Oleh Fiani, S.Pd


Lagi-lagi, virus Corona belum juga berlalu, tetapi rakyat sudah  jenuh dan tidak mematuhi lagi dengan kebijakan gas-rem oleh pemerintah. Akibat, kebijakan itu rakyat abai dengan protokol kesehatan. 


Dikutip laman CNNIndonesia.com, Jakarta- dewan pakar ikatan ahli kesehatan masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra mendorong pemerintah untuk menerapkan kebijakan yang radikal agar keluar dari lonjakan pandemi virus Corona (Covid-19) saat ini.


Hermawan mengatakan pemerintah memiliki 2 opsi yang bisa di ambil saat ini, yakni PSBB ketat atau lockdown regional, menurutnya pilihlah yang paling radikal adalah lockdown.


"Pemerintah harus radikal, opsinya ada dua, mau PSBB seperti semula atau lockdown regional terbatas pada pulau besar. Opsi paling radikal tentunya lockdown regional radikal tapi paling logis," kata Hermawan dalam konferensi pers desakan emergency responses: prioritas keselamatan rakyat di tengah pandemi dalam YouTobe, Minggu (20/6).


Kebijakan di atas juga pernah diterapkan oleh pemerintah, tetapi hanya berlaku pada segelintir orang, artinya kebijakan tersebut diterapkan hanya setengah hati. Sehingga, korban semakin bertambah. 


Di dalam situasi ini,  wabah yang makin tidak terkendali menunjukkan gagalnya sistem kesehatan yang diterapkan oleh pemerintah dalam penanganan Covid-19, karena dibalik kebijakan yang dibuat hanya mementingkan materialistik ketimbang nyawa rakyat. Sehingga, dikalangan masyarakat kebanyakan tidak mematuhi protokol kesehatan (prokes), sejatinya bahwa menunjukkan negara tidak mampu dalam meriayah rakyat.


Semua Kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah dalam menangani Covid-19 bukanlah solusi untuk keselamatan rakyat melainkan untuk menyelamatkan pundi-pundi uang di dalam bisnis yang dijalankan. Sehingga, kebijakan tersebut menunjukkan hilangnya wibawa kepemimpinan mereka di mata rakyat.


Demikianlah, sistem kesehatan ala kapitalis tidak mampu memberikan solusi dalam menangani wabah Covid-19 yang semakin meningkat. Maka butuh perubahan sistemis dan mendasar yang dimulai dari perubahan sistem politik dari kapitalisme ke Islam yang berbasis kesadaran ideologi umat.


Dalam Islam, penguasa adalah pengurus dalam kondisi apapun termasuk dalam melindungi rakyat nya dari wabah dengan memberikan solusi ala Islam, yakni lockdown syar'i.


Lockdown syar'i adalah salah satu kunci dalam pemutusan rantai Covid-19 dengan  cara karantina bagi orang yang sehat dan isolasi  yang terbukti sakit setelah melakukan skrining dan test yang akurat. Agar orang yang sehat dan orang sakit tidak bercampur.  Rasulullah saw. bersabda:


Artinya: "Apabila kalian mendengar ada wabah di suatu tempat, maka janganlah memasuki tempat itu, dan apabila terjadi wabah sedangkan kamu sedang berada di tempat itu, maka janganlah kaluar darinya" (HR Imam muslim)


Di masa karantina semua kebutuhan rakyat ditanggung oleh negara, dan negara memberikan perawatan yang terbaik dan pelayanan kesehatan yang gratis bagi yang sakit. Agar rakyat merasakan kebahagiaan ketika di rumah sakit.


Demikianlah, sistem kesehatan ala Islam mampu memberikan solusi dalam memutuskan rantai Covid-19, tanpa harus memungut biaya apapun dari rakyat dan tidak menyusahkan rakyat dalam mencari pundi-pundi rupiah untuk menafkahi keluarganya. Akan tetapi, semua tidak akan terwujud jika syariat Islam tidak diterapkan ditengah-tengah umat  di atas naungan khilafah. Maka tugas kita adalah berjuang untuk mendakwahkan Islam di mana pun kita berada.


Waulahu'alam bishawab.

 
Top