Kecantikan yang Tak Lagi Menawan

 




Oleh Indri Love Khodijah

Ibu rumah tangga



Dear sahabat Saleha.

Pernah nonton film komedi romantis salah satunya dari Thailand yang berjudul "A Little Thing Called Love"? 

Film ini menggambarkan kisah perjuangan seorang remaja bernama Nam yang mempunyai wajah kurang  rupawan untuk mendapatkan cinta pemuda bernama Shone.


Singkat cerita si cewek berusaha agar wajahnya bisa menjadi cantik dan putih agar bisa mendapatkan hati Shone. Berbagai cara iya lakukan dan akhirnya  ia mendapatkan apa yang diinginkan.


Di masa itu kisaran tahun 2010-an, untuk mendapatkan kulit putih mulus akan sulit didapatkan. Bagi yang berkulit kurang putih akan memakai bedak yang tebal agar terlihat glowing. Inilah realitas yang terjadi di masa sekarang.  Berbagai produk perawatan kecantikan dengan menawarkan hasil yang instan marak di pasaran. Dengan harga yang murah sampai mahal bisa didapatkan sesuai isi kantong. Bagi mereka yang berduit, operasi plastik ataupun suntik putih adalah pilihan. Dari ibu rumah tangga sampai anak-anak remaja banyak yang menggunakannya.  Wajah mulus dan glowing jadi trend di mana-mana.


Sekarang menjadi cantik sangat mudah untuk didapatkan. Seiiring dengan itu, terjadi pula krisis rasa malu yang mewabah di kalangan kaum hawa. Dengan wajah cantiknya itu, banyak yang tak segan untuk mengeksplor kemampuannya di media sosial. Ditambah aplikasi yang begitu menunjang keberadaannya. Bergoyang-goyang tanpa rasa malu ataupun melakukan adegan yang mengikis keanggunannya dan rasa malunya. Dalam hadis, Anas Bin Malik radhiyallahu'anhu meriwayatkan sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam,


"Tidak ada sifat keji yang melekat pada sesuatu kecuali ia akan memperburuknya. Tidak ada rasa malu yang melekat pada sesuatu kecuali ia akan menghiasinya."


Dalam Islam, kecantikan seseorang tidak diukur dari sisi fisiknya. Seorang wanita akan tampak mempesona dengan kecintaanya pada Rabb-nya. Karena cantik itu terpancar dari dalam hati, iman serta takwanya. Seperti sabda Rasulullah,


"Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupa dan harta kalian, tetapi Ia melihat pada hati dan amal kalian." (HR.Muslim, Ahmad dan Ibnu Majah)


Islam menjaga kehormatan wanita dengan berbagai aturannya. Di antaranya larangan untuk bertabaruj, menjaga pandangan, memelihara rasa malu untuk berbuat maksiat, berhijab syar'i, dan berbagai aturan yang sesuai dengan fitrahnya. Aturan ini yang akan membuat para wanita muslimah berharga dalam pandangan Allah dan terjaga ke-iffahannya.


Berbeda dengan kapitalis yang memandang kecantikan wanita dari segi fisiknya saja. Wanita akan tampak berharga jika memiliki penampilan yang menyilaukan mata, kemudian menjadikannya komoditas seperti barang agar menghasilkan pundi-pundi keuntungan duniawi.


So, jadikan Islam sebagai pandangan hidup kita ya Saleha, agar kita menjadi wanita-wanita yang dirindukan surga.


Wallaahu a'lam bishshawaab.