Oleh Hasni Surahman Rahantan 

Member AMK


Diangkatnya Abdee Slank sebagai Komisaris BUMN mendapat respons beragam, baik dari masyarakat dan kaum intelektual. Huru-hara masalah komisaris ini juga direspon dari pengamat kebijakan publik Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Indonesia, Lina Miftahul Jannah. Ia mengatakan bahwa Kementerian BUMN harusnya menjelaskan alasan di balik penunjukan musikus Abdi Negara Nurdin sebagai anggota komisaris PT Telkom. 

Pernyataan Lina ini bertujuan untuk ke depan peristiwa ini tidak menjadi polemik tajam di masyarakat, yang apabila tidak dijelaskan alasan dari pengangkatan Abdee Slank dari pihak pemerintahan  akan menimbulkan ketidakpercayaan kepada pihak istana. (BBC News Indonesia, 30/05/2021)

Jika dicermati rekam jejak Abdee Slank ini, beliau pendukung setia Pak Jokowi terhitung sejak 2014 dan 2019, dua periode masa kepemimpinan rezim Jokowi.

Dan sudah menjadi rahasia umum bahwa jika siapapun yang ingin mencalonkan diri sebagai pejabat tertentu dalam Sistem Demokrasi siap merogoh kocek yang tak sedikit, di sinilah peran para relawan, simpatisan bergotong royong meyodorkan ide, tenaga, dan budget untuk sang empunya guna memuluskan meraih kursi pemerintahan. Toh endingnya juga pasti akan ada praktik politik balas budi untuk para simpatisan sejati. 

Penunjukan Abdee Slank sebagai Komisaris BUMN memang pantas dipertanyakan masyarakat, sebab Abdee  Slank sendiri memang sedari awal basicly-nya sebagai seorang gitaris yang jika dikaitkan dengan jabatanya sekarang bak bumi dan langit, di sinilah peran negara menunjukkan transparansinya dalam memberikan jabatan tertentu kepada siapapun itu dan yang penting harus mampu dan kemudian mumpuni dalam jabatan yang diamanahkan padanya. 

BUMN sendiri termasuk ke dalam perusahaan plat merah, yang memang dikelolala negara untuk kemaslahatan dan hajat hidup orang banyak (warga negara). Di sini kejujuran dan keadilan dipertaruhkan apakah BUMN memang bekerja untuk maslahat masyarakat atau untuk kepentingan pihak tertentu? Atau jangan sampai pengangkatan komisaris ini pertanda bagi-bagi kue saja untuk para relawan.

Etika dan Barometer Ideal atau Tidaknya Para Pejabat  dalam Prespektif Islam

1. Niat dan motif, pejabat dalam menjalankan tugasnya semata-mata lillahi ta'alla. 

2. Pejabat tidak boleh berambisi mengemis jabatan, sebab ambisi itu akan menjadi penyebab pelanggaran rambu-rambu  yang diajarkan syara. Hadis Bukhari dari Abu Hurairah ra, menegaskan akan larangan memburu dan mengemis jabatan, “Kalian akan berambisi untuk menjadi penguasa sementara hal itu akan membuat kalian menyesal di hari kiamat kelak. Sungguh, hal itu (ibarat) sebaik-baik susuan dan sejelek- jelek penyapihan.”

3. Pejabat harus bersikap adil pada seluruh lapisan masyarakat, tidak tebang pilih dan tidak diskriminatif pada kelompok tertentu.

4  Karakteristik pejabat yang disegani  (bersikap ramah), pada masyarakat  bentuk dari sikap ramah itu tercermin dari sikap para pejabat yang siap menerima aduan/aspirasi dari masyarakat. 

5. Menghindari praktik pemberian hadiah (gratifikasi), dari segelintir orang untuk para pejabat. Rasulullah bersabda, “Hadiah yang diberikan kepada seorang pemimpin adalah pengkhianatan.” (HR Thabrani dari Ibnu Abbas)

6. Kesuksesan seorang pejabat dalam menjalankan amanatnya, erat kaitannnya dengan kompetensi staf ahli yang siap membantu memberikan arahan, masukan pada setiap kebijakan yang diputuskan. Rasulullah bersabda, “Tidak ada Nabi yang Allah utus dan tidak pula ada seorang pemimpin yang Dia angkat kecuali mereka mempunyai dua jenis teman dekat: teman yang menyuruhnya untuk berbuat baik serta selalu membantunya dalam berbuat baik dan teman yang menyuruhnya berbuat jahat serta selalu mendorongnya untuk melakukan tindak kejahatan. Orang yang selamat adalah orang yang dijaga Allah.” (HR Muslim dari Aisyah)

Enam poin di atas yang mencerminkan sikap yang harus dimiliki oleh para pemangku kekuasaan tidak akan kita temui dalam sistem manapun selain yang telah dicontohkan para khalifah/ pemimpin dalam sistem Islam. 

Wallahu a'lam bishshawab.

 
Top