Oleh Khatimah 

Ibu Rumah Tangga


"Perumpamaan orang-orang beriman di antara saudara seimannya ibarat satu tubuh, bila ada anggota tubuh yang sakit maka bagian tubuh yang lainnya pun merasakannya" (HR. Muslim. No 4685) 


Inilah salah satu hadis yang terjadi terhadap kaum muslim, biarpun terhalang jarak yang begitu jauh, namun jika mendengar atau melihat kondisi saudara seimannya maka akan terasa sakit, sedih dan miris. Seperti hal nya yang terjadi dengan nasib saudara muslim di Palestina. 


Jum'at terakhir Ramadan (7/5/2021) menjadi saksi berulangnya tragedi berdarah di masjid Al-Aqsa dan sekitar warga Palestina. Polisi Israel dengan bengis dan kebiadabannya menyerang jama'ah yang sedang beribadah dengan peluru karet dan granat kejutnya. Banyak warga Palestina menjadi korban baik yang luka-luka maupun yang meninggal. Malam Ramadan itu menjadi suasana yang mencekam dan genting. Karena segerombolan polisi Israel yang dilengkapi dengan perlengkapan anti huru-hara membubarkan paksa jamaah tarawih, dan menembakkan peluru berlapis karet. Tribunnews.com ( 10/5/2021) 


Hal ini membuat hati kaum muslim tersakiti di malam-malam terakhir Ramadan yang seharusnya dijalani dengan penuh kekhusukan, justru mendapat berita duka.Hampir di setiap tahunnya hal seperti ini terulang dan akan terus terulang. Kaum muslim seperti anak ayam kehilangan induknya tidak memiliki junnah atau perisai. Selalu mengalami penindasan, terpecah belah, bercerai berai, terasingkan dan teraniaya, disebabkan penghianatan para pemimpin muslim itu sendiri. Penguasa hanya bisa mengecam tanpa melakukan perlawanan. 


Seperti yang diungkapkan salah satu Komisi Vlll DPR Ace, yang mengecam tindakan kekerasan Israel terhadap warga Palestina. Menurutnya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) harus turun tangan, guna menyudahi kekerasan berdarah ini. Detiknews (9/5/2021) 


Namun apakah mungkin bisa berharap kepada PBB dan OKI? Karena kejadian ini hampir terjadi di setiap tahunnya, namun sampai saat ini tidak ada langkah yang pasti untuk menghentikan kekejaman Yahudi. Bahkan para pemimpin muslim tidak melakukan perlawanan yang nyata terhadap kebiadaban Israel. Reaksi yang nampak hanya berupa kecaman, baik pernyataan secara langsung maupun melalui media sosial. Sungguh sangat disayangkan, tidak ada satupun dari negeri-negeri kaum muslim yang mengirimkan militernya terhadap warga Palestina yang sudah memakan ratusan bahkan ribuan nyawa manusia.


Serangan Israel terhadap warga Palestina sudah terjadi sejak awal-awal Ramadan. Mulai dari pelecehan muslimah Palestina dengan pencopotan kerudung, dan puncaknya pada serangan jama'ah tarawih di masjid Al-Quds serta pengusiran terhadap warga Syaikh Jarrah. Jika ini dibiarkan terus berlanjut maka lama-lama akan habis di makan keserakahan Israel dan Palestina hanya akan menjadi sejarah. Na'uzubillahi minzalik.


Sungguh ini tidak layak hanya sekedar direspon dengan kecaman oleh OKI atau di selesaikan dengan resolusi baru PBB. Karena PBB dan OKI pada dasarnya adalah bentukan dari AS, yang memang ingin menguasai tanah kaum muslim. 


PBB dan OKI hanya simbol tidak diberikan hak untuk bertindak, karena pemegang hak veto untuk bertindak adalah AS. Jika masih berharap pada kedua organisasi dunia OKI dan PBB dengan resolusinya ataupun perjanjian damai. Dapat dipastikan solusi yang diberikan tidak akan menuai hasilnya karena watak penjajah yang selamanya curang. Kecuali dibalas dengan kekuatan fisik juga. Tentunya hal ini harus segera diakhiri, agar penderitaan kaum muslim dapat dihentikan, namun tidak bisa berharap pada sistem demokrasi kufur ini.


Demokrasi yang telah memecah-belah kaum muslim dengan sekat-sekat nasionalismenya. Kaum muslim menjadi lemah dan mudah untuk dizalimi karena tidak ada kekuatan bahkan tentara kaum muslim pun tidak bisa berbuat apa-apa. Untuk membela kehormatan agama dan melindungi saudara sesama muslim secara hakiki di Palestina hanya bisa terealisasi ketika kaum muslim bersatu dalam kekuatan akidah yang kuat. Mengerahkan militer kaum muslim guna mengusir penjajahan zionis Israel.


Hal ini hanya bisa diselesaikan dengan kembalinya institusi Islam, dalam sebuah negara Khilafah Islamiyah. Kaum muslim akan bersatu tanpa adanya sekat negara nasionalisme dan akan sigap menolong penderitaan kaum muslim dari ketertindasan para penjajah yang zalim. 


Wallahu a'lam bish shawwab.

 
Top