Solusi Hadapi Zionis Sadis


Oleh SW. Retnani S.Pd.


Sudah jatuh tertimpa tangga pula! 

Inilah yang dirasakan saudara-saudara kita di Palestina, Suriyah, Rohingya, Uighur, Kashmir, Myanmar, Irak, Libanon, dan lain-lain. Penyiksaan sadis yang dilakukan kaum mayoritas terhadap kaum muslim minoritas terjadi berulang-ulang di berbagai belahan bumi. Gempuran rudal dan fitnah diarahkan pada negeri-negeri kaum muslim. Sayangnya, kekejaman ini hanya dibalas dengan kecaman oleh para pemimpin negeri-negeri kaum muslim, tanpa berani mengirimkan bala tentaranya untuk melindungi saudara-saudaranya yang tertindas. Kebanyakan negeri-negeri kaum muslim hanya sebatas mengirimkan bantuan makanan, obat-obatan ataupun berupa materi lainnya, yang semuanya ini bukanlah solusi tuntas dalam menghadapi para zionis kejam nan sadis.


Seperti dilansir oleh www.balebandung.com, Solidaritas muslim dari jamaah Hizbulloh Persis peduli Palestina melakukan aksi demo di depan pintu masuk gerbang kantor Pemkab Bandung, Jum'at (21 Mei 2021) dari pukul 08.00 -10.30 WIB dengan jumlah rombongan mencapai kurang lebih 75 orang.


Tentu menjadi pertanyaan yang sangat menggelitik bahwa konflik Palestina-Israel tak kunjung usai. Dengan kata lain, belum ada penyelesaian hakiki sehingga dapat menghentikan kekacauan di negeri Syam ini.


Bahkan adanya dewan keamanan PBB yang digadang-gadang dapat menciptakan serta menjaga keamanan dunia pun tak mampu menghentikan kebiadaban mereka. Anak-anak dan para perempuan sering kali menjadi korban. Gedung-gedung dan beberapa fasilitas umum selalu menjadi sasaran brutal mereka.


Sesungguhnya berbagai aksi mengutuk tindakan Israel dan upaya mediasi perdamaian sudah dilakukan, berbagai bantuan kemanusiaan pun berdatangan, bahkan gencatan senjata sudah puluhan kali. Namun, sayang seribu sayang, semua itu bukanlah solusi tuntas untuk konflik Palestina-Israel.


Sebelum pembahasan bagaimana solusi terbaik untuk menghadapi para zionis sadis dan brutal ini, alangkah bijak bila kita mengetahui akar dari problematika konflik Palestina-Israel. 


Sejarah telah mencatat bahwa Yahudi mempercayai di Palestina tepatnya di Al-Quds, kelak disitulah Haikal Sulaiman. Mereka meyakini apabila Haikal Sulaiman yang berada di Al-Quds terbangun adalah tanda puncak kejayaan Yahudi dan mereka akan menguasai dunia. 


Begitu pula dengan kaum Nasrani mereka meyakini bahwa Isa bin Maryam juga akan bangkit di tanah Palestina dan mereka mempercayai hal itu menjadi awal kejayaan kaum Nasrani hingga mereka pun dapat menguasai dunia. Begitu pula dengan kaum muslim. Baitul Maqdis diagungkan karna menjadi kiblat pertama kaum muslim. Masjid Al-Aqsa juga menjadi saksi peristiwa Isra Mi'raj Rasulullah saw. Beliau pernah salat dan mengimami para nabi di masjid Al-Aqsa. Tak hanya itu, Palestina merupakan negerinya para nabi.  Palestina merupakan bagian dari Syam yang dikabarkan Rasulullah saw. sebagai negeri suci ketiga setelah Mekah dan Madinah.


Sabda Rasulullah saw. yang artinya:

"Beruntunglah orang-orang Syam"

"Kebaikan pada negeri Syam". Kami bertanya: "Mengapa wahai Rasulullah?" Beliau bersabda: "Karena malaikat Rahmat (pembawa kebaikan) mengembangkan sayap di atasnya." (HR. Tirmidzi).


Keistimewaan dari salat di Masjidil Aqsa, Masjidil Haram, dan Masjid Nabawi adalah mendapat pahala 500 kali lipat dibanding salat di tempat lain. Bahkan ulama terkenal yakni Imam Syafi'i berasal dari Gaza Palestina. Dan masih banyak lagi ulama dunia lahir dari Palestina. 


