Oleh Ummu Yusuf



Korupsi merupakan musuh bersama semua masyarakat, sistem dan ideologi serta telah dianggap sebagai salah satu musuh besar kemanusiaan. Korupsi dianggap kejahatan luar biasa, sehingga pemberantasan korupsi menjadi salah satu agenda besar setiap negara yang memerlukan  upaya yang juga luar biasa. Di antaranya memerlukan sistem yang benar-benar anti korupsi serta pemimpin “komandan” dan teladan.


Pemberantasan korupsi sangat ditentukan oleh sistemnya. Di dalam sistem politik sekuler demokrasi pemberantasan korupsi hanya akan menjadi harapan kosong. Karenanya, pemberantasan korupsi harus dimulai dengan menerapkan sistem yang benar yaitu sistem Islam. 


Dalam sistem Islam tidak akan ada politik biaya tinggi sehingga tidak akan ada celah bagi kolusi dan upeti dalam pemilihan pejabat. Tidak seperti sistem saat ini.

Dalam sistem Islam, hukum yang digunakan adalah hukum Allah Swt. yang bersumber dari Al-Qur'an dan As-sunnah yang di-istinbath dengan istinbath syar'i yang sahih. Tidak bisa diutak-atik apalagi ditetapkan sesuka hati oleh penguasa. Perubahan hukum atau UU untuk melemahkan pemberantasan korupsi tidak bisa dilakukan dan masih banyak aspek mendasar lainnya yang menjamin sistem ini anti korupsi.


Pemberantasan korupsi dalam sistem Islam di antaranya dilakukan melalui beberapa upaya berikut:

1. Penanaman iman dan takwa, khususnya kepada pejabat dan pegawai.

2. Sistem penggajian yang layak sehingga tidak ada alasan untuk berlaku korup.  

3. Ketentuan serta batasan yang sederhana dan jelas tentang harta ghulul serta penerapan pembuktian terbalik.

4. Hukuman yang bisa memberikan efek jera dalam bentuk sanksi ta’zîr.  


Sistem yang benar-benar anti korupsi tidak bisa jalan sendiri, diperlukan aparatur yang juga berkarakter anti korupsi serta karakter pemimpin. Di sini diperlukan pemimpin “komandan” dan teladan, pemimpin yang anti korupsi, yang komitmen pemberantasan korupsinya tidak diragukan lagi. Komitmen anti korupsi itu tampak nyata dalam ucapan, karakter dan kebijakannya. Dia pun memberikan teladan terkait dirinya, keluarga dan semua koleganya. 


Pemimpin ini memiliki ketakwaan dan memiliki rasa takut kepada Allah Swt. dan siksa-Nya sehingga akan membuat dia konsisten dan konsekuen menjalankan hukum dan pemerintahan. Dia akan sangat keras menjaga harta rakyat dan negara. Pemimpin teladan hanya akan menunjuk dan memilih pejabat dari orang-orang terbaik, yang bertakwa serta memiliki kapasitas dan profesionalitas. 


Pemimpin yang baik akan bersikap tegas kepada siapa pun, bahkan terhadap orang-orang dekatnya sekalipun. Dia tidak akan melindungi pejabat, kolega, kelompoknya atau siapa pun yang terjerat korupsi. Pemimpin yang baik itu sederhana hidupnya. Dia bukanlah pemimpin yang kekayaannya bertambah banyak ketika menjabat. 


Pemberantasan korupsi tentu akan menjadi lebih sempurna jika disertai dengan kontrol dari masyarakat, khususnya para ulama. Alhasil, pemberantasan korupsi hanya akan berhasil dalam sistem Islam. Sebaliknya, sulit sekali bahkan mungkin mustahil terwujud dalam sistem sekuler seperti sekarang ini. Karena itu, tegaknya penerapan syariat Islam secara menyeluruh dan totalitas harus segera diwujudkan. 


Wallaahu a'lam bishshawaab

 
Top