Oleh Ummu Yusuf


Pada bulan Rajab terdapat peristiwa sejarah yang penting bagi umat Islam. Salah satunya adalah Tragedi Penghapusan Khilafah Utsmaniyah pada tanggal 28 Rajab 1342 H (3 Maret 1924 M). Khilafah Utsmaniyah merupakan khilafah terakhir umat Islam dan  penghapusannya menandai sekularisasi di dunia Islam dan dimulainya penderitaan kaum muslim di seluruh dunia hingga hari ini.

Khilafah adalah satu-satunya sistem pemerintahan di dalam Islam. Dalam sejarah Islam, era khilafah dimulai dari Daulah Islamiyah yang didirikan oleh Rasulullah saw. di Madinah. Pasca beliau wafat, para sahabat kemudian mengangkat khalifah dan menegakkan khilafah. Dimulailah era Khulafaur Rasyidin. Setelah itu berturut-turut dilanjutkan dengan Khilafah Umayah, Khilafah Abbasiyah dan terakhir Khilafah Utsmaniyah. 

Khilafah Utsmaniyah merupakan Kekhalifahan Islam terbesar. Namun, sejak Khilafah Utsmaniyah dihapuskan, dunia Islam terus mengalami kemunduran yang semakin hari semakin parah serta disusul dengan berbagai prahara dan bencana yang menimpa umat Islam di seluruh dunia. Hal itu terus berlangsung tanpa henti hingga  hari ini. Karena itulah para ulama menyebut khilafah sebagai taj al-furudh (mahkota kewajiban). 

Dengan khilafah, semua kewajiban di dalam agama Islam akan tertunaikan. Tanpa khilafah, syariat Islam tak bisa diterapkan secara kafah. Tanpa khilafah, bahkan penyebaran risalah Islam ke seluruh dunia dengan dakwah dan jihad fi sabilillah terhenti.

Tanpa khilafah juga banyak kerugian yang menimpa umat Islam dan dunia secara umum. Di antaranya:

1. Dunia Islam terpecah-belah dan tertindas.

Pasca Khilafah Utsmaniyah dihapuskan, umat Islam hidup terpecah-belah atas dasar nasionalisme di lebih dari 50 negara. Akibatnya, kaum Muslim menjadi lemah. 

2. Kekayaan alam negeri-negeri muslim dirampok.

Negeri-negeri muslim adalah negeri yang kaya akan sumberdaya alam (SDA). Namun sayang, kekayaan alam tersebut tidak dinikmati oleh umat Islam. Kekayaan alam tersebut diambil-alih oleh negara atau oleh perusahaan-perusahaan swasta baik dari dalam maupun luar negeri.

3. Muncul penguasa ruwaybidhah dan sufaha’ (dungu)

4. Umat Islam kehilangan kewibawaan.

Allah Swt. menyebut umat Islam dengan sebutan khairu ummah (umat terbaik). Namun faktanya, tanpa khilafah, saat ini umat Islam bukanlah umat terbaik. Bahkan menjadi umat yang terbelakang.

5. Tempat suci umat Islam ternoda.

Tanpa khilafah, banyak tempat-tempat suci kaum muslim ternoda. Salah satunya al-Quds. Kiblat pertama umat Islam, al-Quds telah lama dinodai oleh Zionis Israel hingga hari ini. 

6. Umat Islam terasing dari Islam, bahkan memusuhi Islam.

Tanpa Khilafah yang menerapkan syariat Islam secara kafah, yang kemudian digantikan dengan kehidupan yang diatur dengan nilai-nilai Barat sekular, umat Islam semakin terasing dengan ajaran agamanya sendiri. Inilah akibat dari proses sekularisasi yang telah sekian lama merasuki pikiran umat Islam.

7. Al-Quran dan Rasulullah saw. dihinakan. 

Kita juga tidak lupa dengan penghinaan dan pelecehan yang dilakukan kafir Barat terhadap Al-Qur'an dan Rasulullah saw. Ini sudah sering terjadi dan terus berulang. 

Dengan semua nestapa yang menimpa umat Islam di atas, akankah kita berdiam diri? Tentu tidak. Saatnya kaum muslim di seluruh dunia bergerak untuk mengembalikan khilafah ‘ala minhaj an-nubuwwah. Apalagi menegakkan khilafah adalah kewajiban syariat. Bahkan kewajiban syariat terbesar. Kewajiban ini telah menjadi ijmak sahabat, kedudukan ijmak sahabat sebagai dalil syariat—setelah Al-Qu'ran dan Sunnah—sangatlah kuat.

Karena itu kita tentu sangat berharap khilafah ‘ala minhaj an-nubuwah ini segera bisa ditegakkan kembali oleh kaum muslim. 

Wallaahu a’lam.

 
Top