Pengendalian Covid-19 Andalkan 3T, Efektifkah?


Oleh Sri Ratmi

(Pemerhati Sosial)


Kasus Covid-19 melonjak signifikan. Presiden Joko Widodo mengingatkan 4 provinsi di Pulau Jawa yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur agar meningkatkan koordinasi dan 3T pada penanganan Covid-19. (Okezone.com). 

Wali Kota Bandung Oded M. Danial yang juga menjabat Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 kota Bandung dalam Rapat Koordinasi terbatas (Rakortas) melalui video konferensi. 

Dalam kesempatan tersebut, terkait Penanganan Covid-19 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Skala Mikro (PPKM Mikro), mengungkapkan arahan Pak Presiden. "Kita diminta harus meningkatkan pola kerja sama dengan Forkopimda bahkan sampai dengan Forkopimcam bersama Danramil, Kapolsek, Babinsa dan Bhabinkamtibmas harus ditingkatkan," katanya dalam siaran pers Humas Kota Bandung. Selain itu, Presiden juga mewanti-wanti agar 3T yakni Testing, Tracing, dan Treatment harus terus dilakukan.

Meski pemerintah telah berusaha dalam menyelesaikan masalah Covid-19 ini, namun kenyataannya terus meningkat. 

Jumlah kasus virus Covid-19 bertambah 14.536 pada Senin (21/6/2021). Penambahan kasus baru hari ini menjadi rekor tertinggi dalam sejarah wabah Covid-19 di Indonesia. Rekor tertinggi sebelumnya tercatat pada 30 Januari 2021 dengan angka kasus mencapai 14.518. (Detik.com, 21/06/2021).

Ditambah lagi masuknya virus varian baru Covid-19 dari India di Kabupaten Kudus diungkapkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar pranowo. (CNN Indonesia).

Sebanyak 28 warga Kabupaten Kudus Jawa Tengah dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 varian baru yang berasal dari India. Hal itu langsung disampaikan Bupati Kudus HM Hartopo Minggu (13/6). 

Di sisi lain, Wakil menteri kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan varian mutasi virus corona (Covid-19) menjadi salah satu penyebab lonjakan kasus di sejumlah daerah. (CNN Indonesia).

Tentu saja sepatutnya hal ini menjadi titik balik penanganan pandemi yang memang tak serius. Langkah-langkah preventif seperti karantina wilayah tak mampu diwujudkan pemerintah kini berimbas dengan gelombang pandemi susulan.

3T Solusi Tambal Sulam Pemerintah

Penyebaran Covid-19 yang kian mengganas dijawab pemerintah dengan Testing, Tracing, Treatment (3T). Namun kenyataanya solusi itu tidak mampu untuk mengakhiri masalah Covid-19 ini justru semakin meningkat. 

Masyarakat tentunya membutuhkan solusi yang mampu menyelesaikan masalah pandemi Covid-19. Solusi apa lagi yang akan ditawarkan? Adakah solusi yang mampu mengakhiri Covid-19 ini?

Sebenarnya ada, yaitu solusi Islam. Islam bukan hanya agama tapi sekaligus sebagai pandangan hidup yang memiliki seperangkat peraturan yang berfungsi untuk menyelesaikan seluruh permasalahan yang dihadapi manusia tanpa terkecuali, termasuk masalah wabah. 

Sebagaimana cara Rasulullah saw. dan beliau mampu mengatasinya dengan hanya 3 langkah:

1. Karantina terhadap penderita hal ini sangat efektif untuk menghentikan penularan virus dan hal ini konsisten dilakukan dan diawasi oleh penguasa saat itu yaitu Rasulullah saw., bahkan beliau memerintahkan untuk tidak dekat-dekat dengan penderita beliau bersabda: "Janganlah kalian terus menerus melihat orang yang mengidap penyakit kusta." (HR. Al-Bukhari)

2. Menjauhi wilayah yang terdampak wabah hal ini dikenal dengan istilah lockdown wilayah, beliau bersabda: "Jika kalian mendengar wabah terjadi di suatu wilayah, janganlah kalian memasuki wilayah itu. Sebaliknya jika wabah itu terjadi di tempat kalian tinggal, janganlah kalian meninggalkan tempat itu." (HR. Al-Bukhari).

3. Mengisolasi secara khusus para penderita penyakit Tha'un dan dijauhkan dari pemukiman warga. Setelah benar-benar sembuh total baru boleh meninggalkan ruang isolasi.

Demikianlah solusi yang ditawarkan Islam untuk  mengatasi pandemi secara sistemik. Penanganan dalam pemerintahan Islam sudah terbukti mampu menyelesaikan masalah wabah, maka dari itu mengambil solusi dari Islam dan menerapkannya secara menyeluruh adalah pilihan yang tepat untuk menyelesaikan pandemi. Wallahu a'lam bishshawab.