Solusi Hakiki untuk Palestina


Oleh Suhartini


Palestina negeri istimewa dan memiliki keutamaan yang sangat luar biasa yaitu Palestina, merupakan kiblat pertama di Baitul Maqdis bagi umat muslim, Negeri tempat Nabi Muhammad saw. di Mi’rajkan oleh Allah Swt. dalam firman:


سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ


“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Isra: 1).

 

Palestina Negerinya para nabi, negerinya para ulama dimana di negeri inilah banyak para ulama dunia dilahirkan di negeri Palestina. Bahkan Rasulullah mengharamkan safar kalau tidak mengunjungi salah satunya Masjid Al Aqsha. Rasulullah juga selalu mendoakan negeri Syam yang merupakan juga bagian dari Palestina.


“Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari ke belakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi.” (QS. Al-Maidah: 21).


Sejak dahulu sampai saat ini Palestina merupakan negara yang terjajah oleh Israel sebuah negara perampas (Laknatullah) yang dulunya adalah sebuah negara yang tidak memiliki tanah. Ketika masuk ke Palestina mereka dengan wajah memelas untuk minta diberikan izin tinggal di Palestina, namun sekarang justru Palestina menjadi negara yang tanahnya dirampas dengan keji dengan mengklaim bahwa Palestina adalah tanah mereka. 

Dari waktu ke waktu negara laknatulah tersebut menghimpun kekuatan dengan mengandeng sekutunya yang bersembunyi di belakang PBB dengan topeng perdamaian dunia dengan dalih gencatan senjata, mereka selalu melukai rakyat Palestina dan mengingkari perjanjian yang mereka buat sendiri. Gencatan senjata dipakai mereka hanya untuk melemahkan semangat jihad bagi kaum muslimin.


Bantuan yang datang ke Palestina selalu berupa aksi solidaritas, doa bersama, bantuan pakaian, makanan, dan obat-obatan medis, sesungguhnya bantuan tersebut adalah penting, namun tidak menyentuh akar permasalahan, tapi palestina membutuhkan bantuan lebih dari itu, guna menghentikan kezaliman yang dilakukan Israel kepada Palestina. Action dari berbagai negara muslim dengan mengirimkan pasukan militer untuk mengusir penjajah Isreal dari tanah Al-Quds.


Yang bisa melakukan ini adalah sebuah kekuatan tunggal yang tidak mengenal batasan negara atau nation state, kepemimpinan tersebut menjadi pelindung atau perisai bagi kaum muslimin, sehingga bagi siapapun yang ingin menyerang kaum muslimin akan berpikir ulang menghadapi kekuatan kaum muslimin yang ada di satu kekuatan kepemimpinan. Sabda Rasulullah saw,


“Sesungguhnya Al-Iman (Khalifah) itu perisai, dimana (orang-orang) akan berperang di belakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan) nya.”  (HR. Al-Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud, dan lain-lain).


Dimana kedudukan Al-Imam sebagai junnah atau perisai yakni menjadi pemimpin dalam peperangan yang terdepan dari kaumnya, untuk mengalahkan musuh dengan keberadaannya dan berperang dengan kekuatannya seperti keberadaan tameng bagi orang yang melindunginya. Karena seorang Al-Imam menjadi pelindung bagi kaum muslimin dan memenuhi kebutuhan-kebutuhanya secara berkelanjutan.


Kepemimpinan ini hanya akan hadir ketika kaum muslimin di seluruh dunia bersatu dan kembali kapada syariat Islam di bawah Naungan Khilafah Islam. Saatnya kita menunaikan kewajiban kita menerapkan Khilafah Islam di muka bumi, demi kemerdekaan Palestina khususnya dan kita semua umumnya.

 

Wallahu a’lam bishshawab.