Bukan Hujan Petasan di Gaza Palestina


Oleh Her Idris

(Member Akademi Menulis Kreatif, Novelis, Mahasiswi Ideologis)


Beredar isu serangan Israel terhadap Palestina dengan memborbardir ke salah satu gedung yang memiliki 12 lantai. Gedung tersebut terdapat sejumlah kantor berita seperti Al-Jazeera dan Associated press bahkan mengakibatkan seorang jurnalis palestina terluka dalam serangan tersebut. (News.detik.com, 16/05/2021).


Serangan ini mengundang kepedulian kaum muslimin. Tentu saja tidak sedikit yang menginginkan Israel mengakhiri serangan brutal ini. Seperti yang disiarkan oleh kantor berita resmi QNA dalam sebuah pernyataan oleh Syeikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani dari Qatar menyatakan, "Komunitas internasional harus bertindak segera untuk mengakhiri serangan brutal dan berulang Israel terhadap warga sipil di Gaza dan masjid Al-Aqsa (Yerusalem)".


Bahkan berita ketidaknyamanan Palestina pada saat menyambut lebaran Idul Fitri karena tidak henti-hentinya Israel melakukan pemboman udara. Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan jumlah korban tewas secara ke seluruhan sejak dimulainya serangan terbaru mencapai 69, termasuk 17 anak-anak dan delapan wanita pada Kamis pagi. Lebih dari 390 lainnya terluka (m.liputan6.com, 13/05/2021)


Jelas ini bukan hujan Petasan saat sorak sorai menyambut lebaran. Akan tetapi,  mereka dihujani rentetan bom yang memakan korban dan menghancurkan tempat tinggal serta gedung-gedung lainnya. Islam itu satu tubuh apabila salah satu anggota tubuh terasa sakit. Maka, anggota tubuh yang lainnya pun merasa sakit. Sebagaimana Rasulullah saw. bersabda:


عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى (رواه مسلم)


Dari An-Nu'man bin Basyir dia berkata, bahwa Rasulullah saw., bersabda: "Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi di antara mereka adalah ibarat satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya)." (HR. Muslim No 4685)


Oleh karena itu, ketika menyaksikan saudara-saudara kita diserang habis-habisan oleh tentara zionis Israel. Kita pasti merasa iba dan juga merasakan sakitnya bahkan mereka tidak merasa aman dan nyaman. Meskipun dengan memberikan makanan, pakaian, obat-obatan dan lain-lain. Semua itu tidak akan membuat Israel bungkam. Padahal, yang mereka butuhkan adalah tentara kaum muslimin untuk membantu melakukan perlawanan terhadap Israel.


Seorang panglima, dia adalah Salahuddin Al-Ayyubi menyatakan, "Bagaimana saya bisa tersenyum dan bagaimana saya bisa merasakan kelezatan makanan dan minuman sementara Masjidil Aqsha masih berada di tangan tentara salib."


Untuk melahirkan seorang panglima yang hebat adalah menjadikan Islam sebagai ideologi. Seorang pemimpin pasti akan mengarahkan pasukannya untuk menyerukan jihad dan melindungi Al-Quds. Seperti halnya, Sultan Hamid II menjaga Palestina dengan menjadikan nyawanya adalah jaminan. Sebagaimana Imam Bukhari dan Muslim telah meriwayatkan hadis dari jalur Abu Hurairah radhiya-Llahu ‘anhu, bahwa Rasulullah saw., bersabda: “Sesungguhnya seorang imam itu [laksana] perisai. Dia akan dijadikan perisai, dimana orang akan berperang di belakangnya, dan digunakan sebagai tameng. Jika dia memerintahkan takwa kepada Allah ‘Azza wa Jalla, dan adil, maka dengannya, dia akan mendapatkan pahala. Tetapi, jika dia memerintahkan yang lain, maka dia juga akan mendapatkan dosa/azab karenanya.” [HR. Bukhari dan Muslim]