Atasi Pandemi Berkepanjangan Cukup dengan Gerakan Keluarga Berdoa? Atau Kembali Menerapkan Hukum Allah secara Kafah?


Oleh Mira Sutami H

(Pemerhati Sosial dan Kebijakan Publik) 


Masyarakat terpaksa hidup berdampingan dengan pandemi Covid-19 sudah lebih dari 1 tahun. Banyak upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk menanggulangi wabah ini. Mulai dari pemberlakuan PSBB, New normal, pemberian vaksinasi namun semua seakan tak ada hasil pandemi kini makin menggila ditambah adanya varian baru dari lndia dan lnggris. 

Oleh karena itulah sekarang pemerintah juga menetapkan pemberlakuan PPKM dan sekarang masih berlangsung. Selain itu ada himbauan dari agar masyarakat berdoa bersama dari rumah masing-masing agar lndonesia terbebas dari Covid-19. Hal ini sesuai himbauan Mendes PDTT.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar telah mengirim surat resmi kepada kepala desa, pendamping desa dan warga desa untuk menggelar doa bersama. 

Isi surat tersebut bahwa Halim menghimbau kepada seluruh pihak untuk berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan. Doa tersebut dilakukan dengan tujuan agar menyikapi kondisi melonjaknya angka Covid-19 di lndonesia. Gerakan doa tersebut dapat digelar secara rutin secara serentak dimulai pada pukul 18.00 waktu setempat secara rutin.

Selain itu, masyarakat dihimbau untuk mendoakan pemimpin dan masyarakat lndonesia agar bisa saling membantu dan menguatkan, serta bergotong royong dalam menangani pandemi Covid-19. Doa bersama agar bangsa lndonesia dibebaskan dari pandemi Covid-19. (detiknews.com, 3/7/2021) 

Sebenarnya bila diteliti dengan seksama pandemi tak kunjung bisa diatasi memang ada beberapa hal. Pertama lambannya akan penanganan pandemi dari awal masuknya ke negeri ini. Pertama muncul pandemi bukan langsung di lockdown lokal  tempat dimana kasus itu terjadi. Kedua tak ada tes untuk memisahkan yang sehat dan yang sakit bagi daerah yang terkena wabah setelah wabah membludak maka baru kelabakan. Ambil kebijakan PSBB dan himbauan Umat untuk melakukan protokol kesehatan. 

PSBB pun hanya dipatuhi oleh segelintir orang karena masyarakat masih bebas melakukan aktivitas di luar rumah akibat tidak ada jaminan pemenuhan kebutuhan hidup. Walau ada bansos tapi tak merata pembagiannya. Belum lagi protokol kesehatan pun juga tak dipatuhi seperti pemakaian masker, berkerumun, dan cuci tangan. Setelah PSBB tiba-tiba pemerintah mengumumkan adanya New Normal karena dampak pandemi membuat sektor ekonomi terpuruk banyak sekali sektor industri terpuruk. PHK massal juga terjadi terutama kaum buruh akibat daya beli masyarakat menurun. Dapat dipastikan dengan hal itu pandemi terus naik walau kebijakan demi kebijakan baru dibuat. Namun wabah tak mau angkat kaki dari bumi. 

Himbauan doa bersama ini sangat bagus karena ternyata masih ada pengakuan bahwa manusia itu lemah butuh pertolongan dari Allah. Terutama dalam menghadapi wabah yang berkepanjangan dan semakin tak terkendali jumlah kasus per hari. Sebenarnya memang ibadah terutama doa ini adalah kewajiban hamba dari penciptanya. Namun seharusnya doa itu dilakukan setiap saat dan setiap waktu bukan hanya ketika ada masalah dan menghadapi musibah. 

Namun perlu diingat himbau doa bersama ini bukan hanya ditujukan untuk keluarga saja. Yang terpenting adalah penguasa atau pemerintah juga harus memberi contoh terbaik. Misal bila mengambil kebijakan juga berdasar atas kebijakan Sang Pencipta juga. 

Semestinya dari bencana atau adanya wabah seperti sekarang ini menjadikan setiap individu termasuk pemimpin negeri introspeksi diri. Manusia butuh pertolongan pencipta itu bukan hanya melalui doa tetapi harus dibarengi dengan ketundukan dan kepatuhan terhadap seluruh aturan Allah sebagai pencipta seluruh alam semesta. Dan sebagai pembuat hukum. 

Karena sesungguhnya musibah, bencana ataupun wabah bisa terjadi akibat bisa jadi teguran dari Allah untuk umat manusia yang melakukan kemaksiatan. Jalan satu-satunya adalah tobat bagi seluruh komponen masyarakat, khususnya pejabat dan penguasa. Seluruhnya harus bertobat dari  segala dosa dan kemaksiatan serta seluruh kezaliman. Perlu diingat bahwa kemaksiatan terbesar tidak menerapkan hukum Allah secara menyeluruh. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Maidah ayat 5 yang artinya: 

"Siapa saja yang tidak memerintah/ berhukum dengan hukum yang telah Allah turunkan, mereka adalah pelaku kezaliman." 

Bukti dari pertobatan itu adalah bersedia untuk mengamalkan dan menerapkan syariat Allah secara kafah ( menyeluruh ) di seluruh aspek kehidupan manusia tanpa kecuali. Sesungguhnya penerapan syariat secara kafah maka keberkahan memenuhi seluruh langit dan bumi. Karena penerapan syariat secara kafah adalah perwujudan dari keimanan dan ketakwaan. 

Penerapan lslam secara kafah ini juga telah dicontohkan oleh Baginda Nabi yang agung beserta khalifah setelahnya. Dan yang terpenting pada saat diterapkan syariat lslam ketika itu lslam mengalami masa kegemilangan, rakyat hidup makmur dan sejahtera. Dan untuk masalah pandemi pun sudah diatur oleh syara' dan jangan ragu karena terbukti solusi dari syara' pasti yang terbaik. Allahu Akbar! 

Wallahu a'lam bishshawab.