Serangan terhadap Al-Aqsa, Serangan terhadap Umat Islam Sedunia


Oleh Enung Sopiah


Dunia Islam kembali diguncang, kemarahan, kesedihan dan keprihatinan melanda kaum muslim, di tengah umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa, terdengar kabar yang memilukan, umat muslim di Palestina yang sedang menjalankan salat tarawih di Masjid Al-Aqsa, diberondong dengan peluru karet dan granat kejut, oleh Polisi Israel, pada Jum'at, 7 Mei 2021 malam. Bentrok pun tak terhindarkan dengan pemuda yang melempari Tentara Israel dengan batu dan botol kaca. Sementara itu bentrokan terjadi antara pasukan keamanan Israel dan warga Palestina yang mencoba memasuki Masjid Al-Aqsa. Intervensi Polisi Israel yang juga menyerang pemuda Palestina di depan gerbang Damaskus dan Es Sahire Kota Tua, menimbulkan kepanikan di kalangan perempuan dan anak-anak. (pikiran-rakyat.com). 


Dilansir dari VIVA.co.id - Aksi represif aparat Israel terhadap jamaah Masjid Al-Aqsa dapat kecaman dari belahan dunia. Aksi represif itu menimbulkan lebih dari 100 muslim Palestina alami luka-luka. Terkait itu, Koalisi Perempuan Indonesia untuk Al-Quds dan Palestina ( KPIQP) ikut menyampaikan pandangannya dalam aksi damai secara virtual pada minggu , KPIQP bersama sejumlah ormas perempuan lainnya di tanah air, seperti PP Salimah, PP Muslimat Mathlaul Anwar, PP Muslimat Al-Washliy, hingga Muslimat DDII. Mereka tidak tinggal diam dan ikut mengecam atas kebrutalan aparat Israel yang mengintimidasi muslim Palestina. Israel diminta menghentikan aksi represifnya. Ketua KPIQP Nurjanah Hulwani menyampaikan, kekerasan Israel terhadap rakyat Palestina sudah menjadi persoalan akidah sekaligus kemanusiaan. Menurut dia, dalam persoalan ini, umat Islam harus berjuang menanamkan kepedulian dengan peran masing-masing. Sebab sejatinya persoalan Al-Quds bukan sekadar tanggung jawab lembaga kemanusiaan ataupun KPIQP. “Kita semua kelak di akhirat akan ditanya tentang apa yang telah kita perbuat untuk persoalan Palestina?" kata Nurjanah, dalam keterangannya yang dikutip pada Senin, 10 Mei 2021. Sangat miris tentunya, di saat umat Islam sedang khusyuk menjalankan ibadah puasa, terdengar Palestina kembali diserang oleh tentara Israel. Dan tentu saja membuat umat Islam sedunia kembali meradang. Bukan sekali ini saja serangan dilakukan oleh tentara Israel kepada penduduk muslim Palestina dilakukan di bulan Ramadan, di saat umat Islam sedunia sedang menjalankan ibadah puasa. Sungguh sangat ironi, lemahnya peran PBB dalam kasus penjajahan dan pendudukan yang terus dilakukan oleh Israel terhadap rakyat Palestina, dimana peran PBB yang seharusnya bisa mendamaikan dunia, seperti yang termaktub dalam Undang Undang Dasar 1945, bahwa "penjajahan di atas dunia harus dihapuskan.” Meskipun kecaman demi kecaman terus digaungkan oleh para kepala negara tapi tidak berpengaruh sedikitpun terhadap apa yang dilakukan Israel kepada Palestina, karena semua kecaman-kecaman itu bukanlah solusi untuk menghentikan kebrutalan dan kebiadaban Israel terhadap rakyat Palestina. Umat Islam seharusnya bersatu, untuk menyelamatkan negeri Palestina dari penjajahan bangsa Israel. Karena hanya dengan institusi/negara, Israel dapat dilawan.


Allah Swt., berfirman :" Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (Agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu, ketika dahulu masa (jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara. (QS. Ali Imran : 103).


Rasulullah saw. bersabda: "Perumpamaan kaum muslimin dalam urusan kasih sayang dan tolong menolong bagaikan satu tubuh, jika salah satu anggota tubuh merasa sakit, maka menjalarlah penderitaan itu ke seluruh badan hingga tidak dapat tidur dan (merasa) panas." (HR. Bukhari dan Muslim).


Inilah salah satu urgensi dimana ukhuwah Islamiyah itu sangat penting dan umat Islam butuh pemimpin, serta institusi, agar bisa menjadi junnah (perisai) dari segala kezaliman yang dilakukan oleh orang-orang yang zalim terhadap kaum yang lemah.

Wallahu a'lam bishshawab.