Banjir Bah TKA dan Menjadi Anak Emas, Pribumi Jadi Anak Tiri


Oleh Mira Sutami H

(Pemerhati Sosial dan Kebijakan Publik) 


Mungkin Hari Raya ldul Fitri telah usai tapi masih meninggalkan lara yang mendalam. Yakni dengan adanya pelarangan mudik yang dilakukan oleh pemerintah. Dua kali lebaran hari raya ini umat muslim dilarang mudik oleh pemerintah. Bahkan tahun ini aparat seperti Polri dan TNl diterjunkan untuk menjaga masyarakat yang nekat mudik tak hanya itu tank tempur pun disiagakan. Sungguh miris sekali pemudik hanya berharap bisa silaturahmi dengan sanak keluarga di kampung halaman. Mereka merantau demi mencari sesuap nasi namun dengan menyiagakan pasukan lengkap seperti itu sepertinya pemudik bagaikan pelaku kejahatan kelas kakap yang harus diwaspadai. Bahkan yang nekat mudik diminta putar balik.


Sedang TKA yang datang ke negeri ini malah bebas melenggang. Bukan lagi rahasia umum TKA China telah membanjiri negeri Khatulistiwa ini. Gelombang kedatangan mereka sudah berkali-kali terendus oleh massa. Bahkan saat masyarakat dilarang mudik pun TKA asal Cina sebanyak 170 lebih kembali datang ke lndonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang Banten pada Sabtu 15 Mei 2021. Video kedatangan mereka tiba di tanah air viral di media sosial. Dalam postingan lnstagram @warung _ jurnalis, Minggu (16/5/2021), mereka diduga datang menggunakan pesawat carter China Southern CZ387. Beberapa di antara warga asing tersebut nampak menggunakan baju hazmat. (Sindonews.com, 17/5/2021)


Perlakuan berbeda terhadap pemudik dan TKA ini memang banyak mendatangkan sorotan baik dari masyarakat secara umum maupun pakar juga. Seperti Presiden Konfederasi Serikat Pekerja lndonesia (KSPI) Said lqbal yang mempertanyakan sikap pemerintah terhadap masuknya ratusan tenaga kerja asing asal China ke lndonesia secara bebas saat Hari Raya ldul Fitri Kamis (13/5/2021). Padahal di waktu yang sama pemerintah memberlakukan larangan mudik bagi warga. 


"Kita setuju penyekatan itu untuk mencegah pandemi, kami setuju kebijakan itu, yang kami enggak setuju rasa ketidakadilan itu ada, TKA melenggang kangkung di tengah pandemi,"kata lqbal dalam konferensi pers yang digelar secara daring lewat Zoom Meeting KSPI, Minggu (16/5/2021) siang. 


Menurutnya masuknya ratusan TKA China ke tanah air ini berkaitan dengan kemudahan yang diberikan omnibus law Undang-Undang nomor 1 tahun 2020 (UU Ciptaker). Sejak UU tersebut diberlakukan TKA tidak perlu lagi mengantongi surat izin tertulis dari Kementerian Tenaga Kerja untuk bisa bekerja di lndonesia. Mereka cukup mengisi form RPTKA yang diserahkan ke Kemenakes. (Sindonews.com, 16/5/2021)


Kekecewaan umat tak sampai di situ saja luka umat makin menganga dengan dengan disahkannya UU cipta kerja. Umat diPHK besar-besaran apalagi ditambah dengan dampak pandemi yang hampir berlangsung selama dua tahun ini. Perekonomian semakin tidak menentu dengan alasan itu pulalah banyak buruh yang dirumahkan. Bahkan mereka sudah tak mampu membayar uang kos-kosan akibat terdampak PHK dan pandemi yang berkepanjangan. Sehingga mereka harus luntang-lantung mencari kerja dan tempat untuk berteduh.


Namun anehnya TKA yang datang ke negeri ini malah diberi lapangan kerja yang sangat luas di banyak sektor kehidupan. Mulai dari buruh kasar misal kuli sampai tenaga teknisi pun ada pula. Berbeda perlakuan yang diterima antara pribumi dan TKA. Ibaratnya TKA adalah anak emas sedang pribumi adalah anak tiri yang hidupnya disia-siakan dan diterlantarkan oleh ayah dan ibu kandungnya sendiri. 


