Oleh Sri Mulyani

Ibu Rumah Tangga



Jamaah haji Indonesia tahun ini kembali gagal berangkat. Pemerintah melalui kemenag membatalkan pemberangkatan calon jamaah haji. Alasannya masih pandemi. Pembatalan ini menimbulkan persoalan lain, di antaranya  menambah panjang daftar antrian terlama di Indonesia, yaitu pada tahun 2055.


Ibadah haji adalah salah satu Rukun Islam dan kewajiban agung dalam Islam. Sabda Nabi saw, Islam dibangun atas lima perkara:

1.Kesaksian bahwa tidak ada tuhan, kecuali allah. 2.Menegakkan sholat. 3.Menunaikan zakat

4. Berhaji.

5. shaum di bulan Ramadhan. (HR. Bukhari)


"Ibadah haji merupakan kewajiban manusia kepada Allah SWT yaitu bagi yang mampu melakukan perjalanan ke Baitullah. Siapa saja  yang mengingkari (kewajiban haji), sungguh Allah Maha kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam." (QS. Ali-Imran {3}:97)


Ibadah haji sejatinya adalah fardu bagi setiap muslim yang mampu atau istitha'ah. Namun demikian syariat Islam juga menetapkan imam/khalifah untuk mengurus rakyat.


Catatan sejarah menunjukkan betapa besar perhatian dan pelayanan yang diberikan oleh khalifah kepada jamaah haji dari berbagai negara. Mereka dilayani dengan sebaik-baiknya sebagai tamu-tamu Allah Swt. Pelayanan itu dilakukan tanpa ada unsur bisnis, investasi, atau mengambil keuntungan dari pelaksanaan ibadah haji. Semua merupakan kewajiban yang harus dijalankan oleh negara.


Khilafah tidak akan menutup pelaksanaan ibadah haji, tetapi akan melakukan 3 T (Testing, Tracing, Treatment/pengetesan, pelacakan, dan perlakuan) sesuai protokol kesehatan pada warga. Mereka yang terbukti sakit akan dirawat hingga sembuh, dan mereka yang sehat tetap diizinkan melakukan ibadah haji. Menutup pelaksanaan ibadah haji dan umrah adalah tindakan yang keliru karena menghalangi ibadah ke Baitullah.


Demikianlah keagungan pelayanan haji yang dilakukan oleh para khalifah. Mereka benar benar berkhidmat melayani tamu-tamu Allah Swt.  sesuai dengan syariat Islam. Tanpa pelayanan dari pemimpin yang bertumpu pada syariat, pelaksanaan ibadah haji sering terkendala, dan bukan tidak mungkin menjadi ajang mencari keuntungan bagi pihak pihak yang bertanggung jawab.

Rasulullah saw. bersabda,


"Tidak ada balasan bagi haji mabrur, kecuali surga." (HR. Bukhari & Muslim)


Wallaahu a'lam bishshawaab

 
Top