwa kebencian tidak memiliki tempat di Kanada, dan bahwa kekhawatiran umat Islam akan ditanggapi serius.


Media muslim tersebut juga menulis, situasi ini merupakan dampak penerapan puncak sistem kapitalisme sebagai ruang hidup. Kapitalisme merupakan sistem yang memelihara individualisme dan kepentingan pribadi, serta tidak memiliki batasan yang berarti atas apa yang dapat dilakukan oleh mereka yang memiliki kekuasaan dan pengaruh.


“Di bawah kapitalisme, menjelek-jelekkan komunitas minoritas untuk mencapai tujuan keuangan dan politik bukanlah kejahatan. Melainkan disahkan oleh kebebasan berbicara dan demokrasi. Jadi, jika ada keperluan mengalihkan perhatian mayoritas dari masalah ekonomi dan sosial yang sah dengan mengambinghitamkan Muslim, sementara tidak ada dampak yang muncul, dan jika kebencian eksplisit atau bahkan halus terhadap muslim menguntungkan bagi mereka, mengapa tidak dilakukan?” ungkapnya.


“Penting bagi kita untuk memahami bahwa nilai-nilai, keyakinan, kepribadian, dan bahkan kehidupan anak-anak kita tidak akan dijamin oleh ketergantungan kita yang terus-menerus pada ekosistem politik dan media saat ini,” sambungnya.


Solusi Nyata terhadap Bahaya Diskriminasi

Media ini juga menyampaikan, bahwa mereka yang hijrah ke negeri ini mungkin tidak pernah membayangkan akan berbagi dengan orang-orang yang akan menghalangi saudara perempuannya melaksanakan perintah agama di tempat kerjanya, atau akan mengalami saat jalan-jalan sore akan berakhir dengan pertumpahan darah semata-mata karena ibadah kepada Allah Swt.


Media itu pun mengingatkan pentingnya bekerja membangun kembali sistem pemerintahan yang didasarkan pada prinsip-prinsip abadi Sang Pencipta, yaitu negara Khilafah Islam di tanah muslim. Karena hanya dalam sistem ini hak-hak rakyat, baik muslim atau nonmuslim, tidak tunduk pada permainan politik.


Bahkan menurutnya, sistem ini tidak hanya akan melindungi umat Islam di bawah kekuasaannya, tetapi juga akan menjadi suara yang jelas melawan ketidakadilan terhadap agama atau etnis minoritas di mana pun di dunia, apakah mereka Muslim, komunitas adat, orang miskin, dan semua orang yang tertekan.


Karenanya, media muslim itu pun menyerukan agar kaum muslim yang tinggal di Kanada, tetap menjaga kedamaian, sekaligus segera mempelajari dan mendakwahkan sistem Islam untuk kembalinya pemerintahan Islam di tanah muslim sebagai satu-satunya warisan yang berharga untuk diri kaum muslim dan anak keturunan mereka.

 
Top