Gencatan Senjata atas Persoalan Palestina Bukanlah Solusi Fundamental

 


Oleh Thohiroh Ranum


Sebuah keinginan pastilah ada pada setiap insan, baik keinginan itu jangka panjang atau jangka pendek. Begitupun dengan harapan bahagia, menjalani hidup dengan kedamaian, tentram dan penuh cinta adalah dambaan setiap insan. Bukan malah sebaliknya, pemboman terjadi di sekitarnya, mata terbelalak melihat keluarga dan lainnya tergeletak, serta sering dikejutkan dengan bunyi bom dahsyat, dan sebagainya.


Menteri luar negeri Indonesia, Retno Marsudi mengatakan dengan tegas bahwa sangat penting atas Palestina dan Israel kembali ke meja perundingan untuk mewujudkan perdamaian di tengah-tengah Palestina. Menlu juga menyampaikan hal yang sama dalam pertemuan tertutup dengan sejumlah menteri luar negeri dan Presiden sidang majelis umum ke 75 PBB.( https://www.viva.co.id/berita/dunia/1374179-ri-tekankan-pentingnya-palestina-israel-kembali-ke-perundingan-damai)


Jadi, menurut penguasa negeri ini, perundingan dan gencatan senjata adalah solusi. Padahal, kenyataannya perundingan dan gencatan senjata beberapa kali telah dilakukan, tapi hasilnya nihil. Karena tak selang berapa lama dari kesepakatan gencatan senjata, aksi penyerangan pun dilakukan kembali oleh Israel.


Dukungan gencatan senjata terhadap Palestina-Israel adalah sikap penguasa yang tidak tegas. Hal ini pula menjadi bukti bahwa gagalnya kepemimpinan penguasa saat ini. Karena tak bisa memberikan tekanan yang akan memunculkan ketakutan dan ketegangan pada musuh kafir.


Gencatan senjata merupakan cara pandang yang sempit dan cara berfikir yang dangkal, bahkan menyesatkan. Karena solusi yang ditawarkan itu sebenarnya akan menjadikan serangan Israel tambah merajalela atau semena-mena. 


Sesungguhn yang kita butuhkan, khususnya kaum muslim Palestina adalah solusi yang fundamental. Yakni bersatunya kaum muslimin untuk mewujudkan tegaknya khilafah. Sehingga akan terwujud pemimpin yang adil, rakyat pun akan benar-benar merasakan manisnya iman, ketenangan dalam beribadah, keamanan dalam menjalani kebaikan. 


Lain halnya dengan kondisi sekarang, kaum muslimin tersekat oleh paham nasionalisme. Sehingga mereka merasa bahwa persoalan kaum muslimin di negeri para nabi itu bukanlah persoalan mereka. Padahal kaum muslimin itu bersaudara, bahkan ibarat satu tubuh. Jika ada salah satu anggota tubuh itu sakit, maka anggota tubuh yang lain pun akan merasakan sakit. Oleh karena itu, seruan gencatan senjata untuk masalah Palestina bukanlah solusi fundamental. Solusi yang sesungguhnya adalah mempersatukan kaum muslimin demi tegaknya Islam kafah dalam naungan Khilafah Islamiyah. Wallahu a'lam bishshawaab.