Sabda Rasulullah saw. yang artinya:

"Berkatilah negeri Syam".


Palestina juga merupakan negeri para sahabat Nabi saw. Bahkan Palestina adalah negeri berkumpulnya manusia kelak, setelah kebangkitan dari kematian. Yakni disebut padang mahsyar. Dan masih banyak lagi keutamaan Palestina. 


Menurut sejarah, yang pertama kali  menempati Palestina adalah Kabilah Kan'aniyyun yang berasal dari Arab. Palestina berasal dari sebuah daerah yang bernama Al-Falas. Kemudian, terkenal dengan sebutan Falestin dan sekarang kita sebut negeri Palestina.


Sedangkan orang-orang Yahudi tinggal di Mesir. Zaman berlalu, banyak peperangan yang terjadi. Kaum Yahudi mengalami penindasan, sehingga hijrah ke daerah lain seperti, Madinah dan Palestina. 


Pada tahun 1940-an dengan bantuan Inggris, Yahudi berkumpul di Palestina. Tak hanya itu, mereka pun mendirikan negara yaitu Israel raya. Jadi, yang menghuni negeri Palestina pertama kali adalah umat Islam, bukan Yahudi. Maka salah besar kalau ada orang Yahudi atau pun sekutunya yang ingin mendirikan negara Israel raya dengan ibu kotanya Yerusalem di negeri Syam. Karena Palestina adalah tanah wakaf milik kaum muslim. 


Dengan demikian, konflik Palestina-Israel ini terjadi akibat keserakahan kaum zionis Yahudi. Mereka menjajah, mencaplok, dan merampas tanah Palestina milik umat Islam. Maka solusi yang telah digaungkan para pengusung sistem kapitalis sekularisme yakni perdamaian yang dimediasi PBB ataupun kemerdekaan dalam kerangka nation state bukanlah solusi tepat dan tuntas bagi konflik Palestina. Ataupun solusi pragmatis seperti donasi materi dan boikot produk Israel. Semua itu hanya solusi yang akan "brodoli" Palestina.


Palestina membutuhkan solusi hakiki yang dapat menuntaskan konflik hingga akar-akarnya. Di dunia ini, negeri-negeri kaum muslim mempunyai kekuatan untuk mengusir zionis Israel dari Palestina. Misalnya: negara Arab Saudi, Turki, Mesir, Oman, Uni Emirat Arab, Qatar, Brunei Darussalam, Bahrain, Malaysia, dan lain-lain. Bahkan, Indonesia tercatat memiliki kekuatan tempur nomor satu se-Asia Tenggara dan menjadi urutan ke-15 dunia. Seharusnya pemerintah mengambil langkah politik dengan mengirimkan tentara untuk membantu rakyat Palestina mengusir penjajah Israel.


Sungguh negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam ini, tidak layak hanya sekadar menyampaikan kecaman dan mengutuk. Perbuatan biadab zionis Israel yang telah membantai lebih dari ratusan jiwa umat Islam, harus dihentikan.


Kita dapat mengambil contoh strategi pembebasan Palestina oleh Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Khalifah Umar bin Khattab dalam pembebasan Al-Quds dari kekuasaan Romawi. Atau pun bisa mencontoh strategi pembebasan Masjidil Aqsa oleh panglima Salahudin Al Ayyubi dari himpitan kezaliman tentara salib.


Dengan demikian, solusi tuntas untuk menghadapi zionis sadis Israel yakni dengan jihad dan khilafah. Umat Islam harus bersatu di bawah naungan Khilafah ala minhajj An-nubuwwah dan dikuatkan dengan semangat jihad untuk mengusir Israel bersama sekutunya.


Hanya dengan menggelorakan semangat jihad, seluruh kaum muslim yang tertindas dan teraniaya akan dapat ditolong. Kemudian mengganti serta menghapus kekuasaan para agen-agen kafir penjajah. Serta memboikot dan memutus pasokan kebutuhan Israel beserta para sekutunya. Inilah solusi terbaik yang akan menyelamatkan Islam dan kaum muslim dari penjajahan, kemunduran dan kezaliman. 

Wallahu a'lam bishshawab.