Apa Benar Covid-19 Biang Keladi Tahun ini Tak Bisa Haji?


Oleh Barozah Alfajri


Berangkat ke tanah Suci untuk melaksanakan ibadah haji adalah dambaan siapapun yang beriman serta ingin memenuhi kewajiban. Namun sayang tahun ini pemerintah melalui menag telah resmi mengumumkan bahwa tahun 2021 ini tidak ada keberangkatan jemaah haji asal Indonesia. Alasan pemerintah karena ingin menjaga dan melindungi WNI, baik di dalam maupun di luar negeri. Dan juga sebagai upaya pemerintah menanggulangi bahaya Covid-19 yang terus melonjak terlebih pasca libur lebaran. (Jakarta, CNBC Indonesia). 


Hal tersebut disampaikan oleh Menag Yaqut Cholil Qoumas dalam konferensi pers baru-baru ini. Beliau mengatakan, pemerintah telah menerbitkan Keputusan Menteri Agama Nomor 660 Tahun 2021. Namun di sisi lain, banyak kalangan yang mempertanyakan bahkan menganggap keputusan dan kebijakan pemerintah tidak murni untuk mencegah dan melindungi masyarakat. Pasalnya banyak dari WNA yang masuk ke Indonesia pasca terjadinya pandemi Covid-19. Seperti pernyataan kepala Imigrasi Bandara  Soekarno-Hatta Rommy Yudianto saat dikonfirmasi, senin (24/5/21) tercatat ada 148.642 warga negara asing(WNA) yang keluar masuk Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, sejak Januari-24 Mei 2021.{Tangerang, Kompas.com) 


Namun pemerintah dengan segala upaya berusaha untuk meyakinkan masyarakat bahwa apa yang mereka khawatirkan tidak benar. Sehingga pemerintah berusaha menepis isu-isu miring di masyarakat. Pemerintah dalam hal ini menyatakan bahwa dana jemaah haji Indonesia aman, hubungan Indonesia dengan Arab Saudi baik-baik saja, serta pemerintah sudah melakukan diplomasi, baik melalui Kemenag maupun Kemenlu, kedutaan besar, dan lain-lain terkait hal ini. (news.detik.com, 5/6/2021).


Namun sayang keputusan yang sepihak ini, tidak dapat membendung rasa keingintahuan masyarakat Terkait kebijakan yang telah diputuskan. Masyarakat ingin pemerintah transparan dan terbuka terkait apa pun yang berhubungan dengan kebijakan ini. Hal ini menunjukkan tidak adanya trust antara rakyat kepada para pemimpinnya. Padahal kepercayaan adalah suatu hal yang sangat penting serta diperlukan dalam membangun suatu negara. 


Begitulah kondisi pemerintah dengan rakyatnya saat ini. Pemerintah seakan kehilangan kepercayaan rakyatnya sendiri. Pasalnya rakyat sering tidak puas dengan keputusan dan kebijakan pemerintah. Hal ini terjadi karena antara pemerintah dan rakyat dibangun dengan asas yang tidak berlandaskan dengan Islam. Sehingga yang terjadi saling menyalahkan satu dengan yang lain. 


Terlepas dengan hal ini, yang perlu kita cermati sebenarnya adalah bagaimana seharusnya pemerintah menjalankan tugasnya serta benar-benar mengayomi rakyat dalam segala hal. Terlebih dalam pengaturan penunaian ibadah haji yang termasuk kewajiban bagi setiap muslim. Islam memiliki aturan yang sempurna dan paripurna, dalam masalah ibadah mahdhoh maupun ghoiru mahdhoh. Terlebih haji adalah ibada mahdhoh yang harus diperhatikan dalam segala aspek. Mulai dari persiapan keberangkatan, persiapan administrasi, persiapan akomodasi, tranportasi dan lain-lain, yang berkaitan dengan ibadah haji. 


Pemerintah akan berusaha semaksimal mungkin untuk memudahkan para jamaah yang mereka telah memenuhi syarat. Dalam hal ini pemerintah dalam sistem Islam membentuk departemen khusus yang menangani ibadah haji dan segala hal yang dibutuhkan. Khalifah Sultan Abdul Hamid II, pernah membangun sarana transportasi massal dari Istanbul hingga Madinah untuk mengangkut jemaah haji. Di dalam hal ini tidak ada visa haji, sehingga seluruh jemaah haji dari berbagai negeri muslim dalam wilayah pemerintahan Islam bisa keluar masuk Makkah—Madinah dengan mudah tanpa visa.


Hal teknis lainnya, negara Islam akan mengatur kuota jemaah haji (dan umrah) dan memprioritaskan jemaah yang memang sudah memenuhi syarat dan mampu. Tidak seperti saat ini antara yang benar-benar mampu dan yang belum mampu tidak dapat dibedakan karena ada kebijakan talangan. Dengan pengaturan yang baik dan sesuai dengan syariat Islam, maka bisa dijamin masalah seperti saat ini tidak akan terjadi.

Wallahu a’lam bish-shawwab.