Mungkin banyak umat yang bertanya-tanya mengapa TKA bebas melenggang dan mendapat lapangan kerja yang sebesar-besarnya? Jawabannya karena kerja sama yang dilakukan pemerintah negeri ini dengan negara lain terutama China. Memang sebelum penandatanganan kesepakatan kerja sama terutama bila negara ingin mendapatkan kucuran dana segar, maka pihak luar mengajukan syarat semisal harus mau memakai atau mempekerjakan tenaga kerja milik mereka. Jadi dari sini umat tentu paham kenapa TKA China membanjiri lndonesia dan bertebaran di mana-mana. Dan tentu pekerja asing ini juga menggantikan pekerja pribumi. Sedang jutaan penduduk pribumi usia produktif menjadi pengangguran. 


Ketidakmandirian ekonomi yang dilakukan oleh negara kita inilah yang makin membuat rakyat semakin sengsara. Karena hutang yang dikucurkan oleh China dan negara lain tentu yang menanggung adalah umat dari pajak yang dibayar dari keringat orang kecil yang sekarang banyak yang dirumahkan alias diPHK. Sungguh makin miris nasib umat di negeri yang kaya raya namun banyak yang hidup di bawah garis kemiskinan belum lagi ditambah dengan munculnya TKA ini, maka makin membuat umat makin sengsara. Ibarat pepatah sudah jatuh tertimpa tangga pula. 


Namun jangan heran di sistem kapitalis umat memang bukan prioritas periayahan penguasa namun penguasa akan lebih berpihak pada kapital agar melanggengkan kekuasaan mereka. Sedang rakyat hanya dibutuhkan saat pencalonan diri mereka saat Pemilu. Setelah pemilu umat dilupakan. Nah inilah ketika sistem batil yang diterapkan oleh manusia. Sehingga bukan kebahagiaan dan kesejahteraan yang diperoleh namun kesengsaraan dan ketidakadilan. 


Maka umat saat ini harus kembali pada aturan yang berasal dari Allah yaitu lslam. Dimana lslam telah terbukti selama 13 abad lamanya telah berhasil membuat umat sejahtera, aman dan damai apabila lslam diterapkan dalam naungan daulah lslam seperti pada masa Rasulullah hingga masa kekhalifahan yang terakhir di Turki. 


Islam memandang bahwa seluruh aturan Allah itu untuk meriayah umat secara keseluruhan. Kesejahteraan juga harus diperoleh seluruh umat manusia tanpa pandang bulu. Dalam lslam pun ada jaminan sandang, pangan, papan, keamanan, kesehatan dan pendidikan bagi seluruh warga negaranya tanpa kecuali baik muslim dan nonmuslim yang berada di wilayah daulah lslam pasti akan mendapatkan jaminan tersebut.


Untuk masalah ketenagakerjaan maka tidak akan ada yang namanya pengangguran sampai meledak bak bom waktu. Negara akan membuka lapangan kerja bagi rakyatnya seluas-luasnya sesuai dengan bidang dan kemampuannya. Untuk ekonomi negara akan melakukan ekonomi secara mandiri tanpa campur tangan pihak asing. Dan kerjasama dengan pihak asing pun harus sesuai dengan hukum syara'. Begitu pula dengan pengelolaan sumber daya alam tentu semua harus sesuai dengan hukum syara' dilakukan dengan mandiri dan tentu hasilnya akan dikembalikan kepada umat agar hidup umat sejahtera. Seorang pemimpin dalam lslam selalu taat terhadap aturan Allah jadi dia dipilih oleh umat untuk meriayah mereka bukan untuk kepentingan tertentu seperti di kapitalisme yang selalu tunduk pada pemilik modal. 


Untuk urusan pandemi dalam lslam bisa diatasi dengan cepat karena syara' telah mengaturnya awal dilakukan lockdown total di wilayah wabah. Adanya test kit secara masal. Memisahkan yang sakit yang sehat dan tentu yang sakit akan dirawat dengan fasilitas kesehatan, obat dan tenaga medis terbaik. Kebutuhan umat di wilayah yang lockdown juga dipenuhi. Sehingga daerah lain akan tetap berjalan normal dan ekonomi akan tetap berjalan normal. Mudik pun bisa berjalan normal tanpa harus takut bila memang wilayah itu bukan wilayah tempat terjangkitnya wabah tentunya. 


Memang sungguh luar biasa bila lslam diterapkan tidak ada satu masalah yang tidak terurai. Kesejahteraan dan kejayaan akan dirasakan umat tentunya. Aturan lslam yang begitu lengkap seperti inilah yang mestinya diterapkan oleh umat. Yang perlu digarisbawahi di sini adalah semua itu akan bisa terjadi bila lslam diterapkan secara kafah dalam institusi khilafah tentunya. Sebagai umat muslim kewajiban kita sekarang adalah menegakkan kembali khilafah yang saat ini belum tegak. Yaitu dengan dakwah lslam kafah sesuai metode Rasulullah.


Wallahu a'lam bishshawab.