Oleh: Endang Seruni

(Muslimah Peduli Generasi)


Peredaran narkoba semakin hari semakin menjadi. Bagi orang yang mengkonsumsi narkoba selain dapat merusak tubuh tetapi juga melanggar hukum. Namun demikian masih banyak dari masyarakat kita yang menjadi pecandu, pengedar bahkan ada yang menjadi bandar narkoba.


Baru baru ini ditangkap anak mantan wali kota Metro oleh Satuan Narkoba Polresta Bandarlampung setelah didapati bertransaksi narkotika bersama kelima rekannya. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Satuan Narkoba Polresta Bandarlampung Kompol Zainul. Yang menyatakan keenam orang ini ditangkap di Jalan Perwates, Gang Komando, Kelurahan Bumi Kedamaian Bandar Lampung.

Dari para pelaku didapati barang bukti berupa satu plastik klip berisi tembakau sintetes, satu pak papir, pil psikotropika  dengan merk riklona dan alprazolam serta mobil roda empat (Lampost,24/6/2021).


Berdasarkan Data survei Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba 2018 ada 3 alasan penyebab orang mengkonsumsi barang haram ini diantaranya adalah:

Pertama, rasa penasaran dan didorong rasa ingin tahu atau hanya ingin sekedar mencoba.

Kedua, mereka ingin bersenang-senang, ingin lari  dari permasalahan hidup.

Ketiga, terjebak rayuan teman, sehingga lama kelamaan mereka menjadi pecandu narkoba (Liputan 6.com, 26 Juni 2021)


Banyak masyarakat yang berdalih mengkonsumsi narkoba adalah sebagai pelarian karena terhimpit oleh permasalahan hidup. Padahal dibalik itu ada bahaya yang mengancam jiwa mereka. Seperti akan terjadi dehidrasi terhadap tubuh, pemakai berperilaku agresif, berhalusinasi dan bisa menurunkan tingkat kesadaran seseorang. Bahkan ada yang bisa menyebabkan kematian karena over dosis atau dalam dosis yang tinggi.


Walaupun faktanya demikian namun tetap banyak pengguna narkoba yang masih berkeliaran, bahkan diantara mereka berprofesi sebagai bandar narkoba.


Sekalipun sudah dilakukan penangkapan para pelaku, pengedar namun permasalahan ini terus saja bermunculan bak jamur di musim penghujan. Mengapa kondisi seperti ini bisa terjadi? Sebab negeri ini mengemban sistem kapitalisme standar perbuatan hanya materi tujuannya adalah untuk meraup keuntungan. Dan narkoba adalah bisnis yang berpeluang besar untuk mendatangkan limpahan rupiah.


Penangkapan para pemakai dan pengedar gencar dilakukan namun bagi bandar besar atau gembong narkoba masih saja bebas berkeliaran. Alhasil penangkapan terkesan setengah hati.


Kerakusan sistem ini jelas terlihat, karena norma agama di jauhkan dari kehidupan. Bahkan tidak boleh dicampur adukkan dalam kehidupan bernegara. Halal dan haram tidak lagi dijadikan standar hidup dalam sistem ini. Sehingga masyarakat berpikir dan berperilaku semaunya yang penting ada keuntungan di dalamnya.


Sistem ini berbeda dengan sistem Islam yang mengatur seluruh tata kehidupan manusia. Sistem yang mampu memberikan penjagaan bagi pengembannya, dan juga bagi generasi mudanya.

Di dalam Islam, negara menetapkan hukum mampu  melindungi warga negaranya dari jeratan narkoba.

Karena dampak dari mengkonsumsi narkoba sangat berbahaya dan dapat melemahkan akal manusia. Untuk itu Islam dengan tegas mengharamkan narkoba.


Dalam sistem pemerintahan Islam menetapkan hukum yang berkaitan dengan perlindungan terhadap apa apa yang dapat merusak fungsi akal.

Pertama Islam mengharamkan barang yang dapat melemahkan jiwa dan akal manusia. Seperti khamr juga narkoba.


Kedua Islam mengajak dan menganjurkan kepada umatnya agar senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan demikian individu masyarakat akan mempunyai keimanan yang kuat. Sehingga tidak akan terjerumus kepada perbuatan yang diharamkan. Seperti mengkonsumsi narkoba.

Masyarakat diberikan edukasi terhadap bahayanya narkoba. Dengan tujuan agar masyarakat memahami bagaimana mereka berperilaku sesuai dengan ajaran Islam dan tidak melanggar aturan syariat.


Ketiga Islam juga menetapkan sanksi kepada masyarakat yang melanggar hukum. Termasuk orang yang mengkonsumsi, mengedarkan barang- barang yang dapat melemahkan akal  dan jiwa seperti narkoba yaitu dengan hukuman cambuk atau penjara sesuai kadar kesalahannya yang ditentukan oleh hakim (Hukuman ta'zir).

Sanksi ini tidak hanya diberikan kepada orang yang mengkonsumsinya saja tetapi juga kepada pengedar, dan produsen narkoba.


Islam sangat kuat penjagaannya terhadap masa depan generasi mudanya. Baik menjaga dari bahaya fisik maupun akal.

Sebab generasi muda Islam merupakan generasi penerus peradaban yang mulia.

Dan Islam tidak membiarkan mereka dirusak oleh narkoba.


Demikian indah Islam mengatur kehidupan manusia. Dengan kembali kepada syari'at Islam kaffah akan menjadikan para generasi muda Islam terjaga dari kerusakan.

Untuk itu tinggalkan sistem kapitalisme yang tidak membawa kemaslahatan umat. Dan berganti dengan sistem Islam yang membawa rahmat bagi seluruh alam.

Waallahu'alam bishawab.

 
Top